CenJing (正清)

正本清源
正其本 則末自正
清其源 則流自清

Links

Subscribe by Email



Email : cenjing@cenjing.com

Dijual sebidang Tanah Pekarangan di Jalan menuju pelabuhan Lembar di Lombok. Disekitar tanah tersebut terdapat banyak rumah walet. Sertifikat : Hak Milik. Bagi yang berminat dapat menghubungi 081.836.2518.

Dijual Tanah Di Senggigi, daerah Wisata di Lombok. Sertifikat Hak Milik, luas tanah : 16.335 m2. Untuk informasi lebih lengkap silahkan visit : www.supermulty.com. Bagi yang berminat, dapat menghubungi : 081.836.2518.

www.supermulty.com
Tue Feb 23
Dijual Tanah Di Daerah Wisata Seggigi-Lombok.
Luas Tanah : 16.335 m2
Sertifikat : Hak Milik
Untuk lebih jelas informasi mengenai tanah ini, silahkan visit : www.supermulty.com
Bagi yang berminat membeli tanah ini, dapat menghubungi kami di HP.:081.836.2518

Dijual Tanah Di Daerah Wisata Seggigi-Lombok.

Luas Tanah : 16.335 m2

Sertifikat : Hak Milik

Untuk lebih jelas informasi mengenai tanah ini, silahkan visit : www.supermulty.com

Bagi yang berminat membeli tanah ini, dapat menghubungi kami di HP.:081.836.2518

Comments (View)
Sun Dec 20
GAMBAR/LUKISAN DEWI KWAN IN
Ditulis oleh CenJing pada tanggal 20 Desember 2009.
Gambar Dewi Kwan In banyak dilukis oleh para seniman, ada yang menggambar Dewi Kwan In berdiri di atas bunga teratai (lotus), ada yang menggambar Dewi duduk di atas bunga teratai, ada juga yang menggambar Dewi berdiri di atas seekor Naga, dll.
Gambar di atas dilukis oleh seorang seniman dengan menggambar Dewi Kwan In berdiri di atas bunga teratai, di depan Dewi ada seorang anak berbaju merah (ini mungkin gambar dari Hung Hai Erl) yang sedang menyembah-Nya dan dibelakang Dewi nampak ada seekor Naga.
Gambar Dewi Kwan In dilukis oleh para seniman berdiri atau duduk di atas bunga teratai mungkin mempunyai alasan tertentu.
Banyak tulisan dalam buku-buku yang memberi alasan tentang Dewi Kwan In digambar berdiri/duduk di atas bunga teratai, dari tulisan yang pernah dibaca oleh penulis kira-kira alasannya sebagai berikut :
Bunga teratai adalah bunga yang dapat hidup di air yang bersih maupun di dalam lumpur. Bunga teratai yang tumbuh keluar dari air maupun dari lumpur, kondisi bunganya TETAP BERSIH, tidak tercemar oleh lumpur walaupun tumbuh keluar dari dalam lumpur.
Mungkin inilah alasan dari para pelukis yang melukis Dewi Kwan In berdiri atau duduk di atas bunga teratai. Apakah anda mengetahui alasan lainnya ?
Dan apa alasan dari para pelukis yang menggambar Dewi Kwan In berdiri di atas seekor naga ?

GAMBAR/LUKISAN DEWI KWAN IN

Ditulis oleh CenJing pada tanggal 20 Desember 2009.

Gambar Dewi Kwan In banyak dilukis oleh para seniman, ada yang menggambar Dewi Kwan In berdiri di atas bunga teratai (lotus), ada yang menggambar Dewi duduk di atas bunga teratai, ada juga yang menggambar Dewi berdiri di atas seekor Naga, dll.

Gambar di atas dilukis oleh seorang seniman dengan menggambar Dewi Kwan In berdiri di atas bunga teratai, di depan Dewi ada seorang anak berbaju merah (ini mungkin gambar dari Hung Hai Erl) yang sedang menyembah-Nya dan dibelakang Dewi nampak ada seekor Naga.

Gambar Dewi Kwan In dilukis oleh para seniman berdiri atau duduk di atas bunga teratai mungkin mempunyai alasan tertentu.

Banyak tulisan dalam buku-buku yang memberi alasan tentang Dewi Kwan In digambar berdiri/duduk di atas bunga teratai, dari tulisan yang pernah dibaca oleh penulis kira-kira alasannya sebagai berikut :

Bunga teratai adalah bunga yang dapat hidup di air yang bersih maupun di dalam lumpur. Bunga teratai yang tumbuh keluar dari air maupun dari lumpur, kondisi bunganya TETAP BERSIH, tidak tercemar oleh lumpur walaupun tumbuh keluar dari dalam lumpur.

Mungkin inilah alasan dari para pelukis yang melukis Dewi Kwan In berdiri atau duduk di atas bunga teratai. Apakah anda mengetahui alasan lainnya ?

Dan apa alasan dari para pelukis yang menggambar Dewi Kwan In berdiri di atas seekor naga ?

Comments (View)
Mon Nov 30

KITAB SUCI THAY SANG LAUW CIN

Dikutip dari Kitab Suci dalam buku SIU TAO Menuju Kesempurnaan.

