CenJing (正清)
正其本 則末自正
清其源 則流自清
Links
Subscribe by Email
Email : cenjing@cenjing.com
Dijual sebidang Tanah Pekarangan di Jalan menuju pelabuhan Lembar di Lombok. Disekitar tanah tersebut terdapat banyak rumah walet. Sertifikat : Hak Milik. Bagi yang berminat dapat menghubungi 081.836.2518.
Dijual Tanah Di Senggigi, daerah Wisata di Lombok. Sertifikat Hak Milik, luas tanah : 16.335 m2. Untuk informasi lebih lengkap silahkan visit : www.supermulty.com. Bagi yang berminat, dapat menghubungi : 081.836.2518.
www.supermulty.com
ALIRAN LISTRIK DALAM TUBUH
Ditulis oleh CenJing pada tanggal 10 Oktober 2009.
Beberapa tahun yang lalu, seorang berkata kepada penulis : ada seorang Tao Yu pada saat menerima sepucuk surat dari She Fu, dia merasakan adanya getaran listrik di surat tersebut. Pertama-tama dia tidak terlalu memperhatikan hal tersebut, tetapi setelah menerima beberapa pucuk surat berikutnya, getaran listrik tersebut juga terasa, hal ini menyebabkan dia jadi berpikir, mengapa ada getaran listrik pada surat yang diterima dari She Fu, sedangkan surat yang diterima dari teman yang lain tidak terasa ada getaran listriknya.
Setelah hal tersebut dibahas, maka diambil suatu kesimpulan sebagai berikut : disetiap tubuh manusia ada getaran atau aliran listrik, pada umumnya getaran/aliran listrik tersebut sangat kecil dan lemah sekali, sehingga kita tidak merasakan keberadaannya, kalaupun kadang-kadang kita merasakan ada getaran/aliran listrik muncul di dalam tubuh, kita tidak terlalu merespon hal tersebut sehingga aliran listrik dalam tubuh walaupun ada seperti tidak ada.
Aliran listrik di dalam tubuh termasuk juga salah satu wujud dari “Chi” di dalam tubuh manusia. Yang dapat digolong “Chi” di dalam tubuh manusia antara lain :
- Oksigen.
- Darah dalam tubuh.
- Aliran listrik dalam tubuh.
- Cahaya mental dalam tubuh.
Oksigen dan Darah merupakan benda yang sangat dibutuhkan oleh seluruh organ tubuh manusia, sedangkan Aliran listrik dan Cahaya mental adalah energi yang tidak kasat mata.
Jalannya empat benda tersebut, kadang-kadang bersatu, kadang-kadang sendiri-sendiri, tapi caranya sangat berlainan, diantaranya oksigen dan gizi dalam darah jadi satu grup, menggunakan pipa-pipa dalam tubuh untuk menyalurkannya keseluruh bagian tubuh, ini adalah transport nyata.
Aliran listrik dan cahaya mental jadi satu grup, untuk penyalurannya menggunakan saluran-saluran yang tak terlihat.
Kembali menguraikan mengenai surat yang diterima oleh Tao Yu yang merasakan ada getaran listrik, ini dibahas sebagai berikut : ada kemungkinan energi listrik dari tubuh si pengirim pada saat menulis surat dan alamat surat menempel pada permukaan surat dan sampul surat. Karena energinya kuat, maka hingga beberapa hari energi yang menempel pada surat masih terasa getaran listriknya oleh si penerima surat. Tapi mengapa pak pos yang mengantar surat tersebut tidak merasakan getaran/aliran listrik tersebut. Untuk hal ini kemungkinan besar frekwensi getaran/aliran listrik pak pos berbeda dengan frekwensi getaran listrik yang ada pada surat, sedangkan untuk sipenerima surat karena frekwensi getaran/aliran listriknya sama dengan yang ada di surat maka dia merasakan adanya getaran listrik tersebut.
Keras lemah getaran/aliran listrik dalam tubuh manusia berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Umumnya orang yang sering melakukan latihan Tao (Sen Kung, Chi Kung dan Cing Co Kung) atau sering semedi/meditasi hingga tenang, aliran listrik dalam tubuh akan jadi lebih kuat, terasa lebih keras dan sekaligus cahaya mentalnya juga lebih kuat dan tebal, energi ini bisa diperoleh dari latihan Tao atau dari semedi. Jika ada orang yang mampu mengumpulkan energi listrik tubuhnya kebagian telapak tangannya hingga bisa merasakan getaran listrik yang kuat di telapak tangannya, maka energi listrik tersebut ada kemungkinan bisa menyebuhkan beberapa penyakit tertentu.
Jika anda ingin merasakan adanya aliran listrik dalam tubuh anda, silahkan anda latihan Tao atau mulai dari latihan semedi/meditasi…
MEMPERHATIKAN INFORMASI DARI DIRI SENDIRI
Ditulis oleh CenJing pada tanggal 1 Oktober 2009.
