CenJing (正清)

正本清源
正其本 則末自正
清其源 則流自清

Subscribe by Email


Links Email : cenjing@cenjing.com

Dijual sebidang Tanah Pekarangan di Jalan menuju pelabuhan Lembar di Lombok. Disekitar tanah tersebut terdapat banyak rumah walet. Sertifikat : Hak Milik. Bagi yang berminat dapat menghubungi 081.836.2518.

Dijual Tanah Di Senggigi, daerah Wisata di Lombok. Sertifikat Hak Milik, luas tanah : 16.335 m2. Untuk informasi lebih lengkap silahkan visit : www.supermulty.com. Bagi yang berminat, dapat menghubungi : 081.836.2518.
Wed Mar 10
Comments (View)
Tue Mar 9

OTAK TENGAH

Di tulis oleh CenJing, pada tanggal 9 Maret 2010.

Dewasa ini para ahli meneliti tentang peran otak manusia. Dikatakan otak manusia selain terdiri atas otak kanan dan otak kiri, juga terdiri atas otak tengah.

Otak kiri menangani hal-hal yang bersifat logic, seperti membaca, menulis menghitung matematika dan lain sebagainya.

Sedangkan otak kanan menangani hal-hal yang bersifat abstrak, seperti seni lukis, seni gambar dan sebagainya.

Otak tengah terletak ditengah-tengah antara otak kiri dan otak kanan, dikatakan otak tengah sebagai penetral antara hal-hal yang bersifat logic dan abstrak.

Di dalam otak tengah terdapat syaraf-syarat. Syaraf-syaraf otak tengah ini dapat diaktifkan fungsinya. Para ahli dari berbagai negara sedang mengembangkan teknik untuk mengaktifkan syaraf dari otak tengah, diantaranya ada yang telah menemukan cara untuk mengaktifkan syaraf otak tengah dengan menggunakan gelombang suara dengan frekwensi tertentu. Syaraf otak tengah yang telah diaktifkan dan jika bisa bekerja dengan baik maka mereka dapat “melihat” sesuatu walaupun matanya dalam keadaan tertutup.

Sehubungan dengan penelitian ini, dikatakan kelelawar, sebagian ikan-ikan di dalam air (laut) melihat mangsanya bukan dengan menggunakan mata mereka, tetapi menggunakan pancaran dari gelombang otak, frekwensi otak yang dipancar keluar jika mengenai sesuatu benda, maka akan mengembalikan gelombang, frekwensi yang kembali tersebut ditangkap oleh syaraf otak dan mereka mengetahui benda apa yang mengembalikan gelombang tersebut.

Dalam latihan mengaktifkan syaraf otak tengah, baru-baru ini, hari minggu tanggal 7 Maret 2010 penulis mengikuti suatu demo anak-anak yang berusia antara 5-15 tahun yang baru saja diaktifkan syaraf otak tengahnya. Mereka dengan mata tertutup dapat “melihat” suatu kartu yang sedang dipengang ditangannya, baik angka maupun warnanya. Bahkan ada seorang anak yang mampu membaca berita dalam suatu surat kabar dengan mata tertutup kain.

Penulis bertanya pada 2 orang anak peserta berusia sekitar 7 tahun yang melakukan demo setelah syaraf otak tengahnya diaktifasi : dik, pada saat anda memegang kartu dengan mata tertutup, bagaimana cara anda mengetahui angka kartu tersebut dan juga warnanya ? mereka menjawab : pada saat saya pegang kartu, angka yang tertera pada kartu muncul di otak saya dan warna kartu juga muncul. Tadi saya melihat anda selain memegang kartu anda mencoba mencium bau kartu dan ada peserta lain yang mencoba mendengar kartu (meletakan kartu ditelinganya) itu untuk apa ? ke 2 orang anak itu menjawab, kadang-kadang pada saat memegang kartu kita belum tahu angka dan warna kartu, kita coba dengan mencium bau kartu dan jika belum berhasil maka dicoba untuk mendengar kartu tersebut. Umumnya pada saat tidak konsentrasi, angka dan warna kartu tidak akan muncul di dalam otak, begitu komentar mereka…

Comments (View)
Sun Feb 28
“Hung Yek Dik Se” (Tulis Syair Di atas Daun Merah) adalah ungkapan atau kata baik yang sering digunakan dalam ucapan untuk pernikahan. Ungkapan Hung Yek Dik Se mengandung arti “ada jodoh”.

“Hung Yek Dik Se” (Tulis Syair Di atas Daun Merah) adalah ungkapan atau kata baik yang sering digunakan dalam ucapan untuk pernikahan. Ungkapan Hung Yek Dik Se mengandung arti “ada jodoh”.

Comments (View)

Filsafat-1 “Dari Tidak Ada Timbul Jadi Ada”

(Untuk Kalangan Sendiri, Umat TAO)

Ditulis oleh CGJ, pada tanggal 21 Juni 2009.