(1)

  • Sang dewa tertua pertama.
  • Disebut-sebut THAY SANG LAUW CIN namanya.
  • Berkali-kali turun ke dunia.
  • Menciptakan TAO yang jujur menjadi aliran utama.
  • Mula-mula beliau menjadi BAN KU SHE si pembuka dunia.
  • Kemudian menjadi HWANG TEE raja kesatria.
  • Kemudian menjadi Profesor LAUTZE ahli filsafat.
  • Seterusnya makmur dan berkembanglah TAO dimana-mana.
  • TAO adalah TAO yang tertinggi.
  • Agung adalah yang teragung diagungi.
  • Penolong manusia dan penyelamat duniawi.
  • Semua aliran layak menjunjungi tinggi.
  • Setiap manusia memakai TAO (aturan-aturan) sehari-hari.
  • Banyak terdapat ilmu pengetahuan yang tinggi ditengah-tengah.
  • Yang berarti Dewa-dewa dan Budha-budha adalah satu inti.
  • Karena dapat TAO (jasa-jasa) manusia menghormati.
  • Para guru besar mementingkan keberadaban dan kebudian.
  • Budi pekerti dengan TAO erat bergabungan.
  • Asal YING YANG timbul dari WU CIK (out of which) luar bilangan.
  • WU CIK adalah sama dengan THAY CIK (the absolute) tak terbataskan.
  • THAY CIK (the absolute) adalah permulaan langit dan bumi belaka.
  • Abstrak kongkrit saling menjelma-jelma.
  • Tumbuh musnah hanya mengikuti kodrat alam dan spirit yang tak nyata (skillful contrivance).
  • Keseluruhan menjadi tak ada batasnya.

(2)

  • Tombak dan tameng adalah lawan.
  • Semua jenis benda dapat disatukan.
  • Diam mencapai titik terakhir timbul gerakan-gerakan.
  • Gerak diam adalah prinsip YIN YANG.
  • Teori ilmiah sering berselisih berlawanan.
  • Dapatlah dibahas degan teori YIN YANG.
  • Kekuatan (power) TAO tak ada taranya.
  • Sehatkan badan bersandarkan cara kedewaan (divine art).
  • Berkesempatan belajar cara latihan kedewaan (divine art).
  • Anggota badan oleh dewa-dewa digerak-gerakan.
  • Darah mengalir teratur dalam saluran-saluran.
  • Lama berlatih semua lancar tak ada yang tersumbatkan.
  • Tiap manusia dapat mempelajarinya.
  • Kata-kata murni (CEN YEN) daya tarik berguna.
  • Dewa-dewa datang membantu anda.
  • Ide belas kasih harus tetap berada.
  • Para Dewa dan Budha mendapat TAO-nya (tingkatannya).
  • THAY SANG LAUW CIN yang meneliti/menilai jasa-jasa.
  • Kekuatan Dewa-dewa tak ada batasnya.
  • Mohon kepada dewa dapatlah makmur jaya.
  • SIU TAO (bertapa/mendekati dewa) langkah pertama.
  • Belajarlah dulu cara pembukaannya (TAO YING SUK).
  • Daya gaib menguatkan urat-urat di dalam tubuh manusia.
  • Setelah badan sehat baru memuncak ke pernapasannya (breathing exercises).

(3)

  • Kata-kata dan kelakuan-kelakuan mengikuti kebenaran.
  • Dunia sebetulnya kepunyaan sesama.
  • Hindarkanlah bertengkar serahkanlah segalanya kepada yang kuasa.
  • Dunia sudah lama damai dan makmur jaya.
  • Semua manusia harus belajar TAO (cara mencari dan mendekati Dewa-dewa).
  • Mentaati hukum dan peraturan-peraturan akan timbul dalam sanubari anda.
  • Hemat dan giat bekerja utamakan rumah tangga.
  • Berfoya-foya tidak aturan jasa tidak akan ada.
  • Linglung malas menggunakan pikiran.
  • Bagaimana dapat belas kasih oleh dewa-dewa.
  • Dewa-dewa semuanya adalah agung mulia.
  • Semua bergabung dalam lingkungan THAY CIK (absolut) bermula.
  • Diluar langit ke tiga puluh tiga.
  • Megah perkasa sebagai istana-istana mulia (TAO SWAY KUNG).
  • Maha Dewa THAY SANG LAUW CIN menempatinya.
  • Menunjukkan kekuatan dewa-dewa (power of divine) yang tiada tara.
  • SIU TAO (cari jalan mendekati dewa-dewa) yang utama adalah cara pembukaannya (TAO YING SUK).
  • Latihan-latihan dibagi-bagi jenis dalam dan luar.
  • Bersemedi datangkan ketenteraman dan kecerdasan.
  • Seluruh badan dikeliling kekuatan yang tak terbayang (constitution).
  • Spirituil dan materiil.
  • Dua-duanya sama dipentingkan.
  • Mengerti diri juga lainnya dimengertikan.
  • Hingga menginjak taraf yang tinggi puncak lapisan.

(4)

  • SIU TAO (menemukan jalan yang benar) harus mengerti apa yang baik dan dijalani.
  • Ketemu jalan berarti peraturan-peraturan dan hukum-hukum yang berlaku sudah dimengerti.
  • Mengerti itulah pedoman semula TAO.
  • Belajar TAO barulah tak sesat lagi.
  • Abstrak sebetulnya adalah kongkrit yang merupakan abstrak saja.
  • Kehidupan sehari-hari harus mengikuti yang lazim dan biasa.
  • Abstrak-abstrak menjelma-jelma akan menjadi kongkrit juga.
  • Tidak berbuat berarti tidak-tidak berbuat artinya.
  • TAO menguasai kongkrit dan abstrak.
  • Kaum cerdas dipandang seperti kebodoh-bodohan.
  • Kekuatan (power) TAO tidak terbataskan.
  • TAO yang jujur mengandung kebenaran-kebenaran.
  • Roh-roh jahat tak akan berani terhadap kejujuran.
  • Menghadap TAO yang tinggi roh-roh jahat jadi berantakan.
  • TAO yang jujur diumpamakan lautan-lautan.
  • Semua aliran mengalir ke laut akhir tujuan.
  • Sedikit sajalah persoalkan nama dan benda.
  • Yang penting adalah keuletan dan keyakinan.
  • Menyendiri akan banyak derita dan sengsara.
  • Hidup begitu terang tak normal juga.
  • Mengerti ajaran TAO keluarlah dari kebungungan.
  • Betul tetap betul jangan disalah-salahkan.
  • Belajar TAO tak ada simpang jalannya.
  • Kemantapan hatilah yang menjadi pegangan.