Peristiwa ini terjadi di sekitar antara tahun 1995-1997, begitulah seorang pemuda pengusaha komputer datang ke tempat CenJing mulai menceritakan kisahnya.
Pada suatu hari minggu, tiba-tiba bagian bibir atasnya bergetar agak keras dan sangat mengganggu, dia memperkirakan itu adalah tanda-tanda ada seseorang sedang menceritakan tentang dirinya. Getaran dibibir tersebut ternyata tidak berhenti, tetapi terus terjadi sepanjang hari, dia bertanya-tanya pada diri sendiri, apakah ini yang disebut dengan nama “sin siek lai jau ?”
Keesokan harinya, yaitu pada hari Senin, getaran dibibir atas terus terjadi, pemuda tersebut mulai lebih memperhatikan dengan segala sesuatu yang dia alami, tapi nampaknya hari itu biasa-biasa saja tidak ada sesuatu yang perlu dicurigakan, demikian juga pada hari-hari berikutnya, yaitu hari Selasa, hari Rabu, getaran-getaran dibibir yang cukup keras terus terjadi.
Pada hari Kamis, bibir bagian atas masih bergetar keras, saat dia sedang berada di toko berderinglah telpon dari seorang yang tidak dikenal, penelpon tersebut menjelaskan dia adalah dari salah satu perusahaan CV, dan alamat perusahaanya juga dijelaskan. dia menanyakan harga 1 set komputer lengkap dengan printer yang ukuran besar dan akan dilakukan pembelian sebanyak 4 set. Pemuda tersebut menawarkan harganya sebesar 6 juta 250 ribu rupiah perset, tapi persediaan saat itu hanya ada 2 set. Tanpa tawar menawar, penelpon langsung setuju untuk membeli 2 set komputer dan diharapkan pengusaha komputer langsung mengirim pesanan 2 set komputer ke lokasi CV.
Karena transaksi-nya begitu gampang, dan getaran-getaran dibibir masih saja timbul, pengusaha komputer ada sedikit curiga dengan penelpon yang memesan pembelian 2 set komputer, pengusahaan itu berkata pada pemesan barang, bahwa komputernya bisa dikirim kalau bukan di sore hari, akan dilakukan diesok harinya, tapi saya ingin pembayaran langsung dilakukan secara tunai, apakah bisa ? Penelpon itu menjawab, dia akan melakukan pembayaran dengan BG secara langsung pada saat komputer diterima dan BG-nya akan jatuh tempo dihari Senin (sekitar 4 hari). Pengusaha itu berkata : saya tidak mau menerima BG, saya harus terima tunai. Penelpon tersebut tidak setuju akhirnya pemesanan dibatalkan begitu saja, penelpon melakukan pemesanan komputer pada perusahaan yang lain.
Setelah dilakukan pembatalan atas pesanan komputer, pengusaha komputer jadi berpikir, transaksi ini terjadi begitu gampang dan pembatalannya juga terjadi begitu saja, ada apa ini ? mungkin pembatalan pemesanan ini ada baiknya juga, tapi transaksi ini jadi batal, sayang sekali…
Getaran-getaran dibibir masih saja terjadi dihari-hari berikutnya, hari Jumat, hari Sabtu dan pada hari Minggu, ada sedikit getaran dibibir dan tiba-tiba getaran dibibir berhenti sama sekali dan tidak timbul lagi.
Seperti biasanya, pengusaha komputer itu membuka toko di pagi hari Senin, getaran dibibirnya sudah tidak timbul, di toko dia mendengar berita ada cukup banyak pengusaha mendatangi BANK hendak mencairkan BG yang mereka terima, ternyata tidak ada uangnya. Dilakuan penyelidikan ternyata pembeli yang membayar dengan BG, pada hari Minggu telah melarikan diri ke luar kota. Menurut berita yang diterima pada saat itu, BG yang tidak bisa dicairkan mencapai total nilai ratusan juta rupiah.
Rupanya pemesan komputer sudah sejak lebih dari 1 minggu yang lalu telah melakukan penjejakan untuk mengetahui pengusaha-pengusaha yang menjual barang-barang, dan barang-barang tersebut dipesan, setelah menerima barang dilakukan pembayaran dengan BG, karena jatuh tempo BG hanya beberapa hari, mereka menganggap hal tersebut sama dengan pembayaran tunai, dan sudah lazim terjadi dalam dunia bisnis. Dan dihari minggu sebelum jatuh tempo BG yang hendak dicairkan, pemesan barang sudah menyediakan mobil untuk mengangkut semua barang-barang pesanan dan hanya tersisa kantor CV-nya yang dikontrak dari penduduk setempat dan menurut berita yang diterima, pemilik tempat belum dibayar uang kontrakannya…
DEWI KWAN IN (Kwan In Ta Se)
Ditulis oleh CenJing pada tanggal 17 September 2009.