Alam semesta ada TAO, dari nihil (tidak ada) timbul jadi ada, dari nihil timbul jadi ada dinamakan yang mulia.

Dalam latihan/belajar TAO, kita juga meriset dan mempelajari peristiwa “dari nihil timbul jadi ada”, atau meneliti sesuatu dari “kosong timbul jadi ada”.

Meriset sesuatu “dari tidak ada timbul jadi ada” menurut pandangan kami adalah meriset sesuatu dari “tidak tidak ada” menjadi “ada ada”, atau meriset sesuatu (ada) dalam kosong yang juga berarti mencari tahu “ada apa” dalam “kosong” tersebut.

Filsafat “Dari Tidak Ada Timbul Jadi Ada” juga pernah digunakan dalam strategi perang pada jaman dahulu, dimana pengatur strategi perang menggunakan strategi “Dari Tidak Ada Timbul Jadi Ada”…

Comments (View)
Sebidang Tanah Pekarangan seluas 970m2 di jalan menuju pelabuhan Lembar di Lombok dijual. Disekitar tanah tersebut banyak dibangun rumah walet, waletnya sangat banyak.
Tanah Pekarangan tersebut sangat cocok untuk rumah walet…
Sertifikat Hak Milik.
Bagi yang berminat dapat menghubungi HP. 081.836.2518.

Sebidang Tanah Pekarangan seluas 970m2 di jalan menuju pelabuhan Lembar di Lombok dijual. Disekitar tanah tersebut banyak dibangun rumah walet, waletnya sangat banyak.

Tanah Pekarangan tersebut sangat cocok untuk rumah walet…

Sertifikat Hak Milik.

Bagi yang berminat dapat menghubungi HP. 081.836.2518.

Comments (View)
Sat Feb 27
Dijual Sebidang Tanah di daerah Wisata SENGGIGI-LOMBOK.
Luas Tanah : 16.335 m2
Sertifikat : Hak Milik.
Untuk Informasi Tanah halaman dalam lebih lengkap dapat visit :
www.supermulty.com
Bagi yang berminat, hubungi kami di 081.836.2518.

Dijual Sebidang Tanah di daerah Wisata SENGGIGI-LOMBOK.

Luas Tanah : 16.335 m2

Sertifikat : Hak Milik.

Untuk Informasi Tanah halaman dalam lebih lengkap dapat visit :

www.supermulty.com

Bagi yang berminat, hubungi kami di 081.836.2518.

Comments (View)
Tue Feb 23
Dijual Tanah Di Daerah Wisata Seggigi-Lombok.
Luas Tanah : 16.335 m2
Sertifikat : Hak Milik
Untuk lebih jelas informasi mengenai tanah ini, silahkan visit : www.supermulty.com
Bagi yang berminat membeli tanah ini, dapat menghubungi kami di HP.:081.836.2518

Dijual Tanah Di Daerah Wisata Seggigi-Lombok.

Luas Tanah : 16.335 m2

Sertifikat : Hak Milik

Untuk lebih jelas informasi mengenai tanah ini, silahkan visit : www.supermulty.com

Bagi yang berminat membeli tanah ini, dapat menghubungi kami di HP.:081.836.2518

Comments (View)
Sun Dec 20
GAMBAR/LUKISAN DEWI KWAN IN
Ditulis oleh CenJing pada tanggal 20 Desember 2009.
Gambar Dewi Kwan In banyak dilukis oleh para seniman, ada yang menggambar Dewi Kwan In berdiri di atas bunga teratai (lotus), ada yang menggambar Dewi duduk di atas bunga teratai, ada juga yang menggambar Dewi berdiri di atas seekor Naga, dll.
Gambar di atas dilukis oleh seorang seniman dengan menggambar Dewi Kwan In berdiri di atas bunga teratai, di depan Dewi ada seorang anak berbaju merah (ini mungkin gambar dari Hung Hai Erl) yang sedang menyembah-Nya dan dibelakang Dewi nampak ada seekor Naga.
Gambar Dewi Kwan In dilukis oleh para seniman berdiri atau duduk di atas bunga teratai mungkin mempunyai alasan tertentu.
Banyak tulisan dalam buku-buku yang memberi alasan tentang Dewi Kwan In digambar berdiri/duduk di atas bunga teratai, dari tulisan yang pernah dibaca oleh penulis kira-kira alasannya sebagai berikut :
Bunga teratai adalah bunga yang dapat hidup di air yang bersih maupun di dalam lumpur. Bunga teratai yang tumbuh keluar dari air maupun dari lumpur, kondisi bunganya TETAP BERSIH, tidak tercemar oleh lumpur walaupun tumbuh keluar dari dalam lumpur.
Mungkin inilah alasan dari para pelukis yang melukis Dewi Kwan In berdiri atau duduk di atas bunga teratai.
Nah apa alasan dari para pelukis yang menggambar Dewi Kwan In berdiri di atas seekor naga ?