(5)

  • Derita sakit disertai sengsara.
  • Harus cari dokter dan mohon kepada dewa-dewa.
  • Kebodohan hingga menelan abu YU SUA (SIANG HWE).
  • Tak luput jadi tawaan belaka.
  • Mohon kepada Maha Dewa untuk mengusir roh-roh jahat.
  • Derita sakit haruslah memakai obat.
  • Takdir itu ternyata memang ada.
  • Budi hati dapat sedikit merubah.
  • Menurut jasa-jasa anda dapat merubah rejeki.
  • Timbul karena hati wajah berseri-seri.
  • Asalnya bukan turun-temurun kedudukan atau pangkat tinggi.
  • Pikiran jujur dan baik budi selalu terpendam dalam hati.
  • Tak satupun benda yang tak mengandung YIN YANG (dualisme).
  • SIAN LI (abstruse principles/arti mendalam) adalah PHILOSOPHY.
  • Maksud kedewaan dan manusiannya menjadi satu.
  • Kedewaan (theology) merangkap ilmu pengetahuan (science).
  • Kera besar (Antropoid apes) kuno kebetulan ada yang pandai luar biasa.
  • Lama mencari jalan dapat petunjuk dewa-dewa.
  • Muncullah manusia pertama menjalani TAO sesama.
  • Ber-evolusi terus hingga jaman terakhir mengikuti langkah-langkah.
  • Pelihara badan tak ada rahasianya.
  • Penghidupan harus maju terus bergairah.
  • SIU TAO bahagia laksana dewa-dewa.
  • Kembalilah cepat-cepat yang tersesat di jalan-jalan bahaya.

(6)

  • TAO itu adalah sesuatu yang nyata (kongkrit).
  • Dikatakan abstrak sukar untuk menerimanya.
  • Tiap manusia menghendaki kaya raya.
  • SIU TAO akan lepas dari jurang sengsara.
  • SIU TAO tak mengerti apa sebanarnya TAO.
  • Seumur hiduppun akan nihil belaka.
  • Dimanakah Dewa-dewa berada ?
  • Antara jarak tiga meter di atas kepala.
  • Anda dapat memohon datangnya dewa-dewa.
  • Dapat mengupas kesulitan-kesulitan yang ada.
  • Rejeki-rejeki Maha Kuasa yang memberikannya.
  • Mengapa harus bersembunyi di dalam gua-gua.
  • SIU TAO tidak memelihara badannya.
  • Dewa-dewa pun melihat jadi kecewa.
  • Di dalam gua-gua tidak bersembunyi dewa-dewa.
  • Selalu berbudi akan tinggi jasa.
  • SIU TAO mencapai tingkat tinggi dapat kegaiban.
  • Sesuatu keanehan atau keunggulan akan luar biasa.
  • Mencari harta benda tempuhlah jalan kebenaran.
  • Belajar TAO utamakan kebaktian.
  • Tingkatkanlah kesehatan jasmani dan rohani.
  • Dua-duanya prihain panjang usia terjadi.
  • Mohon (sembahyang) kepada Maha Dewa maju selangkah lagi.
  • SIU TAO patuh ada kejodohan (affinity) mendekat lebih-lebih.

(7)

  • Dewa-dewa dan Budha-budha rupawan semua.
  • Haruslah diteliti keagungan dan kemuliaannya.
  • Menggambar-melukis menjadikan jelek rupa tak sedap dipandang mata.
  • Berarti menodai tentu akan berdosa.
  • Anak cucu berbuat kebajikan dan berjasa.
  • Nenek moyang selalu bergembira.
  • Foya-foya membakar “rumah-rumah kertas” (LING WUK)
  • Karena bodoh dan tidak ada pengertian belaka.
  • Kesabaran dan kelakuan baik merupakan kebajikan (amal bakti).
  • Telitilah segala secermat-cermatnya.
  • Tunduk kepada orang tua haruslah di masa muda.
  • Bibit baik adalah sumber baik pula.
  • Belajar TAO dibagi dalam tahap ke tahap.
  • Carilah guru mempelajari cara pembukaannya (TAO YING SUK).
  • Tak mendapatkan guru menempuh jalan ke dua.
  • Cara semedi dipakai terpaksa.
  • Rohani, jasmani dan pikiran tiga bersatu.
  • Pendidik penggerak berpadu.
  • Sukma asli mendapatkan tenaga gaib gayu.
  • Roh jahat tak dapat menembus selubung baju.
  • Hidup itu adalah bersaingan.
  • Ketentuan-ketentuan yang kuasa (destiny) tiap hari membaru.
  • Tidaklah negatif bila SIU TAO (belajar ilmu TAO).
  • Negatif akan menyesatkan rakyat seluruh.

(8)

  • SIU TAO mempelajari kekuatan gaib (divine art).
  • Menolong manusia keluar dari kesesatan.
  • Menghina merusak mendatangkan malapetaka.
  • Sembarang bicara adalah setengah gila.
  • Kekuatan gaib (divine art) diumpamakan kekuatan listrik.
  • Mata biasa tak dapat memandang wujudnya.
  • Membuktikan cukup dengan cara pembukaannya (TAO YING SUK).
  • Semua manusia mempunyai hasrat belajar ilmu kedewaan (divine art TAO).
  • Dapat mengetahui kejadian-kejadian di dunia.
  • Dewa-dewa tak perlu memperlihatkan bentuk kongkrit dirinya.
  • SIU TAO belajar kekuatan TAO FAK (divine power).
  • Rejeki akan mengungguli sesama.
  • Di sorga ada peraturan-peraturan sorga.
  • Manusia ada takdirnya.
  • Ketemu cara mendekati dewa-dewa (TAO).
  • Nasib yang keruh dapat jernih juga.
  • Kaya raya seperti sekuntum bunga.
  • Angin salju tak mengerti apa-apa.
  • Bunga mekar ada waktu-waktunya.
  • Belajar TAO mohon kepada dewa-dewa barulah akan selamat selamanya.
  • Kehidupan seperti biasa saja.
  • Giatlah jadi manusia yang berguna.
  • Rumah susun tinggi mula-mula dari dataran juga.
  • SIU TAO dapat menenangkan pikiran anda.