Dewi Kwan In, menurut tulisan-tulisan dari buku-buku yang menceritakan tentang Dewi Kwan In, nama Kwan In ada 2 sebutan, yaitu : Kwan In Ta Se dan Kwan In Bu Sat.
Seingat penulis, buku-buku cerita Dewi Kwan In yang didulu dibaca sering mengunakan nama Kwan In Ta Se, sedangkan terakhir ini banyak dijumpai sebutan nama Kwan In Bu Sat.
Tulisan berikut ini akan menceritakan secara singkat tentang Dewi Kwan In untuk sebutan Kwan In Ta Se saja dan tidak (bukan) untuk sebutan Kwan In Bu Sat.
Konon menurut cerita, di jaman dulu ada seorang Dewa yang melihat banyak kaum wanita di daerah sekitar sebelah barat di perbatasan Tiongkok Barat yang hidupnya menderita disebabkan kastanya rendah. Untuk menolong mereka, maka sang Dewa tersebut menjelma dirinya menjadi seorang wanita cantik berumur sekitar 20 tahunan, turun di daerah tersebut, nama sebutannya adalah Dewi Kwan In atau Kwan In Ta Se. Dalam kehidupan sehari-hari para kaum wanita tersebut banyak ditolong oleh Dewi Kwan In, sehingga mereka sangat akrab dengan nama atau sebutan Kwan In, keadaan ini jadi suatu hal yang sangat populer di dalam masyarakat setempat. Lama kelamaan para Dewa-Dewi yang menolong manusia juga dipanggil dengan sebutan Kwan In.
Menurut cerita yang masih kami ingat (semoga tidak salah, jika salah tolong diperbaiki), di Tiongkok, nama TAO-nya dari Dewi Kwan In adalah Je Hai Tao Ren…
順其自然的做好亊
写于正清 2009,09,09
在二十世紀的八十年代里,一位未有定职的年青少年,他每天帮他哥哥在店里做生意,他亦常到朋友店里去谈天说地,就這样的一天一天過去了宝貴的时光。
有一位是他最經常交谈的对象,就是在市場里开个店的朋友。那位少年自己也感受到很奇怪,为了什么他总是想到那间店去谈話。有时候,他们两谈話會至二,三个小时,並且跟他谈話之后感受到很自在,也許是投机吧,話若投机千句少。
有一天下午,他再來到那位朋友店里,通常他们是坐在店里谈話,這一次他们两人坐在店門前,谈了一会儿,有位中年妇女頭上抬着裝滿紙张的竹籃走過。當她走到他们坐的前面,那位少年在那一刹的时刻,脑海里忽然產生了一种景象,他“看到"了那妇女走了几步之后,頭上竹籃的紙张碰着了在不远的木头,身子就往向后退倒下。
只因为他忽然之间有這样的靈感,那位少年就注意那妇女了。真如他所“看到"的事迹,那妇女走了几步之后,頭上竹籃里的紙張踫着了店前的木头,身子就往向后倒退。那位少年就立刻站起,很快的走到了那妇女的身后等待她倒后退,那妇女退到他身前时,他就用双手抬起那妇女头上的竹籃,用右腳挡住她的屁股,當她倒下时,就坐在那位少年的右腳上,因此她沒有受伤,那位少年就把她头上裝滿紙张的竹籃拿下,放在地上。
當那位妇女的身子向后退將倒下的时候,有几位在店里做生意的人看到了,就高声大叫,見到那妇女平安亦无受伤,放才安心。
一会ㄦ,看热闹的人多了,就語論起来,那位少年也不多說話,就回家去了。
當亊情過去了之后,那位少年回想過来,他自己也不知道,在這样短的时间里为什么会想出用双手抬起那妇女头上的竹籃,還用右腳挡住那妇女的屁股,這些动作是很忽然而且是順其自然的。
KEAGUNGAN MAHA DEWA DAI SANG LAW CIN
(Untuk Kalangan Sendiri-Umat TAO)
Ditulis oleh CenJing pada tanggal 26-08-2009.
Seorang pemuda yang pekerjaan sehari-hari adalah membantu saudaranya berjualan di toko, setiap harinya dia sembahyang Maha Dewa Dai Sang Law Cin, ini sudah berlangsung bertahun-tahun.
Di sekitar akhir tahun 1980, kepalanya selalu pusing-pusing sepanjang hari, hal ini menyebabkan dia tidak suka lagi membaca buku-buku karena sulit untuk konsentrasi, ini berlangsung bertahun-tahun.
