KITAB SUCI THAY SANG LAUW CIN
Dikutip dari Kitab Suci dalam buku SIU TAO Menuju Kesempurnaan.
(1)
- Sang dewa tertua pertama.
- Disebut-sebut THAY SANG LAUW CIN namanya.
- Berkali-kali turun ke dunia.
- Menciptakan TAO yang jujur menjadi aliran utama.
- Mula-mula beliau menjadi BAN KU SHE si pembuka dunia.
- Kemudian menjadi HWANG TEE raja kesatria.
- Kemudian menjadi Profesor LAUTZE ahli filsafat.
- Seterusnya makmur dan berkembanglah TAO dimana-mana.
- TAO adalah TAO yang tertinggi.
- Agung adalah yang teragung diagungi.
- Penolong manusia dan penyelamat duniawi.
- Semua aliran layak menjunjungi tinggi.
- Setiap manusia memakai TAO (aturan-aturan) sehari-hari.
- Banyak terdapat ilmu pengetahuan yang tinggi ditengah-tengah.
- Yang berarti Dewa-dewa dan Budha-budha adalah satu inti.
- Karena dapat TAO (jasa-jasa) manusia menghormati.
- Para guru besar mementingkan keberadaban dan kebudian.
- Budi pekerti dengan TAO erat bergabungan.
- Asal YING YANG timbul dari WU CIK (out of which) luar bilangan.
- WU CIK adalah sama dengan THAY CIK (the absolute) tak terbataskan.
- THAY CIK (the absolute) adalah permulaan langit dan bumi belaka.
- Abstrak kongkrit saling menjelma-jelma.
- Tumbuh musnah hanya mengikuti kodrat alam dan spirit yang tak nyata (skillful contrivance).
- Keseluruhan menjadi tak ada batasnya.
(2)
- Tombak dan tameng adalah lawan.
- Semua jenis benda dapat disatukan.
- Diam mencapai titik terakhir timbul gerakan-gerakan.
- Gerak diam adalah prinsip YIN YANG.
- Teori ilmiah sering berselisih berlawanan.
- Dapatlah dibahas degan teori YIN YANG.
- Kekuatan (power) TAO tak ada taranya.
- Sehatkan badan bersandarkan cara kedewaan (divine art).
- Berkesempatan belajar cara latihan kedewaan (divine art).
- Anggota badan oleh dewa-dewa digerak-gerakan.
- Darah mengalir teratur dalam saluran-saluran.
- Lama berlatih semua lancar tak ada yang tersumbatkan.
- Tiap manusia dapat mempelajarinya.
- Kata-kata murni (CEN YEN) daya tarik berguna.
- Dewa-dewa datang membantu anda.
- Ide belas kasih harus tetap berada.
- Para Dewa dan Budha mendapat TAO-nya (tingkatannya).
- THAY SANG LAUW CIN yang meneliti/menilai jasa-jasa.
- Kekuatan Dewa-dewa tak ada batasnya.
- Mohon kepada dewa dapatlah makmur jaya.
- SIU TAO (bertapa/mendekati dewa) langkah pertama.
- Belajarlah dulu cara pembukaannya (TAO YING SUK).
- Daya gaib menguatkan urat-urat di dalam tubuh manusia.
- Setelah badan sehat baru memuncak ke pernapasannya (breathing exercises).
(3)
- Kata-kata dan kelakuan-kelakuan mengikuti kebenaran.
- Dunia sebetulnya kepunyaan sesama.
- Hindarkanlah bertengkar serahkanlah segalanya kepada yang kuasa.
- Dunia sudah lama damai dan makmur jaya.
- Semua manusia harus belajar TAO (cara mencari dan mendekati Dewa-dewa).
- Mentaati hukum dan peraturan-peraturan akan timbul dalam sanubari anda.
- Hemat dan giat bekerja utamakan rumah tangga.
- Berfoya-foya tidak aturan jasa tidak akan ada.
- Linglung malas menggunakan pikiran.
- Bagaimana dapat belas kasih oleh dewa-dewa.
- Dewa-dewa semuanya adalah agung mulia.
- Semua bergabung dalam lingkungan THAY CIK (absolut) bermula.
- Diluar langit ke tiga puluh tiga.
- Megah perkasa sebagai istana-istana mulia (TAO SWAY KUNG).
- Maha Dewa THAY SANG LAUW CIN menempatinya.
