CenJing (正清)

正本清源
正其本 則末自正
清其源 則流自清

Links

Subscribe by Email



Email : cenjing@cenjing.com

Dijual sebidang Tanah Pekarangan di Jalan menuju pelabuhan Lembar di Lombok. Disekitar tanah tersebut terdapat banyak rumah walet. Sertifikat : Hak Milik. Bagi yang berminat dapat menghubungi 081.836.2518.

Dijual Tanah Di Senggigi, daerah Wisata di Lombok. Sertifikat Hak Milik, luas tanah : 16.335 m2. Untuk informasi lebih lengkap silahkan visit : www.supermulty.com. Bagi yang berminat, dapat menghubungi : 081.836.2518.

www.supermulty.com
Tue Aug 24

FREKWENSI MENGANDUNG INFORMASI

Ditulis oleh CenJing pada tanggal 24 Agustus 2010.

Pada tanggal 23 Agustus 2010 sekitar jam 20.00 WIB malam, penulis menonton siaran layar televisi swasta RCTI yang menayangkan acara Maha Karya dari Istora Senayan Jakarta dalam rangka acara hari ulang tahun RCTI yang ke 21.

Dalam acara tersebut penulis berkesan dengan salah satu acara yang diperagakan oleh salah seorang master dari Indonesia yang sering menampilkan acara hiptonis di layar kaca televisi Indonesia.

Pertama-tama master tersebut menyuruh seluruh penonton di studio mengeluarkan kertas dan spidol yang sudah disiapkan dibawah kursi, juga untuk penonton di  rumah-rumah yang menonton acara tersebut melalui layar televisi agar menyiapkan kertas dan vulpen/spidol. Selanjutnya dia memberi penjelasan di atas panggung yang artinya kira-kira sebagai berikut : setiap manusia pada saat berbicara atau mengeluarkan pendapat, dari dalam dirinya akan mengeluarkan informasi yang berupa partikel-partikel yang menyebar di udara dan partikel-partikel yang mengandung informasi tersebut akan diterima oleh pihak lain, walaupun kalimat yang diucapkan berbeda bahasanya (catatan : jika terjadi perbedaan pengertian, akan diperbaiki kemudian).

Pada peragaan tersebut, master dari Indonesia ini mengundang secara acak beberapa orang dari berbagai daerah yang bisa bicara bahasa daerah dan juga salah seorang penonton dari luar negeri (Perancis) yang ikut menyaksikan acara tersebut naik ke atas panggung. Kemudian menyuruh seluruh penontong dari bawah panggung (lebih dari 1000 orang penonton) menulis salah satu obyek apa saja dalam bahasa Inggris di atas selembar kertas kemudian dilipat menjadi pesawat sehingga bisa dilempar terbang ke atas panggung, ada banyak sekali kertas lipatan pesawat yang bertulisan terbang menuju panggung dan jatuh di lantai atas panggung.

Salah seorang yang bisa berbahasa daerah yang telah ada diatas panggung ditugaskan memilih dan mengambil salah satu kertas lipatan yang telah dilempar ke atas panggung, kemudian menggambarkan objek tersebut pada kertas kosong tanpa diketahui apa yang digambar oleh orang Perancis yang ada diatas panggung maupun penonton yang ada di bawah panggung dan penonton dari rumah.

Selanjutnya obyek yang telah digambar di atas kertas secara satu persatu diucapkan dalam bahasa daerah oleh mereka yang telah ada di atas panggung kepada orang Perancis tersebut (dia sudah tinggal di Indonesia selama 6 bulan). Bahasa daerah yang disampaikan antara lain berupa bahasa daerah Jogya, Tegal, Bali, Bajar dan bahasa daerah lainnya.

Setelah orang  Perancis tersebut selesai mendengar ucapan-ucapan kalimat dalam berbagai bahasa daerah, sang master bertanya kepadanya : apakah anda mengerti apa yang mereka katakan, orang Perancis menjawab : saya tidak mengerti. Dan selanjutnya sang master menyuruh orang Perancis tersebut menggambarkan obyek yang muncul dibenaknya pada saat mendengar atau setelah selesai mendengar bahasa daerah di atas kertas yang sudah disediakan.