Di sekitar bulan Maret tahun 1984, dia ditawari untuk kursus satu pendidikan teknologi modern, dia setuju dengan tawaran tersebut, karena dalam pikirannya setelah menguasai teknologi itu, mungkin dia bisa membuka usaha yang berhubungan dengan pendidikan tersebut. Setelah berpikir dia ingat, bahwa dia sulit konsentrasi untuk belajar maupun untuk membaca buku, sedangkan kalau mengikuti pendidikan tersebut, maka dia harus sering membaca buku, sering menggunakan otak untuk berpikir, bisa saja pendidikan tersebut jadi percuma karena sulit konsentrasi, bagaimana ini ?
Setelah berpikir-pikir cukup lama, akhirnya dia mohon bantuan dari Maha Dewa Dai Sang Law Cin, dia sembahyang dan berdoa menjelaskan tentang tawaran kursus dan rencana setelah selesai kursus nanti, dia berkeinginan agar yang dipelajarinya itu nantinya bisa dia gunakan sebagai pekerjaan untuk mulai kariernya.
Rupanya doa-nya ini mendapat respon langsung dari para Dewa Yang Maha Agung, selesai bersembahyang dan berdoa, dia duduk terpejam matanya sambil menenangkan hati dan pikirannya. Dalam kondisi sadar, tiba-tiba dia merasakan ada segumpal hawa yang sangat panas, berputar-putar mengelilingi dibagian atas kepala. Walaupun terasa sangat panas tapi tidak ada rasa sakit, malahan bagian kepala yang mengenai hawa panas menjadi enak dan segar, kejadian ini berlangsung hingga gumpalan hawa panas itu berangsur-angsur hilang. Dan setelah selesai dia merasakan sangat segar dan pusing-pusing di kepala yang dideritanya lebih dari 3 tahun jadi hilang. Dia merasa bersyukur dan dalam hatinya mengucapkan terima kasih kepada Maha Dewa Dai Sang Law Cin. Syek Sen En.
Di hari-hari berikutnya pusing-pusing di bagian kepala tidak ada lagi, dan ternyata daya pikirnya menjadi lebih kuat, belajar sesuatu mudah mengerti dan pada saat mengikuti pendidikan tersebut dia menguasai pelajaran yang diberikan. Karena dia menguasai pelajaran yang diberikan maka dia diangkat menjadi instruktur tingkat dasar.
Kursus tersebut tidak sampai disini, dia melanjutkan lagi ke kursus yang berikutnya, setelah selesai kursus, dia menguasai pelajaran bahkan dia langsung mampu mengajarkan kembali yang baru saja dia pelajari dan menjadi instruktur untuk kursus tersebut.
Dia melanjutkan lagi kursus berikutnya, kali ini kursusnya tidak dipelajari hingga akhir pelajaran, tetapi instrukturnya memberikan materi agar dia belajar sendiri dan ternyata dia bisa paham dan langsung bisa mengajar kembali yang dia pelajari.
Setelah menjadi instruktur kursus, kadang-kadang dia ingat kembali kejadian hawa panas yang berputar-putar diatas kepalanya, dia tersenyum dalam hati karena Maha Dewa Dai Sang Law Cin telah memberikan sesuatu kepada dia yang tak ternilai harganya…
Syek Syek Dai Sang Law Cin, Syek Sen En.
KELENTENG-6
Dewa-Dewi Agama TAO
Ditulis oleh CGJ, pada tanggal 07 September 2009.
Seperti yang diuraikan pada artikel dengan judul “KELENTENG-5”, bahwa patung-patung Dewa yang ada di Kelenteng ada yang kita pernah membaca riwayat kehidupan mereka di dunia yang tercatat dalam sejarah. Kalau kita pikirkan kembali mereka bisa merevisi diri sendiri hingga mencapai tingkatan Dewa adalah suatu hal yang tidak mudah. Pertama-tama mereka harus memiliki hati dan pikiran yang bersih dan lurus, harus belajar TAO yang asli (Siu TAO), harus mengerti TAO, menghayati TAO dan menjalankan TAO, hingga mereka mendapatkan buah TAO-nya, disamping itu mereka juga menolong sesama manusia untuk memupuk jasa-jasanya.
Pat Sian (Delapan Dewa) termasuk juga Dewa-Dewi dari agama TAO, nama mereka sangat tersohor, mereka terdiri dari 8 orang Dewa, yaitu :
- LIE THAIAT KWAI.
- CUNG LI CHIAN
- LIE TUNG PING
- HAN SIANG CE
- LAN CHAY HOO
- CHAW KWOK CHIU
- HOO SIAN KU
- CANG KWO LAUW
Cerita mengenai Pat Sian yang paling populer adalah cerita Delapan Dewa Menyebrang Lautan. Di dalam cerita Dewa “Tung Yu Ci”, pada saat Delapan Dewa hendak menyebrang lautan, Lie Tung Ping mengusulkan agar semuanya tidak mengendarai awan untuk menyebrang lautan, tapi menggunakan kemampuan dan pusaka yang dimiliki mereka masing-masing. Maka Lie Tahiat Kwai melempar tongkat besi pusaka nya ke atas air, kemudian melompat keatas tongkat besi dan menyebrang laut.