GAMBAR/LUKISAN DEWI KWAN IN

Ditulis oleh CenJing pada tanggal 20 Desember 2009.

Gambar Dewi Kwan In banyak dilukis oleh para seniman, ada yang menggambar Dewi Kwan In berdiri di atas bunga teratai (lotus), ada yang menggambar Dewi duduk di atas bunga teratai, ada juga yang menggambar Dewi berdiri di atas seekor Naga, dll.

Gambar di atas dilukis oleh seorang seniman dengan menggambar Dewi Kwan In berdiri di atas bunga teratai, di depan Dewi ada seorang anak berbaju merah (ini mungkin gambar dari Hung Hai Erl) yang sedang menyembah-Nya dan dibelakang Dewi nampak ada seekor Naga.

Gambar Dewi Kwan In dilukis oleh para seniman berdiri atau duduk di atas bunga teratai mungkin mempunyai alasan tertentu.

Banyak tulisan dalam buku-buku yang memberi alasan tentang Dewi Kwan In digambar berdiri/duduk di atas bunga teratai, dari tulisan yang pernah dibaca oleh penulis kira-kira alasannya sebagai berikut :

Bunga teratai adalah bunga yang dapat hidup di air yang bersih maupun di dalam lumpur. Bunga teratai yang tumbuh keluar dari air maupun dari lumpur, kondisi bunganya TETAP BERSIH, tidak tercemar oleh lumpur walaupun tumbuh keluar dari dalam lumpur.

Mungkin inilah alasan dari para pelukis yang melukis Dewi Kwan In berdiri atau duduk di atas bunga teratai.

Nah apa alasan dari para pelukis yang menggambar Dewi Kwan In berdiri di atas seekor naga ?

Comments (View)
Mon Nov 30

KITAB SUCI THAY SANG LAUW CIN

Dikutip dari Kitab Suci dalam buku SIU TAO Menuju Kesempurnaan.

(1)

  • Sang dewa tertua pertama.
  • Disebut-sebut THAY SANG LAUW CIN namanya.
  • Berkali-kali turun ke dunia.
  • Menciptakan TAO yang jujur menjadi aliran utama.
  • Mula-mula beliau menjadi BAN KU SHE si pembuka dunia.
  • Kemudian menjadi HWANG TEE raja kesatria.
  • Kemudian menjadi Profesor LAUTZE ahli filsafat.
  • Seterusnya makmur dan berkembanglah TAO dimana-mana.
  • TAO adalah TAO yang tertinggi.
  • Agung adalah yang teragung diagungi.
  • Penolong manusia dan penyelamat duniawi.
  • Semua aliran layak menjunjungi tinggi.
  • Setiap manusia memakai TAO (aturan-aturan) sehari-hari.
  • Banyak terdapat ilmu pengetahuan yang tinggi ditengah-tengah.
  • Yang berarti Dewa-dewa dan Budha-budha adalah satu inti.
  • Karena dapat TAO (jasa-jasa) manusia menghormati.
  • Para guru besar mementingkan keberadaban dan kebudian.
  • Budi pekerti dengan TAO erat bergabungan.
  • Asal YING YANG timbul dari WU CIK (out of which) luar bilangan.
  • WU CIK adalah sama dengan THAY CIK (the absolute) tak terbataskan.
  • THAY CIK (the absolute) adalah permulaan langit dan bumi belaka.
  • Abstrak kongkrit saling menjelma-jelma.
  • Tumbuh musnah hanya mengikuti kodrat alam dan spirit yang tak nyata (skillful contrivance).
  • Keseluruhan menjadi tak ada batasnya.

(2)

  • Tombak dan tameng adalah lawan.
  • Semua jenis benda dapat disatukan.
  • Diam mencapai titik terakhir timbul gerakan-gerakan.
  • Gerak diam adalah prinsip YIN YANG.
  • Teori ilmiah sering berselisih berlawanan.
  • Dapatlah dibahas degan teori YIN YANG.
  • Kekuatan (power) TAO tak ada taranya.
  • Sehatkan badan bersandarkan cara kedewaan (divine art).
  • Berkesempatan belajar cara latihan kedewaan (divine art).
  • Anggota badan oleh dewa-dewa digerak-gerakan.
  • Darah mengalir teratur dalam saluran-saluran.
  • Lama berlatih semua lancar tak ada yang tersumbatkan.
  • Tiap manusia dapat mempelajarinya.
  • Kata-kata murni (CEN YEN) daya tarik berguna.
  • Dewa-dewa datang membantu anda.
  • Ide belas kasih harus tetap berada.
  • Para Dewa dan Budha mendapat TAO-nya (tingkatannya).
  • THAY SANG LAUW CIN yang meneliti/menilai jasa-jasa.
  • Kekuatan Dewa-dewa tak ada batasnya.
  • Mohon kepada dewa dapatlah makmur jaya.
  • SIU TAO (bertapa/mendekati dewa) langkah pertama.
  • Belajarlah dulu cara pembukaannya (TAO YING SUK).
  • Daya gaib menguatkan urat-urat di dalam tubuh manusia.
  • Setelah badan sehat baru memuncak ke pernapasannya (breathing exercises).