- Menunjukkan kekuatan dewa-dewa (power of divine) yang tiada tara.
- SIU TAO (cari jalan mendekati dewa-dewa) yang utama adalah cara pembukaannya (TAO YING SUK).
- Latihan-latihan dibagi-bagi jenis dalam dan luar.
- Bersemedi datangkan ketenteraman dan kecerdasan.
- Seluruh badan dikeliling kekuatan yang tak terbayang (constitution).
- Spirituil dan materiil.
- Dua-duanya sama dipentingkan.
- Mengerti diri juga lainnya dimengertikan.
- Hingga menginjak taraf yang tinggi puncak lapisan.
(4)
- SIU TAO (menemukan jalan yang benar) harus mengerti apa yang baik dan dijalani.
- Ketemu jalan berarti peraturan-peraturan dan hukum-hukum yang berlaku sudah dimengerti.
- Mengerti itulah pedoman semula TAO.
- Belajar TAO barulah tak sesat lagi.
- Abstrak sebetulnya adalah kongkrit yang merupakan abstrak saja.
- Kehidupan sehari-hari harus mengikuti yang lazim dan biasa.
- Abstrak-abstrak menjelma-jelma akan menjadi kongkrit juga.
- Tidak berbuat berarti tidak-tidak berbuat artinya.
- TAO menguasai kongkrit dan abstrak.
- Kaum cerdas dipandang seperti kebodoh-bodohan.
- Kekuatan (power) TAO tidak terbataskan.
- TAO yang jujur mengandung kebenaran-kebenaran.
- Roh-roh jahat tak akan berani terhadap kejujuran.
- Menghadap TAO yang tinggi roh-roh jahat jadi berantakan.
- TAO yang jujur diumpamakan lautan-lautan.
- Semua aliran mengalir ke laut akhir tujuan.
- Sedikit sajalah persoalkan nama dan benda.
- Yang penting adalah keuletan dan keyakinan.
- Menyendiri akan banyak derita dan sengsara.
- Hidup begitu terang tak normal juga.
- Mengerti ajaran TAO keluarlah dari kebungungan.
- Betul tetap betul jangan disalah-salahkan.
- Belajar TAO tak ada simpang jalannya.
- Kemantapan hatilah yang menjadi pegangan.
(5)
- Derita sakit disertai sengsara.
- Harus cari dokter dan mohon kepada dewa-dewa.
- Kebodohan hingga menelan abu YU SUA (SIANG HWE).
- Tak luput jadi tawaan belaka.
- Mohon kepada Maha Dewa untuk mengusir roh-roh jahat.
- Derita sakit haruslah memakai obat.
- Takdir itu ternyata memang ada.
- Budi hati dapat sedikit merubah.
- Menurut jasa-jasa anda dapat merubah rejeki.
- Timbul karena hati wajah berseri-seri.
- Asalnya bukan turun-temurun kedudukan atau pangkat tinggi.
- Pikiran jujur dan baik budi selalu terpendam dalam hati.
- Tak satupun benda yang tak mengandung YIN YANG (dualisme).
- SIAN LI (abstruse principles/arti mendalam) adalah PHILOSOPHY.
- Maksud kedewaan dan manusiannya menjadi satu.
- Kedewaan (theology) merangkap ilmu pengetahuan (science).
- Kera besar (Antropoid apes) kuno kebetulan ada yang pandai luar biasa.
- Lama mencari jalan dapat petunjuk dewa-dewa.
- Muncullah manusia pertama menjalani TAO sesama.
- Ber-evolusi terus hingga jaman terakhir mengikuti langkah-langkah.
- Pelihara badan tak ada rahasianya.
- Penghidupan harus maju terus bergairah.
- SIU TAO bahagia laksana dewa-dewa.
- Kembalilah cepat-cepat yang tersesat di jalan-jalan bahaya.
(6)
- TAO itu adalah sesuatu yang nyata (kongkrit).
- Dikatakan abstrak sukar untuk menerimanya.
- Tiap manusia menghendaki kaya raya.
- SIU TAO akan lepas dari jurang sengsara.
- SIU TAO tak mengerti apa sebanarnya TAO.
- Seumur hiduppun akan nihil belaka.
- Dimanakah Dewa-dewa berada ?
- Antara jarak tiga meter di atas kepala.
- Anda dapat memohon datangnya dewa-dewa.