Demikian juga Hang Siang Ce menggunakan keranjang kembang-nya untuk menyebrang laut.
Lie Tung Ping berdiri diatas seruling pusakanya menyebrang lautan.
Lan Chay Hoo menggunakan papan pusakanya menyebrang lautan.
Cang Kwo Lauw mengendarai keledai yang terbuat dari kertas untuk menyebrang lautan.
Chaw Kwok Chiu menggunakan giok pusakanya menyebrang lautan.
Cung Li Chian menggunakan kipas pusakanya menyebrang lautan.
Hoo Sian Ku menggunakan bambu pusakanya menyebrang lautan.
KELENTENG-5
Kelenteng (Tao Kwan, Miao, Kong) Adalah Tempat Ibadah Umat TAO
Ditulis oleh CGJ, pada tanggal 07 September 2009.
Saat ini Kelenteng-kelenteng, baik itu Tao Kwan, Miao maupun Kong yang merupakan tempat ibadah Umat TAO sudah banyak terdapat di dalam kota-kota maupun pinggiran kota. Untuk datang ke Kelenteng sudah tidak sulit karena lalu lintasnya saat ini sudah lancar.
Umat Tao memuja banyak Dewa-Dewi dan Thian Kong (Yi Huang Ta Tee) adalah Dewa yang tertinggi, itu sebabnya di dalam Kelenteng pada umumnya terdapat banyak altar Dewa-Dewi dan juga ada altar Thian Kong.
Para umat yang datang ke Kelenteng sembahyang umumnya 1 bulan 2 kali yaitu pada saat tanggal 1 imlek dan tanggal 15 imlek, ini sudah menjadi suatu tradisi yang turun-temurun yang sebenarnya mereka setiap saat boleh datang sembahyang ke Kelenteng asalkan saja pintu Kelenteng masih terbuka.
Selain tanggal tersebut diatas, umat Kelenteng juga datang sembahyang ke Kelenteng pada hari-hari kebesaran para Dewa-Dewi. Sembahyang para Dewa-Dewi di hari Kebesaran akan lebih mudah dapat berkah, karena dihari Kebesaran tersebut merupakan hari Special (Istimewa) dan para Dewa-Dewi akan memberikan berkah secara special juga.
Kalau kita perhatikan, patung Dewa-Dewi yang ada di dalam Kelenteng, ada yang kita pernah membaca catatan sejarahNya pada saat mereka hidup sebagai manusia di masa yang lampau, seperti misalnya Dewa Kwan Kong atau Kwan Sen Tee Cin, Dewi Mak Co atau Thian Sang Sen Mu, Cu Sen Niang Niang atau Ling Sui Fu Ren, Pat Sian (Delapan Dewa), demikian juga dengan Dewa-Dewi yang lain.
Menurut catatan sejarah, Kwan Kong bermarga Kwan, namanya Yi, juga bernama Yin Chang alias Chang Sen, hidup di jaman Sam Kok (tiga kerajaan) di Tiongkok. Dia bersama Liu Pe dan Chang Fe tiga orang menjadi saudara angkat di taman Dao, dalam sejarah dikenal dengan nama “Dao Yuan San Ciek Yi”.
Kwan Kong adalah seorang yang jujur, bersih dan penuh setia. Setia pada kawan dan juga pada negara, Jasa-jasanya sangat besar, dia menolong rakyat banyak dan sangat berwibawa.
Imlek tanggal 24 bulan 6 adalah hari kebesaran-Nya.
Dewi MakCo atau Thian Sang Sen Mu juga disebut Thian Hou Sen Mu lahir dengan nama Lim Mek Niang pada tanggal imlek 22-03-960 di Mei Cou, Pu Tien, Fuk Cien (Hok Kian). Semasa hidupnya dia belajar TAO yang Asli. Sesudah dapat Tao dia jadi Dewi, ia sering keliling pantai lautan dan sering menolong umatnya dengan mendadak, ia selalu menjelma Fak Sen seperti umur tiga puluhan untuk dilihat oleh penganut-penganutnya. Yang memujanya sangat banyak, Kelenteng-kelentengnya tersebar dimana-mana. Jien Li Yen (yang bisa melihat jarak jauh) dan Sun Fung Erl (yang bisa mendengar jarak jauh) adalah jendral-jendral yang selalu mengikutinya.
Imlek tanggal 23 bulan 3 adalah hari kebesaran-Nya.
Cu Sen Niang Niang disebut juga Ling Sui Fu Ren, nama asalnya Ceng Ching Ku, lahir di Ling Sui, Hok Kian. Dia sering menjelma jadi manusia biasa untuk menolong kelahiran, maka juga banyak penganutnya, terutama yang ingin mempunyai keturunan sering memohon dan bersujud dihadapannya.