(3)

  • Kata-kata dan kelakuan-kelakuan mengikuti kebenaran.
  • Dunia sebetulnya kepunyaan sesama.
  • Hindarkanlah bertengkar serahkanlah segalanya kepada yang kuasa.
  • Dunia sudah lama damai dan makmur jaya.
  • Semua manusia harus belajar TAO (cara mencari dan mendekati Dewa-dewa).
  • Mentaati hukum dan peraturan-peraturan akan timbul dalam sanubari anda.
  • Hemat dan giat bekerja utamakan rumah tangga.
  • Berfoya-foya tidak aturan jasa tidak akan ada.
  • Linglung malas menggunakan pikiran.
  • Bagaimana dapat belas kasih oleh dewa-dewa.
  • Dewa-dewa semuanya adalah agung mulia.
  • Semua bergabung dalam lingkungan THAY CIK (absolut) bermula.
  • Diluar langit ke tiga puluh tiga.
  • Megah perkasa sebagai istana-istana mulia (TAO SWAY KUNG).
  • Maha Dewa THAY SANG LAUW CIN menempatinya.
  • Menunjukkan kekuatan dewa-dewa (power of divine) yang tiada tara.
  • SIU TAO (cari jalan mendekati dewa-dewa) yang utama adalah cara pembukaannya (TAO YING SUK).
  • Latihan-latihan dibagi-bagi jenis dalam dan luar.
  • Bersemedi datangkan ketenteraman dan kecerdasan.
  • Seluruh badan dikeliling kekuatan yang tak terbayang (constitution).
  • Spirituil dan materiil.
  • Dua-duanya sama dipentingkan.
  • Mengerti diri juga lainnya dimengertikan.
  • Hingga menginjak taraf yang tinggi puncak lapisan.

(4)

  • SIU TAO (menemukan jalan yang benar) harus mengerti apa yang baik dan dijalani.
  • Ketemu jalan berarti peraturan-peraturan dan hukum-hukum yang berlaku sudah dimengerti.
  • Mengerti itulah pedoman semula TAO.
  • Belajar TAO barulah tak sesat lagi.
  • Abstrak sebetulnya adalah kongkrit yang merupakan abstrak saja.
  • Kehidupan sehari-hari harus mengikuti yang lazim dan biasa.
  • Abstrak-abstrak menjelma-jelma akan menjadi kongkrit juga.
  • Tidak berbuat berarti tidak-tidak berbuat artinya.
  • TAO menguasai kongkrit dan abstrak.
  • Kaum cerdas dipandang seperti kebodoh-bodohan.
  • Kekuatan (power) TAO tidak terbataskan.
  • TAO yang jujur mengandung kebenaran-kebenaran.
  • Roh-roh jahat tak akan berani terhadap kejujuran.
  • Menghadap TAO yang tinggi roh-roh jahat jadi berantakan.
  • TAO yang jujur diumpamakan lautan-lautan.
  • Semua aliran mengalir ke laut akhir tujuan.
  • Sedikit sajalah persoalkan nama dan benda.
  • Yang penting adalah keuletan dan keyakinan.
  • Menyendiri akan banyak derita dan sengsara.
  • Hidup begitu terang tak normal juga.
  • Mengerti ajaran TAO keluarlah dari kebungungan.
  • Betul tetap betul jangan disalah-salahkan.
  • Belajar TAO tak ada simpang jalannya.
  • Kemantapan hatilah yang menjadi pegangan.

(5)

  • Derita sakit disertai sengsara.
  • Harus cari dokter dan mohon kepada dewa-dewa.
  • Kebodohan hingga menelan abu YU SUA (SIANG HWE).
  • Tak luput jadi tawaan belaka.
  • Mohon kepada Maha Dewa untuk mengusir roh-roh jahat.
  • Derita sakit haruslah memakai obat.
  • Takdir itu ternyata memang ada.
  • Budi hati dapat sedikit merubah.
  • Menurut jasa-jasa anda dapat merubah rejeki.
  • Timbul karena hati wajah berseri-seri.
  • Asalnya bukan turun-temurun kedudukan atau pangkat tinggi.
  • Pikiran jujur dan baik budi selalu terpendam dalam hati.
  • Tak satupun benda yang tak mengandung YIN YANG (dualisme).
  • SIAN LI (abstruse principles/arti mendalam) adalah PHILOSOPHY.
  • Maksuk kedewaan dan manusiannya menjadi satu.
  • Kedewaan (theology) merangkap ilmu pengetahuan (science).
  • Kera besar (Antropoid apes) kuno kebetulan ada yang pandai luar biasa.
  • Lama mencari jalan dapat petunjuk dewa-dewa.
  • Muncullah manusia pertama menjalani TAO sesama.
  • Ber-evolusi terus hingga jaman terakhir mengikuti langkah-langkah.
  • Pelihara badan tak ada rahasianya.
  • Penghidupan harus maju terus bergairah.
  • SIU TAO bahagia laksana dewa-dewa.
  • Kembalilah cepat-cepat yang tersesat di jalan-jalan bahaya.