- Dapat mengupas kesulitan-kesulitan yang ada.
- Rejeki-rejeki Maha Kuasa yang memberikannya.
- Mengapa harus bersembunyi di dalam gua-gua.
- SIU TAO tidak memelihara badannya.
- Dewa-dewa pun melihat jadi kecewa.
- Di dalam gua-gua tidak bersembunyi dewa-dewa.
- Selalu berbudi akan tinggi jasa.
- SIU TAO mencapai tingkat tinggi dapat kegaiban.
- Sesuatu keanehan atau keunggulan akan luar biasa.
- Mencari harta benda tempuhlah jalan kebenaran.
- Belajar TAO utamakan kebaktian.
- Tingkatkanlah kesehatan jasmani dan rohani.
- Dua-duanya prihain panjang usia terjadi.
- Mohon (sembahyang) kepada Maha Dewa maju selangkah lagi.
- SIU TAO patuh ada kejodohan (affinity) mendekat lebih-lebih.
(7)
- Dewa-dewa dan Budha-budha rupawan semua.
- Haruslah diteliti keagungan dan kemuliaannya.
- Menggambar-melukis menjadikan jelek rupa tak sedap dipandang mata.
- Berarti menodai tentu akan berdosa.
- Anak cucu berbuat kebajikan dan berjasa.
- Nenek moyang selalu bergembira.
- Foya-foya membakar “rumah-rumah kertas” (LING WUK)
- Karena bodoh dan tidak ada pengertian belaka.
- Kesabaran dan kelakuan baik merupakan kebajikan (amal bakti).
- Telitilah segala secermat-cermatnya.
- Tunduk kepada orang tua haruslah di masa muda.
- Bibit baik adalah sumber baik pula.
- Belajar TAO dibagi dalam tahap ke tahap.
- Carilah guru mempelajari cara pembukaannya (TAO YING SUK).
- Tak mendapatkan guru menempuh jalan ke dua.
- Cara semedi dipakai terpaksa.
- Rohani, jasmani dan pikiran tiga bersatu.
- Pendidik penggerak berpadu.
- Sukma asli mendapatkan tenaga gaib gayu.
- Roh jahat tak dapat menembus selubung baju.
- Hidup itu adalah bersaingan.
- Ketentuan-ketentuan yang kuasa (destiny) tiap hari membaru.
- Tidaklah negatif bila SIU TAO (belajar ilmu TAO).
- Negatif akan menyesatkan rakyat seluruh.
(8)
- SIU TAO mempelajari kekuatan gaib (divine art).
- Menolong manusia keluar dari kesesatan.
- Menghina merusak mendatangkan malapetaka.
- Sembarang bicara adalah setengah gila.
- Kekuatan gaib (divine art) diumpamakan kekuatan listrik.
- Mata biasa tak dapat memandang wujudnya.
- Membuktikan cukup dengan cara pembukaannya (TAO YING SUK).
- Semua manusia mempunyai hasrat belajar ilmu kedewaan (divine art TAO).
- Dapat mengetahui kejadian-kejadian di dunia.
- Dewa-dewa tak perlu memperlihatkan bentuk kongkrit dirinya.
- SIU TAO belajar kekuatan TAO FAK (divine power).
- Rejeki akan mengungguli sesama.
- Di sorga ada peraturan-peraturan sorga.
- Manusia ada takdirnya.
- Ketemu cara mendekati dewa-dewa (TAO).
- Nasib yang keruh dapat jernih juga.
- Kaya raya seperti sekuntum bunga.
- Angin salju tak mengerti apa-apa.
- Bunga mekar ada waktu-waktunya.
- Belajar TAO mohon kepada dewa-dewa barulah akan selamat selamanya.
- Kehidupan seperti biasa saja.
- Giatlah jadi manusia yang berguna.
- Rumah susun tinggi mula-mula dari dataran juga.
- SIU TAO dapat menenangkan pikiran anda.
(9)
- Klenteng-klenteng adalah pos jalannya dewa-dewa.
- Harus singkat dan hikmat upacara-upacara.
- Memohon berdasarkan kemantapan hati anda.
- Sedikit barang sembahyangannya juga berfaedah.
- Adu kaya memakai HIO dan lilin-lilin besar segajah.
- Lebih baik berbuatlah amal kepada yang menderita.
- Sembahyang menyajikan ikan dan daging di atas meja.