(9)

  • Klenteng-klenteng adalah pos jalannya dewa-dewa.
  • Harus singkat dan hikmat upacara-upacara.
  • Memohon berdasarkan kemantapan hati anda.
  • Sedikit barang sembahyangannya juga berfaedah.
  • Adu kaya memakai HIO dan lilin-lilin besar segajah.
  • Lebih baik berbuatlah amal kepada yang menderita.
  • Sembahyang menyajikan ikan dan daging di atas meja.
  • Tanda tidak mengerti apa kehendak para Dewa dan Budha.
  • Si penjaga kelenteng harus mengerti TAO (aturan-aturan/pengertidan tentang dewa-dewa).
  • Jangan sembarang bicara menyesatkan tamu-tamunya.
  • Apa lagi memakai nama dewa-dewa.
  • Berbicara tanpa pikir adalah ngawut belaka.
  • Ide budi beramal selalu dalam hati.
  • Para Dewa dan Budha tentu menyenangi.
  • Manusia mengejar kedudukan, umur panjang dan rejeki.
  • Maha Dewa lah yang paling welas asih.
  • SIU TAO mengikuti peraturan-peraturan yang layak sehari-hari.
  • Rintangan akan berkurang untuk semua pekerjaan diri sendiri.
  • Dapat mengetahui tiga kehidupan lampau, sekarang dan kemudian hari.
  • Merubah nasibpun jalannya akan diberi.
  • Diatas landasan yang kongkrit TAO berdiri.
  • Ide kosong jauh dari arti inti sari.
  • Arti yang mendalam bukannya sukar dimengerti.
  • Salah menerima (salah tangkap) adalah kurang rendah hari.

(10)

  • Belajar TAO berguna untuk semua manusia.
  • Sukma-sukma asli akan naik ke sorga.
  • Dewa-dewa yang menilai dosa dan jasa.
  • Jasanya yang tinggi ditingkatkan jadi dewa juga.
  • Tak berarti lagi berbuat aneh-aneh (to release souls from sufferring) untuk para almarhum dan almarhumah.
  • Jasa-jasa semuanya dilihat masa hidupnya.
  • Nenek moyang yang pernah SIU TAO ada yang jadi dewa.
  • Anak cucu akan banyak rejekinya.
  • Anak cucu berbuat budi dan amal.
  • Jasa-jasa melebihi bertobat-tobat dan menyesal-nyesal.
  • Nenek moyang dapat meringankan kesalahan-kesalahan.
  • Jasanya bertambah akan dapat meningkat menjadi dewa berawal.
  • Yang menentukan tingkat dewa-dewa adalah YI HWANG TA TEE (THIAN KUNG) dewa agung.
  • Dewa tetaplah dewa, agung tetaplah agung.
  • Ada lagi Budha-budha dan Busak-busak.
  • Mendapat TAO (tingkatan) juga dapat duduk di istana Sorga yang bergabung.
  • Menyebar luaskan ajaran-ajaran TAO (klenteng).
  • Sekeluarga akan selamat dan banyak rejeki.
  • Soal panjang pendek usia yang dikehendaki.
  • SIU TAO lah dapat mengubah menurut kondisi.
  • Usia pajang Dewa Usia (SOU SIAN KUNG) yang memberi.
  • Semua karena sehat rohani dan jasmani.
  • Menjalani TAO rejeki dan kedudukan menyertai.
  • Sukma asli akan hidup abadi (eternal life).

(11)

  • Sandang pangan dengan pondokan dan jalan.
  • Tak dapat dihindari dalam keduniaan.
  • Rajin dan hemat pokok penghidupan.
  • Beranak pinak-anak cucu baik-baik seluruh turunan.
  • Akan subur sabar keluarga.
  • Jahat dan kejam sukar bekerja.
  • Menolong orang dahulukan menolong diri kita.
  • Menyebar TAO (ajaran klenteng) adalah taman bahagia.
  • TAO bukan memandang matahari atau rembulan.
  • Matahari dan rembulan hanya benda alam saja.
  • Dalam semua tubuh manusia bersembunyi sukma-sukma.
  • Bagaikan manusia menghuni rumah-rumah.
  • Badan diumpamakan rumah.
  • Sedikit demi sedikit tambal dan jagalah supaya tetep kuat.
  • Tiap hari latihan gerak badan TAO (divine art).
  • Mencapai usia lanjut bukan apa-apa.
  • Pembawaan dapat mendengar suara dewa-dewa.
  • Lingkaran kecil melingkar menjadi besar.
  • Pembawaan mata gaib penglihatan.
  • Ribuan kilo meter tak ada halangan.
  • Semua pekerjaan diayomi dewa-dewa.
  • Penghidupan tak akan sengsara.
  • Hidup manusia ada jalan yang lapang juga.
  • SIU TAO dapat memperpanjang usia.