Imlek tanggal 20 bulan 3 adalah hari kebesar-Nya.
Bersambung…
MERESPON INFORMASI SUARA HATI
(Untuk Kalangan Sendiri-Umat TAO)
Ditulis oleh CenJing pada tanggal 25-08-2009.
Pada suatu malam hari terjadi disekitar tahun 1998, seorang pemuda tiba-tiba memikirkan teman lamanya yang tinggal di tempat kurang lebih jarak 9 kilo meter dari tempat tinggalnya. Munculnya keinginan untuk mendatangi rumah dan menjumpai temannya itu membuat pemuda itu berpikir : kenapa hati saya berkeinginan untuk mendatangi rumahnya ? Pemuda itu hanya pikirkan, tapi dia tidak lakukan apapun.
Pada malam hari esoknya, pikiran dan keinginan timbul lagi ingin mengunjungi temannya, tapi pemuda tersebut tidak pergi juga, dia berpikir mungkin terlalu lama tidak jumpa dengan mereka (temannya dan saudara-saudaranya) membuat timbulnya niat tersebut. Tapi kenapa ?
Teman tersebut adalah teman yang dia kenal pada awal tahun 80-an, pada saat itu pemuda tersebut bersama-sama dengan teman yang lain sering kumpul-kumpul bicara di malam hari. Setelah masing-masing teman mempunyai kesibukan sendiri-sendiri, mereka tidak pernah kumpul lagi dan pemuda tersebut juga tidak datang lagi kerumah temannya itu.
Beberapa hari secara terus menerus selalu muncul keinginan mendatangi rumah orang tersebut. Akhirnya dia ambil keputusan untuk mengunjunginya, dia menggunakan sepeda motor pada sekitar jam 19.00 mengunjungi mereka (teman dan saudaranya).
Sesampainya di depan rumah temannya itu, dia mengetuk pintu untuk masuk. Temannya itu mendengar ketukan pintu dan membukanya, rupanya agak heran, mengapa teman ini sudah lama tidak ada kontak dengannya tiba-tiba datang berkunjung.
Hai, apa kabar, sapa temannya pada saat membuka pintu, silahkan masuk. Pemuda itu menjawab, baik-baik saja, saya datang ingin ngobrol-ngobrol dengan kalian, kemudian dia masuk ke dalam rumah dan duduk dikursi tamu.
Di dalam rumahnya dia melihat adik perempuannya sedang menggunting kain untuk buat baju, profesi mereka adalah sebagai penjahit pakaian. Sedangkan adiknya yang laki sedang duduk dengan kondisi badan yang kurang sehat, sebelah kakinya kurus mengecil dan pada saat jalan terlihat kurang normal.
Melihat kondisi tersebut pemuda ini bertanya pada temannya. Adikmu ini kenapa ?
Dia menjawab : beberapa tahun yang lalu adik (lelaki) nya ke Surabaya bekerja di tempat keluarga, dia berkenalan dengan seorang wanita yang juga bekerja disana dan terjadilah saling jatuh cinta. Adiknya menyampaikan maksudnya kepada keluarganya pada tempat dia bekerja, bahwa dia bermaksud menikahi wanita tersebut, rupakan mereka (keluarganya sendiri) tidak setuju, karena ada perbedaan yang sangat jauh antara adiknya dengan wanita itu. Agar supaya hubungan dengan wanita itu tidak berlanjut, akhirnya adiknya diberhentikan dari kerjaannya dan disuruh pulang dari Surabaya.
Setelah sampai di rumah tempat tinggalnya, terjadi suatu hal yang menimpa diri adiknya. Tiba-tiba saja dia stroke, sebelah kakinya jadi mengecil. Setelah itu emosinya jadi tidak baik, suka marah-marah, sering banting bangku, banting pintu (tutup pintu dengan keras) dan emosi ini sering timbul tanpa ada alasan yang jelas, sering membuat tamu yang hendak jahit baju jadi agak takut karena emosinya muncul tiba-tiba, yang membuat kakak-kakaknya jadi tidak enak.
Mendengar penjelasan tersebut, pemuda itu bertanya. Apakah sudah dibawa ke dokter untuk diperiksa. Sudah sering dibawa ke dokter, dan sudah banyak sekali uang yang dikeluarkan untuk mengobati dia, saat ini dia sudah bisa jalan tapi belum sembuh total seperti semula. Kami tidak mengerti mengapa ini bisa menimpa dirinya.