(6)

  • TAO itu adalah sesuatu yang nyata (kongkrit).
  • Dikatakan abstrak sukar untuk menerimanya.
  • Tiap manusia menghendaki kaya raya.
  • SIU TAO akan lepas dari jurang sengsara.
  • SIU TAO tak mengerti apa sebanarnya TAO.
  • Seumur hiduppun akan nihil belaka.
  • Dimanakah Dewa-dewa berada ?
  • Antara jarak tiga meter di atas kepala.
  • Anda dapat memohon datangnya dewa-dewa.
  • Dapat mengupas kesulitan-kesulitan yang ada.
  • Rejeki-rejeki Maha Kuasa yang memberikannya.
  • Mengapa harus bersembunyi di dalam gua-gua.
  • SIU TAO tidak memelihara badannya.
  • Dewa-dewa pun melihat jadi kecewa.
  • Di dalam gua-gua tidak bersembunyi dewa-dewa.
  • Selalu berbudi akan tinggi jasa.
  • SIU TAO mencapai tingkat tinggi dapat kegaiban.
  • Sesuatu keanehan atau keunggulan akan luar biasa.
  • Mencari harta benda tempuhlah jalan kebenaran.
  • Belajar TAO utamakan kebaktian.
  • Tingkatkanlah kesehatan jasmani dan rohani.
  • Dua-duanya prihain panjang usia terjadi.
  • Mohon (sembahyang) kepada Maha Dewa maju selangkah lagi.
  • SIU TAO patuh ada kejodohan (affinity) mendekat lebih-lebih.

(7)

  • Dewa-dewa dan Budha-budha rupawan semua.
  • Haruslah diteliti keagungan dan kemuliaannya.
  • Menggambar-melukis menjadikan jelek rupa tak sedap dipandang mata.
  • Berarti menodai tentu akan berdosa.
  • Anak cucu berbuat kebajikan dan berjasa.
  • Nenek moyang selalu bergembira.
  • Foya-foya membakar “rumah-rumah kertas” (LING WUK)
  • Karena bodoh dan tidak ada pengertian belaka.
  • Kesabaran dan kelakuan baik merupakan kebajikan (amal bakti).
  • Telitilah segala secermat-cermatnya.
  • Tunduk kepada orang tua haruslah di masa muda.
  • Bibit baik adalah sumber baik pula.
  • Belajar TAO dibagi dalam tahap ke tahap.
  • Carilah guru mempelajari cara pembukaannya (TAO YING SUK).
  • Tak mendapatkan guru menempuh jalan ke dua.
  • Cara semedi dipakai terpaksa.
  • Rohani, jasmani dan pikiran tiga bersatu.
  • Pendidik penggerak berpadu.
  • Sukma asli mendapatkan tenaga gaib gayu.
  • Roh jahat tak dapat menembus selubung baju.
  • Hidup itu adalah bersaingan.
  • Ketentuan-ketentuan yang kuasa (destiny) tiap hari membaru.
  • Tidaklah negatif bila SIU TAO (belajar ilmu TAO).
  • Negatif akan menyesatkan rakyat seluruh.

(8)

  • SIU TAO mempelajari kekuatan gaib (divine art).
  • Menolong manusia keluar dari kesesatan.
  • Menghina merusak mendatangkan malapetaka.
  • Sembarang bicara adalah setengah gila.
  • Kekuatan gaib (divine art) diumpamakan kekuatan listrik.
  • Mata biasa tak dapat memandang wujudnya.
  • Membuktikan cukup dengan cara pembukaannya (TAO YING SUK).
  • Semua manusia mempunyai hasrat belajar ilmu kedewaan (divine art TAO).
  • Dapat mengetahui kejadian-kejadian di dunia.
  • Dewa-dewa tak perlu memperlihatkan bentuk kongkrit dirinya.
  • SIU TAO belajar kekuatan TAO FAK (divine power).
  • Rejeki akan mengungguli sesama.
  • Di sorga ada peraturan-peraturan sorga.
  • Manusia ada takdirnya.
  • Ketemu cara mendekati dewa-dewa (TAO).
  • Nasib yang keruh dapat jernih juga.
  • Kaya raya seperti sekuntum bunga.
  • Angin salju tak mengerti apa-apa.
  • Bunga mekar ada waktu-waktunya.
  • Belajar TAO mohon kepada dewa-dewa barulah akan selamat selamanya.
  • Kehidupan seperti biasa saja.
  • Giatlah jadi manusia yang berguna.
  • Rumah susun tinggi mula-mula dari dataran juga.
  • SIU TAO dapat menenangkan pikiran anda.