Setelah selesai, pertama-tama obyek yang digambarkan dan diucapkan dalam berbagai bahasa daerah ditunjukkan kepada penonton berupa gambar Handphone dan ada tulisan “handphone” disebelahnya. Setelah itu kertas yang telah digambar obyek/ditulis sesuatu oleh orang Perancis ditunjukkan kepada penonton, ternyata berupa tertulis kata “Phone”, Peragaan ini mendapat tepuk tangan yang meriah dari para penonton.

Peragaan tidak sampai disini, selanjutnya adalah orang Perancis tersebut ditugaskan untuk memilih salah satu kertas lipatan pesawat yang sudah ada di atas panggung, dia memilih salah satu kemudian ganti lagi dengan yang lain, setelah itu gambar obyek yang dilihat di atas kertas lipatan digambarkan kembali di atas kertas kosong dan tidak diperlihatkan kepada penonton, baik pada penontong di atas panggung, di bawah panggung maupun penonton via layar televisi di rumah dari penjuru dunia.

Penonton-penonton acara tersebut termasuk yang ada di rumah-rumah dari penjuruh dunia diminta memperhatikan ucapan-ucapan dari orang Perancis dalam bahasa Perancis, jika ada sesuatu obyek yang muncul dibenak penonton agar langsung ditulis atau digambarkan diatas kertas yang sudah disiapkan terlebih dahulu.

Dirumah, kota Cakranegara, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang lokasinya jauh dari Senayan Jakarta, penulis juga telah menyiapkan kertas dan vulpen untuk mengikuti acara ini, penulis memperhatikan dari layar kaca pada saat orang Perancis tersebut berbicara dalam bahasa Perancis yang tidak diketahui artinya; ditengah-tengah ucapannya, dalam batin (benak) penulis  merasakan ada “sesuatu” melintasi di depan (diluar) layar televisi; penulis langsung menulis suatu kata sesuai dengan yang “melintas” di depan (diluar) layer televisi pada kertas dan tidak lagi memperhatikan ucapan-ucapan berikutnya yang belum habis diucapkan oleh orang Perancis dari atas panggung.

Pada saat orang Perancis tersebut selesai bicara dalam bahasa Perancis, sang master menyuruh para penonton menulis atau menggambar obyek yang muncul dibenak mereka masing-masing, sesaat kemudian obyek yang ditulis/digambar oleh orang Perancis di atas kertas ditunjukkan kepada seluruh penonton baik yang ada di atas panggung, di bawah panggung maupun yang ada dirumah-rumah. Sesudah itu para penonton di studio baik yang ada di atas panggung maupun yang ada dibawah panggung menunjukkan gambar mereka, ternyata banyak sekali penontong yang menggambar obyek yang sama mirip dengan obyek yang digambar oleh orang Perancis tersebut, yaitu berupa satu buah rumah dan di sampingnya ada gambar pohon, keadaan ini mendapat tepuk tangan yang meriah dari para penonton di studio.

Penulis jadi terdiam sejenak, karena yang “terlihat melintas” di depan (diluar) televisi tadi oleh penulis dan ditulis di atas selembar kertas tadi adalah  kata “rumah”, ini disaksikan oleh seseorang yang duduk di samping penulis, apakah ini adalah kebetulan saja ? Karena hal ini dialami langsung oleh penulis, maka penulis menulis artikel ini.

Pada tanggal 7 Mei 2009, penulis ada menulis satu artikel yang berjudul : “Lingkam, Pikiran (Otak) dan Kemampuan Pikiran” yang dimuat pada blog : www.cenjing.com, dalam artikel ini dikatakan : “Lingkam adalah informasi yang ditimbulkan oleh diri kita secara tiba-tiba, dan informasi ini timbul bisa disebabkan setelah diri kita menerima informasi dari luar”. Rupanya teori atau definisi yang tertulis dalam artikel tersebut telah terbukti pada malam hari tanggal 23 Agustus 2010 pada saat penulis menonton acara televisi RCTI.

Menurut pendapat kami, “Lingkam” mungkin saja bisa timbul setiap saat dalam diri manusia, hanya saja ada yang memperhatikan dan ada yang abaikan begitu saja karena menurut mereka itu hanya kebetulan saja…

Para pembaca yang budiman, bagaimana menurut pandangan anda ?

Comments (View)