Pemuda itu melanjutkan pertanyaan, apakah sudah mohon bantuan para Dewa-Dewi di Kelenteng ? Sudah jawab mereka, bahkan kami sudah membaca doa Dewi Kwan In, saat ini doa kami sudah lebih dari 1000 kali. Mendengar hal tersebut, pemuda itu berpikir : rupanya doa ini…
Pemuda itu coba melihat dengan pandangan penuh perhatian kepada adiknya tersebut, maka terjadilah saling pandang antara adiknya dengan pemuda itu. Adiknya langsung menunduk kepala tidak berani melihat mata pemuda itu. Saling pandang ini membuat pemuda itu berpikir, rupanya mereka harus dibantu untuk keluar dari masalah ini…
Setelah berbincang-bincang cukup lama, akhirnya pemuda itu pulang. Pada malam hari berikutnya pemuda itu datang lagi, datang kali ini dia membawa beberapa lembar “HU”, diberikan kepada temannya dan sekaligus menjelaskan cara-cara memakainya.
Pada pembicaraan berikutnya temannya banyak menceritakan hal-hal yang ada hubungan dengan adiknya, dikatakan ada seorang teman lain pernah beberapa kali datang untuk mengobatinya dengan tenaga dalam, tapi tidak juga berhasil, dan teman yang lain juga mencari seseorang yang katanya bisa mengatasi masalah tersebut, orang tersebut memberi satu bungkusan kecil dan dipesan menaruhnya dibawa bantal tempat tidur adiknya, tapi malah membuat adiknya jadi sulit tidur.
Mendengar perkataan tersebut, pemuda tersebut bertanya, barang yang diberikan itu apakah masih ada, bolehkah saya melihatnya. Maka dikeluarkanlah sebuah bungkusan kecil dari kain, setelah melihat-lihat, pemuda itu tidak banyak bicara, dia bertanya balik, mengapa harus ditaruh dibawah bantal ?
Setelah mendengar pertanyaan dari pemuda itu seperti mengingatkan sesuatu kepada mereka, lantas mereka berkeinginan untuk membuang bungkusan itu, tapi pemuda itu berkata, jangan dibuang dulu. Coba anda bungkus bungkusan tersebut dengan HU tadi, taruh disamping rumah, lihat apakah ada perubahan pada adikmu.
Pada malam hari esoknya, pemuda itu datang lagi, temannya berkata dia mendapat mimpi, dalam mimpi itu ada seekor ular berada dalam suatu jaring. Ular itu berubah jadi kecil, jaringnya ikut jadi kecil, ularnya berubah menjadi sangat besar, jaringnya juga ikut membesar. Saya tidak mengerti apa maksud dari mimpinya itu.
Setelah ngomong-ngomong cukup lama, akhirnya pemuda itu berkata, sembahyanglah kepada para Dewa. mohon petunjuk, mohon perlindungan dan sekaligus mohon bantuan dari para Dewa, mudah-mudahan ada hasilnya.
Setelah mendengar perkataan pemuda itu, temannya ambil keputusan untuk mohon bantuan kepada para Dewa. Setelah mereka menyiapkan diri dan waktu untuk sembahyang, mereka datang memohon kepada Maha Dewa Dai Sang Law Cin pada Cen Jing Kong, saat pulang pemuda itu berpesan, beberapa gelas air yang ada di altar Maha Dewa Dai Sang Law Cin anda boleh bawa pulang, berikan minum pada adikmu itu.
Keesokan harinya, mereka memberi minum air yang dibawa pulang kepada adiknya. Saat minum air satu teguk, adiknya jadi ngamuk, dia mengambil gunting mau menikam kakaknya. Untung saja mereka bisa menghindar sehingga tidak terjadi cedera.
Pada malam hari setelah peristiwa itu, pemuda itu mendapat mimpi dia berjumpa dengan 5 orang gadis-gadis cantik, salah seorang dari 5 orang tersebut adalah pimpinan mereka dan wajahnya sangat cantik, rupanya mereka tidak senang karena pemuda tersebut sudah turut campur dan terjadilah perkelahian antara pemuda itu dengan ke 5 gadis cantik dalam mimpi, dan perkelahian tersebut berlangsung tidak ada yang menang maupun kalah.
Pada malam hari itu juga adiknya yang telah minum air yang dibawa pulang oleh kakaknya mendapat mimpi, dia berjumpa dengan seorang tua berjanggut yang memarahinya : bangku, pintu tidak salah kenapa kamu banting-banting, mereka (kakak-kakakmu) tidak salah mengapa kamu marah-marah, semua itu adalah kesalahan dirimu sendiri, besok kamu harus sembahyang minta maaf pada langit (Tuhan) atas semua kesalahan yang pernah kamu buat. Dia terkejut dan bangun dari mimpi. Pada hari esok harinya dia menceritakan mimpinya pada kakaknya dan minta ijin untuk sembahyang kepada langit (Tuhan), kakaknya memberi ijin, setelah itu tidak pernah lagi mendengar adiknya marah-marah lagi.
Setelah peristiwa ini berlalu, keinginan untuk datang kerumah temannya tidak muncul lagi dalam hati pemuda itu. Entah kenapa ?