(12)

  • Jaga kesehatan badan bagian dalam diutamakan.
  • Kelebihan gizi dan lemak mudah menimbulkan penyakit jadi siksaan.
  • Hari ulang tahun masing-masing tak makan daging-dagingan.
  • Tahun ke tahun dilalui dengan gampang.
  • Makan minum secara sederhana.
  • Lebih baik dari pada banyak daging ikan dan lemaknya.
  • Perhatikan vitamin-vitamin dan mineral-mineral secukupnya.
  • Tahan uji tahan lama daya bekerja.
  • Perumahan harus dalam keadaan bersih.
  • Sinar matahari dan hawa sejuk harus mencukupi.
  • Tidur malam hanya beberapa meter persegi.
  • Kerja dan istirahat janganlah melampaui batas aturlah sendiri.
  • Hati-hatilah bicara dan cerdaslah berpikir.
  • Tiap-tiap pekerjaan sudah dibagi mendetil.
  • Kesalahan sedikitpun akan luas akibatnya tak berakhir.
  • Bersainglah cepat-cepat jangan terlambat dan terkucil.
  • Sopan santun (gentle) tak bergara-gara.
  • Dengan sungguh-sungguh giatlah bekerja saja.
  • Hati mantap mendapatkan lindungan dewa-dewa.
  • Tak terletak paa banyaknya HIO atau lilin-lilinnya.
  • SIU TAO (semedi) menenangkan hati sanubari anda.
  • Gerak diam jangan terlalu kelewat batasnya.
  • Mengerti TAO (peraturan-peraturan) digemari sesama.
  • Cepat-cepat jangan ragu-ragu hingga lewat saatnya.

(13)

  • Ajaib sungguh cara latih badan THAY SANG LAUW CIN Maha Dewa.
  • Menyehatkan badan sungguh gaib hasil-hasilnya.
  • Luar biasa mengherankan dunia.
  • Badan sehat menambah sehat pikiran pula.
  • Keuletan dapat mengalahan kekerasan.
  • Ulet dan keras harus diseimbangkan.
  • Keras barulah memakai kekerasan.
  • Menghadapi segala haruslah memakai akal pikiran.
  • Betul adalah tetap betul.
  • Salah adalah tetap salah.
  • Bandel dimusuhkan bandel pula.
  • Aturan dihadapi aturan saja.
  • Membanggakan diri sering datangkan rugi.
  • Merendahkan diri tak hilang apapun sejari.
  • Kalau pandai jangan menonjol-nonjolkan diri.
  • Yang pandai ilmu tinggi biasanya seperti terendah tak kuat berdiri.
  • Seperti roda berputar-putar semuanya dalam dunia ini.
  • Penuh-penuh, kosong-kosong, teratur sendiri-sendiri.
  • Yang tak beraturan lebih rendah dari pada yang tinggi.
  • Yang ngawur akan layu lenyap tak tahan uji.
  • Kekerasan adalah tetap kekerasan (kekuasaan).
  • Peraturan adalah tetap peraturan.
  • Peraturan didampingi kekuasaan.
  • Cerdaslah yang paling ampuh menguasai peranan.

(14)

  • Harus duduk bersila waktu berlatihnya.
  • Belajar TAO mumpung masih muda belia.
  • Tiap hari latihan divine art dewa-dewa (THAY SANG SEN KUNG).
  • Tak berpenyakit ringan badan anda.
  • Hidup selalu banyak rintangannya.
  • Dapat berpikir adalah bawaan manusia.
  • Bebas duniawi berarti sudah habis nyawanya.
  • Mengerti TAO buah pikiran terbuka.
  • Banyak rintangan usaha-usaha.
  • Buanglah kecemasan dan nyanyilah lagu-lagu TAO saja.
  • Belajar hingga dapat berdialog dengan dewa-dewa.
  • Dewa-dewa tentu lebih perhatian padanya.
  • Hidup dikarenakan bernyawa.
  • Latihan TAO (divine art) untuk lindungi anda.
  • Sehatkanlah badan dan sayangilah nyawa.
  • Manusia harus memperhatikan rohaniah dan jasmaniah.
  • Sehari tiga kali santap hanya karena ingin kenyang saja.
  • Pesiar melihat-lihat tambah pengetahuan baru yang berguna.
  • Mode baju karena jaman dapat dirombak ubah.
  • Asal masuk diakal boleh saja diperbaharui.
  • Sebatang HIO lambang selamat jaya.
  • Menghadap dewa sujudlah di atas kepala.
  • Menghadap lainnya di depan dahi dan depan dada.
  • Dua tangan sungkem di depan atau satu saja terang cara-caranya.
Comments (View)

Melalui Pendidikan Seni dan Budaya Dalam TITD dan VIHARA, Kita Tingkatkan Kwalitas Kepribadian dan Moralitas Umat Tri Dharma.

THEMA ACARA :

TITD dan VIHARA dengan fungsi utama sebagai tempat ibadah

juga merupakan wadah pendidikan seni dan budaya.

Judul Makalah :

Melalui Pendidikan Seni dan Budaya Dalam TITD dan VIHARA (KELENTENG), Kita Tingkatkan Kwalitas Kepribadian dan Moralitas Umat Tri Dharma.

Ditulis oleh : Hendra Wijaya, Badan Pengawas PSBM Lombok.

Dalam Acara Putaran Ke 2 Pertemuan Ke IV Paguyuban TITD dan VIHARA dengan Pujaan Utama Y.M Kongco TAN HU CIN JIN, dari tanggal 27-29 Nopember 2009 di Tabanan-Bali, yang dihadiri oleh sekitar 125 orang peserta.

Seperti yang kita ketahui, bahwa keberadaan suatu TITD dan VIHARA (KELENTENG merupakan tempat ibadah bagi umat Tri Dharma. Umat Tri Dharma dalam menjalankan ritual keagamaan datang ke TITD dan VIHARA untuk mohon berkah dari para Dewa-Dewi dan juga mohon perlindugan, terutama perlindungan terhadap jiwa dan raga.

