CenJing (正清)

正本清源
正其本 則末自正
清其源 則流自清

Links

Subscribe by Email



Email : cenjing@cenjing.com

Dijual sebidang Tanah Pekarangan di Jalan menuju pelabuhan Lembar di Lombok. Disekitar tanah tersebut terdapat banyak rumah walet. Sertifikat : Hak Milik. Bagi yang berminat dapat menghubungi 081.836.2518.

Dijual Tanah Di Senggigi, daerah Wisata di Lombok. Sertifikat Hak Milik, luas tanah : 16.335 m2. Untuk informasi lebih lengkap silahkan visit : www.supermulty.com. Bagi yang berminat, dapat menghubungi : 081.836.2518.

www.supermulty.com
Fri May 8

Pentingnya Pendidikan Agama Untuk Generasi Muda

Tema : Peranan Generasi Muda Dalam TITD Untuk Kemajuan Umat Kelenteng Tri Dharma, Masyarakat dan Negara

Judul Makalah :

Pentingnya Pendidikan Agama Untuk Generasi Muda Di Dalam Kelenteng Tri Dharma.

Dipersembahkan oleh : Cok Ghai Jien, Badan Pengawas PSBM-Lombok pada Acara Pertemuan Antar TITD yang pemujaan utamanya Dewa Chen Cen Fu Ren, Tanggal 23 Maret 2008 Di Aula Persahabatan Pao Hwa Kong.

Kita semua tahu bahwa Kelenteng adalah tempat ibadah umat Kelenteng Tri Dharma dan keberadaan Kelenteng di Indonesia ada yang sudah berumur lebih dari ratusan tahun lamanya. Untuk Kelenteng Pao Hwa Kong di Ampenan-Lombok, menurut tulisan yang tercatat pada plang nama berbunyi: Kwang Xi Wu Sen Nian, Tuan Yek Cik Tan yang kira-kira berarti hari baik bulan kelima tahun Wu Sen dari kekaisaran Kwang Xi. Kekaisaran Kwang Xi dimulai dari tahun 1901, tahun Wu Sen dari kekaisaran Kwang Xi adalah tahun 1908, yang berarti tahun 2008 ini Pao Hwa Kong sudah berumur 100 tahun.

Dikurun waktu 100 tahun ini, banyak kegiatan-kegiatan sosial yang sudah dilakukan oleh para sesepuh-sesepuh dan pengurus-pengurus Kelenteng yang berlandaskan pada “Pao Wo Hwa Ming” sesuai dengan tujuan Kelenteng “Pao Hwa Kong” yang artinya “Melindungi Masyarakat Tionghoa”, untuk itu malalui kesempatan ini kami generasi penerus cita-cita luhur para sesepuh terdahulu dari lubuk hati yang paling dalam menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga.

Kami umat Kelenteng Tri Dharma sebagai generasi penerus cita-cita luhur dari para sesepuh terdahulu menyadari bahwa keberadaan Kelenteng yang merupakan peninggalan kebudayaan nenek moyang kita, bukan sekedar sebagai tempat sembahyang melulu saja dan juga bukan hanya sebagai tempat permohonan rejeki begitu saja, tetapi lebih dari itu. Kami menginginkan keberadaan Kelenteng selain merupakan tempat ibadah juga sebagai tempat perlindungan bagi umat Kelenteng Tri Dharma secara keseluruhan, termasuk perlindungan jasmani, rohani, ekonomi, sosial dan lain-lain, pokoknya ALL-IN.

Disamping itu kami ingin mengerti apa makna dari suatu Kelenteng dalam kehidupan sehari-hari umat Kelenteng Tri Dharma dan kami juga mengingkan adanya kemajuan-kemajuan yang berarti dalam kehidupan ini. Kemajuan yang kami maksudkan adalah kemajuan umat Kelenteng Tri Dharma secara keseluruhan, antara lain : kehidupan yang damai, yang harmonis, yang lebih baik termasuk kemujuan dalam bidang agama, ekonomi, sosial, budaya, pikiran, kejiwaan dan lain-lain yang nilainya terkandung dalam suatu Kelenteng.

Untuk bisa mengerti makna dan nilai Kebudayaan yang terkandung dalam suatu Kelenteng, kita tidak bisa hanya dengan mendengar cerita-cerita yang turun-temurun begitu saja. Tetapi kita harus meneliti dari sumbernya, menggali dari akarnya, sekali lagi bukan hanya mendengar dari cerita-cerita begitu saja, tetapi harus digali dari pelajaran yang diajarkan oleh para Nabi dan para Dewa. Pelajaran ini ada yang tertulis dan ada juga yang tidak tertulis. Yang tertulis adalah buku catatan para Nabi dan Kitab Suci para Dewa, sedangkan yang tidak tertulis adalah dari cerita perjalanan hidup para Nabi dan para Dewa pada saat mereka hidup sebagai manusia di dunia ini. Tapi sebagai seorang umat Kelenteng Tri Dharma, kita harus jeli dan teliti jika membaca atau mendengar cerita perjalanan hidup mereka. Banyak buku yang merekayasa cerita tersebut, sehingga kadang-kala kita jadi terkecoh dengan cerita-cerita tersebut.

Dari uraian di atas kami berpendapat bahwa, untuk bisa betul-betul memahami makna dan nilai luhur yang terkandung dari keberadaan suatu Kelenteng, kita harus mempajari dari sumbernya. Sedangkan sumbernya adalah pendidikan agama itu sendiri. Itulah sebabnya dalam makalah ini saya memberi judul “Pentingnya Pendidikan Agama Untuk Generasi Muda Di Dalam Kelenteng Tri Dharma”. Mengapa untuk Generasi Muda ? Karena Generasi Muda adalah penerus cita-cita luhur nenek moyang kita, pikiran mereka belum terkontaminasi dengan cerita-cerita yang sudah ada, perjalanan mereka masih panjang, mereka masih mempunyai kesempatan yang lebih banyak untuk meneliti dan mempelajari dengan seksama pendidikan agama tersebut. Setelah mereka mengerti pendidikan agama yang benar, mereka bisa memberikan kontribusi yang lebih baik untuk kemajuan Kelenteng Tri Dharma dan sekaligus pada umatnya, masyarakat dan negara.

“Pentingnya Pendidikan Agama Untuk Generasi Muda Di Dalam Kelenteng Tri Dharma” bukan berarti pendidikan agama tersebut hanya untuk muda-mudi Kelenteng Tri Dharma saja, tetapi pendidikan ini penting juga untuk seluruh umat Kelenteng Tri Dharma.

Sebagai akhir kata, pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan, bahwa kita hidup di jaman ini berarti kita sebagai pelakon kebudayaan yang sudah ada pada saat ini dan sekaligus kalau memang mampu kita juga mempunyai hak untuk membuat suatu kebudayaan baru, tentu saja kebudayaan yang dibuat nanti harus lebih baik, lebih bermakna dan sempurna. Mengapa Tidak?

Sekian, Syek-syek Jen Fu Cen Ren, Syek Sen En.

Dari : Cok Ghai Jien, Badan Pengawas PSBM. Tgl. 23 Maret 2008.

Comments (View)