(9)

  • Klenteng-klenteng adalah pos jalannya dewa-dewa.
  • Harus singkat dan hikmat upacara-upacara.
  • Memohon berdasarkan kemantapan hati anda.
  • Sedikit barang sembahyangannya juga berfaedah.
  • Adu kaya memakai HIO dan lilin-lilin besar segajah.
  • Lebih baik berbuatlah amal kepada yang menderita.
  • Sembahyang menyajikan ikan dan daging di atas meja.
  • Tanda tidak mengerti apa kehendak para Dewa dan Budha.
  • Si penjaga kelenteng harus mengerti TAO (aturan-aturan/pengertidan tentang dewa-dewa).
  • Jangan sembarang bicara menyesatkan tamu-tamunya.
  • Apa lagi memakai nama dewa-dewa.
  • Berbicara tanpa pikir adalah ngawut belaka.
  • Ide budi beramal selalu dalam hati.
  • Para Dewa dan Budha tentu menyenangi.
  • Manusia mengejar kedudukan, umur panjang dan rejeki.
  • Maha Dewa lah yang paling welas asih.
  • SIU TAO mengikuti peraturan-peraturan yang layak sehari-hari.
  • Rintangan akan berkurang untuk semua pekerjaan diri sendiri.
  • Dapat mengetahui tiga kehidupan lampau, sekarang dan kemudian hari.
  • Merubah nasibpun jalannya akan diberi.
  • Diatas landasan yang kongkrit TAO berdiri.
  • Ide kosong jauh dari arti inti sari.
  • Arti yang mendalam bukannya sukar dimengerti.
  • Salah menerima (salah tangkap) adalah kurang rendah hari.

(10)

  • Belajar TAO berguna untuk semua manusia.
  • Sukma-sukma asli akan naik ke sorga.
  • Dewa-dewa yang menilai dosa dan jasa.
  • Jasanya yang tinggi ditingkatkan jadi dewa juga.
  • Tak berarti lagi berbuat aneh-aneh (to release souls from sufferring) untuk para almarhum dan almarhumah.
  • Jasa-jasa semuanya dilihat masa hidupnya.
  • Nenek moyang yang pernah SIU TAO ada yang jadi dewa.
  • Anak cucu akan banyak rejekinya.
  • Anak cucu berbuat budi dan amal.
  • Jasa-jasa melebihi bertobat-tobat dan menyesal-nyesal.
  • Nenek moyang dapat meringankan kesalahan-kesalahan.
  • Jasanya bertambah akan dapat meningkat menjadi dewa berawal.
  • Yang menentukan tingkat dewa-dewa adalah YI HWANG TA TEE (THIAN KUNG) dewa agung.
  • Dewa tetaplah dewa, agung tetaplah agung.
  • Ada lagi Budha-budha dan Busak-busak.
  • Mendapat TAO (tingkatan) juga dapat duduk di istana Sorga yang bergabung.
  • Menyebar luaskan ajaran-ajaran TAO (klenteng).
  • Sekeluarga akan selamat dan banyak rejeki.
  • Soal panjang pendek usia yang dikehendaki.
  • SIU TAO lah dapat mengubah menurut kondisi.
  • Usia pajang Dewa Usia (SOU SIAN KUNG) yang memberi.
  • Semua karena sehat rohani dan jasmani.
  • Menjalani TAO rejeki dan kedudukan menyertai.
  • Sukma asli akan hidup abadi (eternal life).

(11)

  • Sandang pangan dengan pondokan dan jalan.
  • Tak dapat dihindari dalam keduniaan.
  • Rajin dan hemat pokok penghidupan.
  • Beranak pinak-anak cucu baik-baik seluruh turunan.
  • Akan subur sabar keluarga.
  • Jahat dan kejam sukar bekerja.
  • Menolong orang dahulukan menolong diri kita.
  • Menyebar TAO (ajaran klenteng) adalah taman bahagia.
  • TAO bukan memandang matahari atau rembulan.
  • Matahari dan rembulan hanya benda alam saja.
  • Dalam semua tubuh manusia bersembunyi sukma-sukma.
  • Bagaikan manusia menghuni rumah-rumah.
  • Badan diumpamakan rumah.
  • Sedikit demi sedikit tambal dan jagalah supaya tetep kuat.
  • Tiap hari latihan gerak badan TAO (divine art).
  • Mencapai usia lanjut bukan apa-apa.
  • Pembawaan dapat mendengar suara dewa-dewa.
  • Lingkaran kecil melingkar menjadi besar.
  • Pembawaan mata gaib penglihatan.
  • Ribuan kilo meter tak ada halangan.
  • Semua pekerjaan diayomi dewa-dewa.
  • Penghidupan tak akan sengsara.
  • Hidup manusia ada jalan yang lapang juga.
  • SIU TAO dapat memperpanjang usia.