TITD dan VIHARA selain sebagai tempat ibadah juga berfungsi sebagai tempat untuk meningkatkan kemajuan para umatnya, kemajuan tersebut menyangkut kemajuan spiritual, kepribadian, moralitas dan bidang-bidang lainnya yang bisa diperoleh dengan cara mempelajari pendidikan-pendidikan yang terkandung di dalam suatu TITD dan VIHARA. Pada dasarnya pendidikan-pendidikan tersebut dapat dipetik dari pelajaran para Dewa-Dewi yang altarnya ada di dalam suatu TITD dan VIHARA, bisa berupa riwayat para Dewa-Dewi pada saat mereka hidup di dunia, cara-cara mereka menjalani dan mengarahkan kehidupan ini menuju kesempurnan yang sejati maupun dari kitab suci dari para Dewa-Dewi itu sendiri.

Kitab Suci para Dewa-Dewi sudah ada banyak tersedia di dalam TITD dan VIHARA maupun telah beredar di masyarakat, termasuk juga di Internet. Ada kitab suci Maha Dewa Thay Sang Law Cin, kitab suci Dewa Erl Lang Sen, kitab suci Dewa Kwan Sen Tee Cin, Kitab Suci Dewa Fuk Tek Cen Sen dan kitab suci-kitab suci Dewa-Dewi lainnya.

Disamping itu, kemajuan umat TITD dan VIHARA juga bisa diperoleh dari pendidikan-pendidikan yang lain, misalnya dari pendidikan agama, pendidikan kepribadian, pendidikan kesenian dan budaya, serta pendidikan-pendidikan bidang yang lain yang diberikan secara khusus oleh para senior atau yang membidangi pendidikan tersebut dalam TITD dan VIHARA.

TITD dan VIHARA bisa juga mendatangkan pembina/guru/pelatih secara khusus untuk memberikan pendidikan kesenian dan budaya secara profesional baik untuk para umatnya sendiri maupun untuk masyarakat umum yang menginginkan pendidikan tersebut. Dalam hal ini yang paling penting harus diketahui dengan jelas dan pasti, jenis pendidikan kesenian dan budaya yang layak dan yang paling cocok untuk diberikan dalam suatu TITD dan VIHARA.

Menurut pandangan kami, pendidikan kesenian dan kebudaya yang paling cocok diberikan dalam suatu TITD dan VIHARA adalah yang memiliki nilai-nilai yang dapat memberi nilai tambah yang bermanfaat untuk perkembangan kepribadian dan moralitas umatnya, sehingga setelah mempelajari pendidikan tersebut secara terus menerus, maka akan terbentuk umat Tri Dharma yang kepribadian dan moralitas-nya berkwalitas, ini adalah wujud dari perubahan kwantitas menjadi kwalitas, mereka juga bisa ada kemajuan yang berarti dalam kehidupan ini. Dan kalau bisa pendidikan kesenian dan budaya yang diberikan nanti juga bernuansa agama, mengandung unsur didikan dan berdaya cipta baru yang positif (mampu menciptakan sesuatu yang baru dan positif). Misalnya pendidikan kesenian dan budaya yang mengandung nilai untuk menjadi manusia yang berkepribadian baik, menghormati nenek moyang-nya masing-masing, menghormati tata tertib, hidup mandiri dan semangat berjuang untuk mencapai kesuksesan dan lain sebagainya.

Melalui kesempatan ini, kami memberikan sebuah contoh, ada sebuah drama singkat dengan judul : “Mengubah Batu Jadi Emas”, drama ini pernah dipentaskan di aula persahabatan Bhakti Mulia-Pao Hoa Kong, pada tanggal 15 bulan ke 5 kalender Imlek yaitu pada hari Sabtu, tanggal 14 Juni 2003, jam 20.00 Wita. Drama ini bernuansa agama dan mengandung nilai moralitas.

Comments (View)
Wed Nov 25

唐宋詞选 (1)

菩薩蛮            无名氏

枕前发尽千般愿,要休且待青山爛,水面上秤錘浮,直待黃河彻底枯。

白日参辰現,北斗回南面,休卽未能休,且待三更見日头。

女冠子            韦庄

昨夜夜半,枕上分明梦見,語多时,依旧桃花面,頻低柳叶眉。

半羞還半喜,欲去又依依,覚來知是梦,不胜悲。

女冠子            韦庄

四月七日,正是去年今日,別君时,忍泪佯低面,含羞半斂眉。

不知魂已断,空有梦相隨,除却天边月,沒人知!

胡蠂儿            張泌

胡蠂儿,晚春时,阿娇初着淡黃衣,倚窗学画伊。

還似花间見,双双对对飞。无端和泪湿胭脂,惹教双翅垂。

相思                王維

紅豆生南囯,春來发几枝,愿君多采撷,此物最相思。

虞美人            李煜

春花秋月何时了,往事知多少!小楼昨夜又东风,故囯不堪回首月明中。

雕栏玉砌应犹在,只是朱顏改,問君能有多几多愁?恰似一江春水向东流。

天仙子            張先

水調數声持酒听,午睡醒來愁未醒。送春春去几时回?临晚鏡,伤流景,往事后期空記省。

沙上并禽池上暝,云破月來花弄影。重重翠幕密遮灯,风不定,人初靜,明日落紅应滿径。

Comments (View)
Mon Nov 16
  
道家之廟 (2)

道家之廟 (2)

Comments (View)
Thu Nov 5
  
學道之人 慈悲為懷

學道之人 慈悲為懷

Comments (View)
Wed Nov 4

HUKUM SEBAB AKIBAT

Ditulis oleh CGJ, pada tanggal 17 Agustus 2009.

Di dalam dunia ini berlaku hukum sebab akibat, kalau kita perhatikan kejadian-kejadian dalam kehidupan sehari-hari, baik itu kejadian alam, maupun kejadian pada manusia, maka akan ada sebab dan ada akibatnya.