- Tanda tidak mengerti apa kehendak para Dewa dan Budha.
- Si penjaga kelenteng harus mengerti TAO (aturan-aturan/pengertidan tentang dewa-dewa).
- Jangan sembarang bicara menyesatkan tamu-tamunya.
- Apa lagi memakai nama dewa-dewa.
- Berbicara tanpa pikir adalah ngawut belaka.
- Ide budi beramal selalu dalam hati.
- Para Dewa dan Budha tentu menyenangi.
- Manusia mengejar kedudukan, umur panjang dan rejeki.
- Maha Dewa lah yang paling welas asih.
- SIU TAO mengikuti peraturan-peraturan yang layak sehari-hari.
- Rintangan akan berkurang untuk semua pekerjaan diri sendiri.
- Dapat mengetahui tiga kehidupan lampau, sekarang dan kemudian hari.
- Merubah nasibpun jalannya akan diberi.
- Diatas landasan yang kongkrit TAO berdiri.
- Ide kosong jauh dari arti inti sari.
- Arti yang mendalam bukannya sukar dimengerti.
- Salah menerima (salah tangkap) adalah kurang rendah hari.
(10)
- Belajar TAO berguna untuk semua manusia.
- Sukma-sukma asli akan naik ke sorga.
- Dewa-dewa yang menilai dosa dan jasa.
- Jasanya yang tinggi ditingkatkan jadi dewa juga.
- Tak berarti lagi berbuat aneh-aneh (to release souls from sufferring) untuk para almarhum dan almarhumah.
- Jasa-jasa semuanya dilihat masa hidupnya.
- Nenek moyang yang pernah SIU TAO ada yang jadi dewa.
- Anak cucu akan banyak rejekinya.
- Anak cucu berbuat budi dan amal.
- Jasa-jasa melebihi bertobat-tobat dan menyesal-nyesal.
- Nenek moyang dapat meringankan kesalahan-kesalahan.
- Jasanya bertambah akan dapat meningkat menjadi dewa berawal.
- Yang menentukan tingkat dewa-dewa adalah YI HWANG TA TEE (THIAN KUNG) dewa agung.
- Dewa tetaplah dewa, agung tetaplah agung.
- Ada lagi Budha-budha dan Busak-busak.
- Mendapat TAO (tingkatan) juga dapat duduk di istana Sorga yang bergabung.
- Menyebar luaskan ajaran-ajaran TAO (klenteng).
- Sekeluarga akan selamat dan banyak rejeki.
- Soal panjang pendek usia yang dikehendaki.
- SIU TAO lah dapat mengubah menurut kondisi.
- Usia pajang Dewa Usia (SOU SIAN KUNG) yang memberi.
- Semua karena sehat rohani dan jasmani.
- Menjalani TAO rejeki dan kedudukan menyertai.
- Sukma asli akan hidup abadi (eternal life).
(11)
- Sandang pangan dengan pondokan dan jalan.
- Tak dapat dihindari dalam keduniaan.
- Rajin dan hemat pokok penghidupan.
- Beranak pinak-anak cucu baik-baik seluruh turunan.
- Akan subur sabar keluarga.
- Jahat dan kejam sukar bekerja.
- Menolong orang dahulukan menolong diri kita.
- Menyebar TAO (ajaran klenteng) adalah taman bahagia.
- TAO bukan memandang matahari atau rembulan.
- Matahari dan rembulan hanya benda alam saja.
- Dalam semua tubuh manusia bersembunyi sukma-sukma.
- Bagaikan manusia menghuni rumah-rumah.
- Badan diumpamakan rumah.
- Sedikit demi sedikit tambal dan jagalah supaya tetep kuat.
- Tiap hari latihan gerak badan TAO (divine art).
- Mencapai usia lanjut bukan apa-apa.
- Pembawaan dapat mendengar suara dewa-dewa.
- Lingkaran kecil melingkar menjadi besar.
- Pembawaan mata gaib penglihatan.
- Ribuan kilo meter tak ada halangan.
- Semua pekerjaan diayomi dewa-dewa.
- Penghidupan tak akan sengsara.
- Hidup manusia ada jalan yang lapang juga.
- SIU TAO dapat memperpanjang usia.
(12)
- Jaga kesehatan badan bagian dalam diutamakan.
- Kelebihan gizi dan lemak mudah menimbulkan penyakit jadi siksaan.
