Laba-laba
Ditulis kembali dari cerita yang sudah ada.
Ada 3 orang saudara karena hujan lebat berteduh di satu rumah yang sudah bocor. Di dalam rumah tersebut ada seorang pengemis yang sedang duduk berteduh dan seekor laba-laba yang terkena hembusan angin dan air hujan menyebabkan sarangnya rusak dan dia terjatuh ke lantai. Laba-laba tersebut berusaha bangun merayap ke atas melalui tembok basah yang terkena air hujan, tetapi jatuh lagi. Hal ini dia lakukan berulang kali dan selalu gagal, jatuh ke lantai.
Peristiwa ini dilihat oleh ke 3 saudara dan pengemis yang berteduh tadi, akhirnya mereka berkomentar :
Saudara yang tertua berkata :
Laba-laba ini nasibnya selalu ada rintangan, setiap kali berjuang selalu mendapat rintangan, jika dia adalah saya, maka saya akan tunggu hingga berhenti hujan baru naik keatas dan membuat sarang baru, supaya tidak ada rintangan.
Saudara yang nomor 2 berkata :
Jika dia adalah saya, saya akan cari jalan lain yang tidak terkena air kemudian dengan hati-hati naik ke atas tembok dan membuat sarang ditempat yang tidak terkena hembusan angin dan hujan.
Saudara yang terkecil berkata :
Semangat laba-laba ini saya kagumi, sekali terjatuh bangkit lagi dan jatuh lagi bangkit lagi, dia tidak takut dengan rintangan. Ini seperti sifat saya yang akan selalu berjuang terus menghadapi rintangan-rintangan yang terjadi, walaupun badai menerpa, saya akan tetap berjuang hingga mencapai kesuksesan.
Si pengemis juga berkata :
Saya tidak perduli dengan sarang yang rusak, saya tidak mau pusing dengan apa saja, hidup ini memang hanya begitu, buat apa pusing.
Para pembaca yang budiman, bagaimana menurut anda, anda termasuk yang mana ? atau ada pandangan lain ?