Pada pagi hari kita bangun, melihat Matahari terbit dari sisi Timur, kalau kita katakan ini adalah sebab, maka akibatnya terjadinya penerangan pada muka bumi dibagian tempat disinari Matahari, dan akibat yang lain adalah sisi dibelahan bumi yang lain (sisi bumi 180 derajat dari tempat disinari Matahari) akan mulai jadi malam hari, akan jadi gelap jika tidak ada lampu dan rembulan.

Adanya rembulan di langit pada malam hari akan menyebabkan permukaan bumi jadi terang, posisi rembulan di atas langit merupakan sebab dan permukaan bumi jadi terang di malam hari adalah akibatnya (pantulan cahaya matahari yang mengenai permukaan bulan).

Jika pada sore hari turun hujan rintik-rintik pada saat Matahari masih bersinar akan menampakan adanya pelangi di langit sisi Timur. Titik-titik air yang ada di udara mendapat sinar Matahari dari arah Barat merupakan sebab, timbulnya pelangi adalah akibat dari pembiasan titik-titik air di udara terhadap cahaya Matahari yang mengenainya.

Dari contoh yang diuraikan diatas adalah kejadian alam yang pernah kita pelajari di bangku sekolah pada pelajaran ilmu fisika, kejadian-kejadian tersebut di atas adalah kejadian sebab akibat dari alam yang ada dalam kehidupan sehari-hari, dan sebab akibat yang diuraikan tersebut masih sangat sederhana. Dalam kenyataan, sebab akibat yang terjadi sebenarnya sangat-sangatlah bervariasi.

Sebagai contoh : Seperti yang telah diuraikan di atas dengan adanya sinar Matahari disiang hari, maka kita ketahui akibatnya tempat yang disinari matahari jadi terang dan disisi belahan Bumi 180 derajat dari tempat teriknya sinar Matahari adalah malam hari, tapi akibatnya bukan itu saja, terik sinar Matahari di siang hari akan membuat permukaan bumi jadi panas, akan membuat air menguap dan naik ke atas menjadi kabut/awan, teriknya sinar Matahari juga akan mengakibatkan para pejalan kaki di siang bolong menjadi kepanasan, akan mengakibatkan kulit-kulit manusia yang disengat sinar Matahari terlalu lama jadi bermasalah, akan mengakibatkan baju-baju yang dicuci dan dijemur menjadi kering, akibatnya yang lain adalah kain baju yang kering dibawah teriknya sinar Matahari akan menyebabkan ada sedikit pudar warnanya, memang mata manusia sulit (tidak) melihat adanya perubahan sedikit ini, dan jika anda perhatikan suatu baju berwarna merah terang setelah berkali-kali dijemur dibawah teriknya sinar Matahari akan berubah warnanya, dari warna merah terang lama-lama berubah menjadi merah tidak terang lagi karena pudar warna merahnya…

Dan masih banyak sekali akibat-akibat yang timbul karena teriknya sinar Matahari di siang hari.

Akibat dari air-air yang menguap naik ke atas berubah menjadi kabut/awan, berarti terjadi pemindahan unsur air dari permukaan bumi (tanah, kali, sungai, laut, danau) ke udara dan perubahan wujud dari air menjadi uap air (kabut/awan). Dan sekaligus mengakibatkan berkurangnya kadar air di bumi karena telah pindah ke udara. Air yang ada di permukaan tanah karena jumlahnya terbatas menyebabkan tanah jadi kering…

Dari uraian diatas dapat kita lihat di dalam alam selalu terjadi sebab akibat, suatu sebab menimbulkan berbagai akibat dan akibat yang terjadi bisa merupakan sebab baru yang akan timbul akibat-akibat lainnnya. Dan sebab akibat yang terjadi akan secara terus-menerus berlangsung yang tak henti-hentinya.

Hukum sebab akibat tidak hanya berlaku terhadap alam saja, tetapi berlaku juga pada diri manusia. Setiap tindakan yang kita lakukan, pasti akan menimbulkan suatu reaksi baik pada diri kita sendiri, maupun pada lingkungan sekitar kita atau pada masyarakat. Ada aksi menimbulkan reaksi, ada sebab menimbulkan akibat.

Katakan saja ada segelas air di atas meja, anda pindahkan gelas air itu ke meja yang lain, ini juga ada sebab akibat-nya.

Jika kita sudah mengerti adanya hukum sebab akibat dalam kehidupan kita sehari-hari, maka untuk menghindari akibat-akibat yang tidak disenangi di waktu yang akan datang, maka kita harus senantiasa memikirkan kemungkinan akibat yang akan terjadi sebelum kita mengerjakan suatu hal.

Manusia pada umumnya tidak senang dan bisa juga takut akan akibat kurang baik yang akan menimpa dirinya, tapi tidak takut dengan sebab yang ia lakukan, sehingga sering terjadi penyesalan yang sudah terlambat.

Andaikata setiap tindakan dan pekerjaan yang kita lakukan dapat kita pikirkan dengan matang sebelum kita melaksanakannya, dan tindakan-tindakan yang kita lakukan tidak akan menimbulkan akibat yang tidak kita inginkan atau jika tindakan-tindakan yang kita lakukan akan mengakibatkan kebaikan baik pada diri sendiri maupun pada orang lain, saya yakin apa yang telah dikerjakan ada kemungkinan sudah cocok dengan TAO.

Comments (View)
Sun Nov 1
Dewa Agama TAO : SIAN DIAN SANG TEE

Dewa Agama TAO : SIAN DIAN SANG TEE

Comments (View)

KELENTENG-7

Dewa-Dewi Agama TAO

Ditulis oleh CGJ, pada tanggal 01 Nopember 2009.