(12)

  • Jaga kesehatan badan bagian dalam diutamakan.
  • Kelebihan gizi dan lemak mudah menimbulkan penyakit jadi siksaan.
  • Hari ulang tahun masing-masing tak makan daging-dagingan.
  • Tahun ke tahun dilalui dengan gampang.
  • Makan minum secara sederhana.
  • Lebih baik dari pada banyak daging ikan dan lemaknya.
  • Perhatikan vitamin-vitamin dan mineral-mineral secukupnya.
  • Tahan uji tahan lama daya bekerja.
  • Perumahan harus dalam keadaan bersih.
  • Sinar matahari dan hawa sejuk harus mencukupi.
  • Tidur malam hanya beberapa meter persegi.
  • Kerja dan istirahat janganlah melampaui batas aturlah sendiri.
  • Hati-hatilah bicara dan cerdaslah berpikir.
  • Tiap-tiap pekerjaan sudah dibagi mendetil.
  • Kesalahan sedikitpun akan luas akibatnya tak berakhir.
  • Bersainglah cepat-cepat jangan terlambat dan terkucil.
  • Sopan santun (gentle) tak bergara-gara.
  • Dengan sungguh-sungguh giatlah bekerja saja.
  • Hati mantap mendapatkan lindungan dewa-dewa.
  • Tak terletak paa banyaknya HIO atau lilin-lilinnya.
  • SIU TAO (semedi) menenangkan hati sanubari anda.
  • Gerak diam jangan terlalu kelewat batasnya.
  • Mengerti TAO (peraturan-peraturan) digemari sesama.
  • Cepat-cepat jangan ragu-ragu hingga lewat saatnya.

(13)

  • Ajaib sungguh cara latih badan THAY SANG LAUW CIN Maha Dewa.
  • Menyehatkan badan sungguh gaib hasil-hasilnya.
  • Luar biasa mengherankan dunia.
  • Badan sehat menambah sehat pikiran pula.
  • Keuletan dapat mengalahan kekerasan.
  • Ulet dan keras harus diseimbangkan.
  • Keras barulah memakai kekerasan.
  • Menghadapi segala haruslah memakai akal pikiran.
  • Betul adalah tetap betul.
  • Salah adalah tetap salah.
  • Bandel dimusuhkan bandel pula.
  • Aturan dihadapi aturan saja.
  • Membanggakan diri sering datangkan rugi.
  • Merendahkan diri tak hilang apapun sejari.
  • Kalau pandai jangan menonjol-nonjolkan diri.
  • Yang pandai ilmu tinggi biasanya seperti terendah tak kuat berdiri.
  • Seperti roda berputar-putar semuanya dalam dunia ini.
  • Penuh-penuh, kosong-kosong, teratur sendiri-sendiri.
  • Yang tak beraturan lebih rendah dari pada yang tinggi.
  • Yang ngawur akan layu lenyap tak tahan uji.
  • Kekerasan adalah tetap kekerasan (kekuasaan).
  • Peraturan adalah tetap peraturan.
  • Peraturan didampingi kekuasaan.
  • Cerdaslah yang paling ampuh menguasai peranan.

(14)

  • Harus duduk bersila waktu berlatihnya.
  • Belajar TAO mumpung masih muda belia.
  • Tiap hari latihan divine art dewa-dewa (THAY SANG SEN KUNG).
  • Tak berpenyakit ringan badan anda.
  • Hidup selalu banyak rintangannya.
  • Dapat berpikir adalah bawaan manusia.
  • Bebas duniawi berarti sudah habis nyawanya.
  • Mengerti TAO buah pikiran terbuka.
  • Banyak rintangan usaha-usaha.
  • Buanglah kecemasan dan nyanyilah lagu-lagu TAO saja.
  • Belajar hingga dapat berdialog dengan dewa-dewa.
  • Dewa-dewa tentu lebih perhatian padanya.
  • Hidup dikarenakan bernyawa.
  • Latihan TAO (divine art) untuk lindungi anda.
  • Sehatkanlah badan dan sayangilah nyawa.
  • Manusia harus memperhatikan rohaniah dan jasmaniah.
  • Sehari tiga kali santap hanya karena ingin kenyang saja.
  • Pesiar melihat-lihat tambah pengetahuan baru yang berguna.
  • Mode baju karena jaman dapat dirombak ubah.
  • Asal masuk diakal boleh saja diperbaharui.
  • Sebatang HIO lambang selamat jaya.
  • Menghadap dewa sujudlah di atas kepala.
  • Menghadap lainnya di depan dahi dan depan dada.
  • Dua tangan sungkem di depan atau satu saja terang cara-caranya.
Comments (View)

Melalui Pendidikan Seni dan Budaya Dalam TITD dan VIHARA, Kita Tingkatkan Kwalitas Kepribadian dan Moralitas Umat Tri Dharma.

THEMA ACARA :

TITD dan VIHARA dengan fungsi utama sebagai tempat ibadah

juga merupakan wadah pendidikan seni dan budaya.

