Ditulis oleh CGJ, pada tanggal 17 Agustus 2009.
Di dalam dunia ini berlaku hukum sebab akibat, kalau kita perhatikan kejadian-kejadian dalam kehidupan sehari-hari, baik itu kejadian alam, maupun kejadian pada manusia, maka akan ada sebab dan ada akibatnya.
Pada pagi hari kita bangun, melihat Matahari terbit dari sisi Timur, kalau kita katakan ini adalah sebab, maka akibatnya terjadinya penerangan pada muka bumi dibagian tempat disinari Matahari, dan akibat yang lain adalah sisi dibelahan bumi yang lain (sisi bumi 180 derajat dari tempat disinari Matahari) akan mulai jadi malam hari, akan jadi gelap jika tidak ada lampu dan rembulan.
Adanya rembulan di langit pada malam hari akan menyebabkan permukaan bumi jadi terang, posisi rembulan di atas langit merupakan sebab dan permukaan bumi jadi terang di malam hari adalah akibatnya (pantulan cahaya matahari yang mengenai permukaan bulan).
Jika pada sore hari turun hujan rintik-rintik pada saat Matahari masih bersinar akan menampakan adanya pelangi di langit sisi Timur. Titik-titik air yang ada di udara mendapat sinar Matahari dari arah Barat merupakan sebab, timbulnya pelangi adalah akibat dari pembiasan titik-titik air di udara terhadap cahaya Matahari yang mengenainya.
Dari contoh yang diuraikan diatas adalah kejadian alam yang pernah kita pelajari di bangku sekolah pada pelajaran ilmu fisika, kejadian-kejadian tersebut di atas adalah kejadian sebab akibat dari alam yang ada dalam kehidupan sehari-hari, dan sebab akibat yang diuraikan tersebut masih sangat sederhana. Dalam kenyataan, sebab akibat yang terjadi sebenarnya sangat-sangatlah bervariasi.
Sebagai contoh : Seperti yang telah diuraikan di atas dengan adanya sinar Matahari disiang hari, maka kita ketahui akibatnya tempat yang disinari matahari jadi terang dan disisi belahan Bumi 180 derajat dari tempat teriknya sinar Matahari adalah malam hari, tapi akibatnya bukan itu saja, terik sinar Matahari di siang hari akan membuat permukaan bumi jadi panas, akan membuat air menguap dan naik ke atas menjadi kabut/awan, teriknya sinar Matahari juga akan mengakibatkan para pejalan kaki di siang bolong menjadi kepanasan, akan mengakibatkan kulit-kulit manusia yang disengat sinar Matahari terlalu lama jadi bermasalah, akan mengakibatkan baju-baju yang dicuci dan dijemur menjadi kering, akibatnya yang lain adalah kain baju yang kering dibawah teriknya sinar Matahari akan menyebabkan ada sedikit pudar warnanya, memang mata manusia sulit (tidak) melihat adanya perubahan sedikit ini, dan jika anda perhatikan suatu baju berwarna merah terang setelah berkali-kali dijemur dibawah teriknya sinar Matahari akan berubah warnanya, dari warna merah terang lama-lama berubah menjadi merah tidak terang lagi karena pudar warna merahnya…
Dan masih banyak sekali akibat-akibat yang timbul karena teriknya sinar Matahari di siang hari.
Akibat dari air-air yang menguap naik ke atas berubah menjadi kabut/awan, berarti terjadi pemindahan unsur air dari permukaan bumi (tanah, kali, sungai, laut, danau) ke udara dan perubahan wujud dari air menjadi uap air (kabut/awan). Dan sekaligus mengakibatkan berkurangnya kadar air di bumi karena telah pindah ke udara. Air yang ada di permukaan tanah karena jumlahnya terbatas menyebabkan tanah jadi kering…
Dari uraian diatas dapat kita lihat di dalam alam selalu terjadi sebab akibat, suatu sebab menimbulkan berbagai akibat dan akibat yang terjadi bisa merupakan sebab baru yang akan timbul akibat-akibat lainnnya. Dan sebab akibat yang terjadi akan secara terus-menerus berlangsung yang tak henti-hentinya.
Hukum sebab akibat tidak hanya berlaku terhadap alam saja, tetapi berlaku juga pada diri manusia. Setiap tindakan yang kita lakukan, pasti akan menimbulkan suatu reaksi baik pada diri kita sendiri, maupun pada lingkungan sekitar kita atau pada masyarakat. Ada aksi menimbulkan reaksi, ada sebab menimbulkan akibat.
Katakan saja ada segelas air di atas meja, anda pindahkan gelas air itu ke meja yang lain, ini juga ada sebab akibat-nya.
Jika kita sudah mengerti adanya hukum sebab akibat dalam kehidupan kita sehari-hari, maka untuk menghindari akibat-akibat yang tidak disenangi di waktu yang akan datang, maka kita harus senantiasa memikirkan kemungkinan akibat yang akan terjadi sebelum kita mengerjakan suatu hal.
Manusia pada umumnya tidak senang dan bisa juga takut akan akibat kurang baik yang akan menimpa dirinya, tapi tidak takut dengan sebab yang ia lakukan, sehingga sering terjadi penyesalan yang sudah terlambat.
Andaikata setiap tindakan dan pekerjaan yang kita lakukan dapat kita pikirkan dengan matang sebelum kita melaksanakannya, dan tindakan-tindakan yang kita lakukan tidak akan menimbulkan akibat yang tidak kita inginkan atau jika tindakan-tindakan yang kita lakukan akan mengakibatkan kebaikan baik pada diri sendiri maupun pada orang lain, saya yakin apa yang telah dikerjakan ada kemungkinan sudah cocok dengan TAO.