Sebagai manusia yang hidup di dalam dunia, kita mempunyai kesempatan untuk menentukan jalan hidup diri kita sendiri, sesuatu yang kita kerjakan dalam kehidupan sehari-hari akan menentukan arah kehidupan kita, maksudnya : kita bisa jadi “begini” saat ini karena jalan kehidupan kita pada saat yang sudah lalu mengarah jadi “begini” dan kita akan jadi “begitu” disaat yang akan datang karena tingkah laku atau perbuatan-perbuatan diri kita sendiri pada saat ini yang mengarah jadi “begitu”. Semua peristiwa yang terjadi kalau diperhatikan dengan teliti pasti ada sebab-sebabnya.

Kalau kita membaca riwayat kehidupan para Dewa-Dewi yang altarnya ada di dalam kelenteng-kelenteng, maka kita akan ketahui semasa hidup di dunia mereka pasti telah merevisi dirinya sendiri, mereka belajar TAO yang asli, mereka telah menentukan arah kehidupan mereka menjadi diri pribadi yang sempurna, mereka telah berjuang berusaha untuk mencapai keindahan yang sejati dan mereka pasti telah memberikan kontribusi yang sangat luar biasa pada TAO juga pada dunia ini.

TAO adalah alamiah, TAO adalah jalan untuk menuju tercapainya kesempurnaan. Dalam kehidupan ini umat TAO memandang bahwa fisik (tubuh) ini adalah satu-satunya “kapal ferry” untuk menyeberang menuju kesempurnaan, ini adalah cara pandang yang paling mendasar; tidak ada “kapal ferry” lain yang bisa menggantikan “kapal ferry” anda dalam belajar TAO, SIU TAO harus dilakoni sendiri. Jadi yang telah sukses menjadi Dewa-Dewi, mereka telah memanfaatkan kehidupan di dunia ini yang sangat singkat untuk mencapai kesempurnaan yang sejati, mereka telah memanfaatkan “kapal ferrynya”  mengarah, menyeberang menuju kesempurnaan, keindahan yang sejati.

Waktu terus berjalan, detik demi detik dilalui, demikian juga menit demi menit, hari demi hari akan berlalu, yang telah lewat tidak mungkin dapat kembali lagi. Kalau kita tidak perhatikan dengan baik apa akan kita kerjakan dan tidak renung kembali apa yang sudah kita kerjakan, berarti kita tidak memperhatikan arah kehidupan diri kita sendiri.

Jika anda mempunyai keinginan agar arah kehidupan ini menuju kesempurnaan yang sejati, maka belajarlah TAO yang asli atau SIU TAO yang asli, pahamilah TAO yang asli, pikirkan dengan baik apa yang akan anda kerjakan, perhatikan dengan baik apa yang sedang anda kerjakan, renungkan kembali apa yang sudah anda kerjakan, apakah semuanya sudah cocok dengan TAO. Sebagai patokan apakah sudah cocok dengan TAO atau tidak, anda bisa membaca kitab suci dari para Dewa-Dewi. Ada kitab suci Thay Sang Law Cin, kitab suci Dewa Erl Lang Sen, kitab suci Dewa Fuk Tek Cen Sen, kitab suci Kwan Sen Tee Cin dan kitab suci Dewa-Dewi Lainnya.

Belajar TAO (SIU TAO) bukan hanya bicara TAO atau bicara kebajikan di atas panggung untuk didengar oleh umatnya atau didengar oleh sesama umat yang belajar, SIU TAO bukan hanya mendengar penjelasan-penjelasan TAO atau kebajikan yang diutarakan oleh sipembicara. SIU TAO juga bukan sekedar memasang papan nama “saya sedang SIU TAO” untuk diketahui oleh orang lain. Belajar TAO memang harus sering mendengar penjelasan-penjelasan TAO, penjelasan-penjelasan kebajikan, cara-cara SIU TAO dan hal-hal lain yang berhubungan dengan TAO dari sipembicara yang lebih mengerti sehingga kita juga jadi mengerti. Dan setelah mengerti lakukanlah praktek (latihan) TAO, praktek kebajikan pada diri sendiri. Dan yang paling penting SIU TAO itu harus dari lubuk hati yang paling dalam untuk melakukan revisi terhadap dirinya sendiri. Merevisi diri sendiri berarti harus memperbaiki apa yang asalnya kurang baik dijadikan lebih baik, bisa berupa sifat, pekerjaan, kehidupan rumah tangga, tindakan, pikiran dan lain-lain, semuanya perlu direvisi, jika sudah jadi baik direvisi lagi hingga menjadi lebih baik lagi, merevisi diri juga dilakukan terhadap jiwa dan raga…

DEWA SIAN THIAN SANG TEE.

SIAN THIAN SANG TEE juga disebut SIAN WU TA TEE dan SANG TEE KUNG/ SIONG TEE KONG, sebagai dewa pelindung terutama bagi anak-anak.

Menurut catatan, beliau belajar yang TAO asli di gunug Wu Tang. Setelah mendapat TAO Dia menyebarkan TAO yang asli, menolong umat manusia dan tidak pamrih jasa-jasaNya.

Tanggal 3 bulan 3 Imlek adalah hari kebesaran-Nya.

Berikut ini lagu TAO dengan judul SYEN DIAN SANG TI

GUNUNG WU TANG NAN INDAH, SYEN DIAN SANG TI SEMPURNA.

PEDANG AMPUH PUSAKA, IBLIS MUSNAH BINASA.

Reff :

TAO YANG ASLI DISEBAR, TIDAK PAMRIH JASANYA.

ATAS AWAN JALANNYA, UMAT SAMA BAHAGIA.

TRIMA KASIH BERKAHNYA, YA ABADILAH NAMANYA.

(kembali ke reff 1x.)

Comments (View)