CenJing (正清)

正本清源
正其本 則末自正
清其源 則流自清

Links

Subscribe by Email



Email : cenjing@cenjing.com

Dijual sebidang Tanah Pekarangan di Jalan menuju pelabuhan Lembar di Lombok. Disekitar tanah tersebut terdapat banyak rumah walet. Sertifikat : Hak Milik. Bagi yang berminat dapat menghubungi 081.836.2518.

Dijual Tanah Di Senggigi, daerah Wisata di Lombok. Sertifikat Hak Milik, luas tanah : 16.335 m2. Untuk informasi lebih lengkap silahkan visit : www.supermulty.com. Bagi yang berminat, dapat menghubungi : 081.836.2518.

www.supermulty.com
Sat May 9

Drama singkat : “Mengubah Batu Jadi Emas”

Drama singkat : “Mengubah Batu Jadi Emas”

Disusun oleh : Cok Ghay Juen, pada tanggal 29 Maret 2003.

Ide cerita dari : Cerita Dewa-Dewa “Tung Yu Ci”, dicerita kembali dalam versi lain.

Cerita ini dipaparkan dalam acara : Hari Kebesaran Maha Dewa Thay Sang Law Cin, pada tanggal 15 bulan ke 5 kalender Imlek atau pada hari Sabtu, tanggal 14 Juni 2003, jam 20.00 Wita.

Tempat Acara : di Aula Persahabatan Bhakti Mulia, Kelenteng PAO HWA KONG, Jalan Yos Sudarso 180, Ampenan.

Diperankan oleh Tao Yu-Tao Yu Daerah Lombok.

Yang perlu disiapkan dalam acara ini : tongkat kecil yang sudah di cat dengan tinta emas.

Isi Drama :

Salah seorang Tao Yu (TY-I) dengan membawa Tongkat Emas (tongkat kecil yang dicat tinta emas) berjalan naik ke atas panggung dengan diiringi lagu/musik TAO yang merdu. Di atas panggung TY-I memberi salam kepada pengunjung dengan sikap “he cang li” (sikap anjali) dan sambil mengucapkan salam “Wan Se Sui Yen”.

Disusul oleh 4 orang Tao Yu lain juga naik ke atas panggung, mereka memberi salam dengan sikap “he cang li” (anjali) kepada TY-I sambil sedikit menundukan kepala, demikian juga dengan TY-I juga memberi salam yang sama (ke dua belah pihak tidak mengatakan sesuatu), ke 4 orang Tao Yu itu lalu mengarah kepada pengunjung dan dengan sikap “he cang li” memberi salam sambil mengucapkan kata “Wan Se Sui Yen”.

TY-I : Tao Yu-Tao Yu, apa kabar ?

TY-II dkk : Kami baik-baik saja! bagaimana keadaan anda, Se Siong?

TY-I : Baik, saya dalam keadaan baik! Sudah lama saya tidak bertemu dengan kalian, kemajuan apa saja yang sudah kalian capai? Bisakah kalian ceritakan!

TY-II : Saat ini saya merasakan jiwa dan raga saya sangat tenang.

TY-III : Saya selalu merasa sangat optimis dengan usaha-usaha yang telah saya jalankan.

TY-IV : Saya merasa sangat sehat. Se Siong, saya melihat anda membawa sesuatu, apakah itu ?

TY-I : Ini adalah sebuah tongkat emas, tongkat emas ini adalah sejenis pusaka.

TY-V : Pusaka! Pusaka apa? Boleh kami tahu apa manfaatnya ?

TY-I : Pusaka ini banyak manfaatnya, dia bisa dipakai untuk membuka kecerdasan seseorang, dia bisa membantu manusia…..(tidak disebutkan)…., dia juga bisa mengubah batu menjadi emas.

TY-II : Oh, bisa mengubah batu jadi emas, benarkan begitu ?

TY-I : Kalau benar! Apakah kalian mau belajar ?

TY-III : Se Siong, bolehkah saya bertanya, andaikata batu yang sudah diubah menjadi emas, apakah dia akan tetap menjadi emas selamanya atau ada batas waktunya ?

TY-I : Batu yang sudah diubah menjadi emas akan bertahan kira-kira selama 500 tahun.

TY-II dkk : 500 tahun! Wah ! waktu yang sangat lama…..

TY-IV : Kalau begitu, setelah 500 tahun kemudian apa yang terjadi ?

TY-I : Setelah 500 tahun, akan kembali menjadi batu seperti semula.

TY-V : 500 tahun! 500 tahun!… sungguh merupakan waktu yang sangat lama, biar saya pikirkan sejenak, (sambil berpikir sejenak, kemudian dengan tegas berkata:) Tidak! Tidak! Tidak! Saya tidak mau belajar ilmu ini.

TY-II : Saya tidak mau mempelajarinya.

TY-III : Saya juga tidak mau belajar.

TY-IV : Kami semua tidak mau mempelajarinya.

TY-I : Mengapa ? Apa alasannya ?

TY-V : Karena kami semua tidak mau merugikan orang-orang yang hidup pada waktu 500 tahun yang akan datang.

TY-I : Ha…ha…ha… Bagus! Bagus! Bagus!, Sangat Bagus! ilmu mengubah batu jadi emas yang saya katakan disini sebenarnya tidak ada, saya hanya bergurau dengan kalian, saya hanya ingin mengetahui isi dalam lubuk hati kalian.

TY-I : Hari ini saya memberi nasehat kepada kalian yang sedang belajar Tao :

  • Belajar Tao jangan membuat diri jadi tamak.
  • Semua urusan bila tidak menjadi beban hati, akan cocok dengan Tao.
  • Tidak menjadi beban hati inilah kebenaran yang kita cari.
  • Hati yang bebas dari beban akan menjadikan hidup ini bebas dan ringan tanpa beban.

Setelah TY-I selesai memberi nasehat, TY-I memberi salam kepada pengunjung, kemudian meninggalkan panggung, sedangkan TY-II dkk, bersama-sama memberi salam dengan sikap “he cang li” kepada pengunjung sambil mengucapkan kata “Pai-Pai”, dan bersama-sama meninggalkan panggung.

Selesai.

Catatan : “Wan Se Sui Yen” juga termasuk salam dari TAO yang searah.

Sekarang kita pakai salam TAO yang baru : “Ta Cia Syek Tao Hao” dan dijawab dengan salam “Syek Tao Ta Cia Hao”. Salam dua arah.

Comments (View)