BERBUAT BAIK SECARA ALAMI
Sub Judul : Membantu Orang Secara Alami
Ditulis oleh CenJing pada tanggal 24-08-2009.
Di tahun 80-an ada seorang pemuda yang belum memiliki pekerjaan yang tetap, setiap hari selain membantu saudaranya jaga toko, dia sering jalan-jalan ke tempat usaha teman-tamannya, ngobrol-ngobrol tentang apa saja hingga meliwati waktu-waktu dengan begitu saja.
Salah seorang teman yang sering dikunjunginya adalah seorang pedagang kios yang berjualan konfeksi di dalam pasar. Pemuda tersebut sendiri heran, kenapa dia selalu ingin ke tempat tersebut, selalu ingin berbincang-bincang dengan pemilik kios konfeksi ini, kadang-kadang mereka berbicara sampai beberapa jam. Yang aneh, dia merasa senang kalau berbicara dengan pedagang tersebut, mungkin ada kecocokan pembicaraan, sehingga bicara seribu katapun masih terasa kurang.
Pada suatu hari, dia datang lagi ke tempat kios konfeksi tersebut, kali ini mereka berbicara dipintu masuk, duduk berdua sambil berbincang-bincang. Sesaat kemudian ada seorang ibu yang memakai setargen mengikat perutnya, sehingga perutnya terlihat agak besar sedikit, seperti hamil, mungkin juga tidak. Diatas kepala ibu tersebut ada bakul yang diisi penuh dengan kertas semen yang sudah dilem jadi kantongan, mungkin hendak dijual dipasar. Saat sampai tempat duduk pemuda yang bercakap-cakap dengan temannya itu, sepintas terlintas dan muncul gambaran dalam pikiran pemuda itu, tumpukan-tumpukan kertas tersebut akan mengenai atap kayu yang ada dipasang di bagian atas tengah jalan antara ke dua kios yang berhadapan beberapa meter dari tempat duduknya. Dan dalam bayangan pikiran pemuda itu terlihat jelas sekali, setelah tumpukan kertas semen mengenai atap kayu, dia terdorong kebelakang dan mundur beberapa langkah dan jatuh, gambaran ini mungkin adalah lingkam yang timbul. Pemuda itu langsung melihat tumpukan-tumpukan kertas semen dalam bakul di atas kepala ibu tersebut dan juga langsung melihat kayu di atas atap antara ke dua kios beberapa meter dari tempat duduknya.
Saat ibu itu meliwati tempat duduk pemuda bersama temannya, pemuda itu memperhatikan langkah-langkahnya, seperti yang timbul dalam bayangan pikiran pemuda itu, tumpukan-tumpukan kertas semen dalam bakul di atas kepala ibu itu betul-betul mengenai kayu atap diantara kedua kios yang berhadapan, dan dia terdorong kebelangkang mundur beberapa langkah hendak jatuh.
Melihat kejadian ini yang sudah “dilihat” beberapa detik sebelumnya, pemuda tersebut sudah langsung berdiri dan menunggu di belakang ibu yang hendak jatuh mundur ke belakang, dia menggunakan ke dua tangannya memegang bakul diatas kepala ibu yang berangsur-angsur jatuh, sedangkan kaki kanan pemuda itu diangkat menahan bagian pantat ibu tersebut, sehingga saat ibu itu jatuh ke lantai, kondisinya berbeda, yaitu secara perlahan-lahan dia jatuh terduduk di atas kaki kanan pemuda itu. Dan pegangan kedua tangan pemuda pada bakul yang berisi penuh dengan kertas semen, meringankan bebannya saat jatuh, setelah ibu itu duduk diatas kaki pemuda itu kertas-kertas dalam bakul perlahan-lahan diturunkan dari kepala ibu, kemudian ditaruh diatas lantai. Kejadian ini terjadi begitu cepat dan begitu singkat dan reflek, tanpa direncanakan bagaimana harus menggunakan kedua tangan memegang bakul dan mengangkat kaki kanan menahan beban jatuh ibu tersebut, betul-betul terjadi begitu saja.
Pada saat kejadian ibu itu terdorong ke belakang dan hendak jatuh, ada beberapa orang yang jualan dalam kios-kios melihat dan ada yang sudah berteriak. Tapi setelah melihat ibu itu dibantu oleh pemuda tersebut dan tidak jatuh sakit, mereka diam sejenak dan terheran-heran dengan pemuda itu yang begitu cepat dan sudah siap di belakang ibu tersebut sehingga ibu itu tidak jatuh sakit.
Sesaat kemudian, sudah banyak orang yang datang berkumpul lihat memberi komentar ini-itu, pemuda itu tidak memberi komentar apapun dia langsung pulang dari tempat kejadian dan yang menjadi pikiran pemuda itu, setelah kejadian itu dia tidak seperti sebelumnya yang selalu ingin datang ke kios penjual konfeksi tersebut. Entah kenapa ?