- Hari ulang tahun masing-masing tak makan daging-dagingan.
- Tahun ke tahun dilalui dengan gampang.
- Makan minum secara sederhana.
- Lebih baik dari pada banyak daging ikan dan lemaknya.
- Perhatikan vitamin-vitamin dan mineral-mineral secukupnya.
- Tahan uji tahan lama daya bekerja.
- Perumahan harus dalam keadaan bersih.
- Sinar matahari dan hawa sejuk harus mencukupi.
- Tidur malam hanya beberapa meter persegi.
- Kerja dan istirahat janganlah melampaui batas aturlah sendiri.
- Hati-hatilah bicara dan cerdaslah berpikir.
- Tiap-tiap pekerjaan sudah dibagi mendetil.
- Kesalahan sedikitpun akan luas akibatnya tak berakhir.
- Bersainglah cepat-cepat jangan terlambat dan terkucil.
- Sopan santun (gentle) tak bergara-gara.
- Dengan sungguh-sungguh giatlah bekerja saja.
- Hati mantap mendapatkan lindungan dewa-dewa.
- Tak terletak paa banyaknya HIO atau lilin-lilinnya.
- SIU TAO (semedi) menenangkan hati sanubari anda.
- Gerak diam jangan terlalu kelewat batasnya.
- Mengerti TAO (peraturan-peraturan) digemari sesama.
- Cepat-cepat jangan ragu-ragu hingga lewat saatnya.
(13)
- Ajaib sungguh cara latih badan THAY SANG LAUW CIN Maha Dewa.
- Menyehatkan badan sungguh gaib hasil-hasilnya.
- Luar biasa mengherankan dunia.
- Badan sehat menambah sehat pikiran pula.
- Keuletan dapat mengalahan kekerasan.
- Ulet dan keras harus diseimbangkan.
- Keras barulah memakai kekerasan.
- Menghadapi segala haruslah memakai akal pikiran.
- Betul adalah tetap betul.
- Salah adalah tetap salah.
- Bandel dimusuhkan bandel pula.
- Aturan dihadapi aturan saja.
- Membanggakan diri sering datangkan rugi.
- Merendahkan diri tak hilang apapun sejari.
- Kalau pandai jangan menonjol-nonjolkan diri.
- Yang pandai ilmu tinggi biasanya seperti terendah tak kuat berdiri.
- Seperti roda berputar-putar semuanya dalam dunia ini.
- Penuh-penuh, kosong-kosong, teratur sendiri-sendiri.
- Yang tak beraturan lebih rendah dari pada yang tinggi.
- Yang ngawur akan layu lenyap tak tahan uji.
- Kekerasan adalah tetap kekerasan (kekuasaan).
- Peraturan adalah tetap peraturan.
- Peraturan didampingi kekuasaan.
- Cerdaslah yang paling ampuh menguasai peranan.
(14)
- Harus duduk bersila waktu berlatihnya.
- Belajar TAO mumpung masih muda belia.
- Tiap hari latihan divine art dewa-dewa (THAY SANG SEN KUNG).
- Tak berpenyakit ringan badan anda.
- Hidup selalu banyak rintangannya.
- Dapat berpikir adalah bawaan manusia.
- Bebas duniawi berarti sudah habis nyawanya.
- Mengerti TAO buah pikiran terbuka.
- Banyak rintangan usaha-usaha.
- Buanglah kecemasan dan nyanyilah lagu-lagu TAO saja.
- Belajar hingga dapat berdialog dengan dewa-dewa.
- Dewa-dewa tentu lebih perhatian padanya.
- Hidup dikarenakan bernyawa.
- Latihan TAO (divine art) untuk lindungi anda.
- Sehatkanlah badan dan sayangilah nyawa.
- Manusia harus memperhatikan rohaniah dan jasmaniah.
- Sehari tiga kali santap hanya karena ingin kenyang saja.
- Pesiar melihat-lihat tambah pengetahuan baru yang berguna.
- Mode baju karena jaman dapat dirombak ubah.
- Asal masuk diakal boleh saja diperbaharui.
- Sebatang HIO lambang selamat jaya.
- Menghadap dewa sujudlah di atas kepala.
- Menghadap lainnya di depan dahi dan depan dada.
- Dua tangan sungkem di depan atau satu saja terang cara-caranya.