Judul Makalah :

Melalui Pendidikan Seni dan Budaya Dalam TITD dan VIHARA (KELENTENG), Kita Tingkatkan Kwalitas Kepribadian dan Moralitas Umat Tri Dharma.

Ditulis oleh : Hendra Wijaya, Badan Pengawas PSBM Lombok.

Dalam Acara Putaran Ke 2 Pertemuan Ke IV Paguyuban TITD dan VIHARA dengan Pujaan Utama Y.M Kongco TAN HU CIN JIN, dari tanggal 27-29 Nopember 2009 di Tabanan-Bali, yang dihadiri oleh sekitar 125 orang peserta.

Seperti yang kita ketahui, bahwa keberadaan suatu TITD dan VIHARA (KELENTENG merupakan tempat ibadah bagi umat Tri Dharma. Umat Tri Dharma dalam menjalankan ritual keagamaan datang ke TITD dan VIHARA untuk mohon berkah dari para Dewa-Dewi dan juga mohon perlindugan, terutama perlindungan terhadap jiwa dan raga.

TITD dan VIHARA selain sebagai tempat ibadah juga berfungsi sebagai tempat untuk meningkatkan kemajuan para umatnya, kemajuan tersebut menyangkut kemajuan spiritual, kepribadian, moralitas dan bidang-bidang lainnya yang bisa diperoleh dengan cara mempelajari pendidikan-pendidikan yang terkandung di dalam suatu TITD dan VIHARA. Pada dasarnya pendidikan-pendidikan tersebut dapat dipetik dari pelajaran para Dewa-Dewi yang altarnya ada di dalam suatu TITD dan VIHARA, bisa berupa riwayat para Dewa-Dewi pada saat mereka hidup di dunia, cara-cara mereka menjalani dan mengarahkan kehidupan ini menuju kesempurnan yang sejati maupun dari kitab suci dari para Dewa-Dewi itu sendiri.

Kitab Suci para Dewa-Dewi sudah ada banyak tersedia di dalam TITD dan VIHARA maupun telah beredar di masyarakat, termasuk juga di Internet. Ada kitab suci Maha Dewa Thay Sang Law Cin, kitab suci Dewa Erl Lang Sen, kitab suci Dewa Kwan Sen Tee Cin, Kitab Suci Dewa Fuk Tek Cen Sen dan kitab suci-kitab suci Dewa-Dewi lainnya.

Disamping itu, kemajuan umat TITD dan VIHARA juga bisa diperoleh dari pendidikan-pendidikan yang lain, misalnya dari pendidikan agama, pendidikan kepribadian, pendidikan kesenian dan budaya, serta pendidikan-pendidikan bidang yang lain yang diberikan secara khusus oleh para senior atau yang membidangi pendidikan tersebut dalam TITD dan VIHARA.

TITD dan VIHARA bisa juga mendatangkan pembina/guru/pelatih secara khusus untuk memberikan pendidikan kesenian dan budaya secara profesional baik untuk para umatnya sendiri maupun untuk masyarakat umum yang menginginkan pendidikan tersebut. Dalam hal ini yang paling penting harus diketahui dengan jelas dan pasti, jenis pendidikan kesenian dan budaya yang layak dan yang paling cocok untuk diberikan dalam suatu TITD dan VIHARA.

Menurut pandangan kami, pendidikan kesenian dan kebudaya yang paling cocok diberikan dalam suatu TITD dan VIHARA adalah yang memiliki nilai-nilai yang dapat memberi nilai tambah yang bermanfaat untuk perkembangan kepribadian dan moralitas umatnya, sehingga setelah mempelajari pendidikan tersebut secara terus menerus, maka akan terbentuk umat Tri Dharma yang kepribadian dan moralitas-nya berkwalitas, ini adalah wujud dari perubahan kwantitas menjadi kwalitas, mereka juga bisa ada kemajuan yang berarti dalam kehidupan ini. Dan kalau bisa pendidikan kesenian dan budaya yang diberikan nanti juga bernuansa agama, mengandung unsur didikan dan berdaya cipta baru yang positif (mampu menciptakan sesuatu yang baru dan positif). Misalnya pendidikan kesenian dan budaya yang mengandung nilai untuk menjadi manusia yang berkepribadian baik, menghormati nenek moyang-nya masing-masing, menghormati tata tertib, hidup mandiri dan semangat berjuang untuk mencapai kesuksesan dan lain sebagainya.

Melalui kesempatan ini, kami memberikan sebuah contoh, ada sebuah drama singkat dengan judul : “Mengubah Batu Jadi Emas”, drama ini pernah dipentaskan di aula persahabatan Bhakti Mulia-Pao Hoa Kong, pada tanggal 15 bulan ke 5 kalender Imlek yaitu pada hari Sabtu, tanggal 14 Juni 2003, jam 20.00 Wita. Drama ini bernuansa agama dan mengandung nilai moralitas.

Comments (View)