Riwayat Singkat CHEN FU CEN REN
(Ditulis kembali dari cerita yang sudah ada)
Puncak kejayaan Raja Mengwi terjadi sekitar tahun 1610, untuk mewujudkan kebesaran kekuasaanya, maka Raja Mengwi bermaksud untuk membangun taman dengan arsitektur sebagaimana taman raja-raja di negeri Campa (Thailand) ataupun taman raja di Tiongkok.
Untuk hal ini diundanglah seorang ahli bangunan dari Surabaya, dan si ahli bangunan ini di Mengwi dipanggil dengan sebutan Kongco. Kedatangan beliau di Mengwi ini diperkirakan sekitar tahun 1627.
Maka sejak tahun 1627 tersebut, mulailah Kongco menangani pembangunan pura/taman Raja Mengwi itu. Mula-mula Kongco meninjau letak tanah yang cocok untuk pura/taman, yang menurut perhitungan fungsuinya bagus. Menurut Kongco, pura/taman itu nantinya akan dikelilingi oleh parit sebagaimana seperti taman di Tiongkok.
Karena kepandaian Kongco dalam hal bangunan taman ini dan Kongco sangat dipercaya oleh Raja, para pejabat kerajaan dan para arsitek kerajaan Mengwi merasa iri hati kepada Kongco, maka mereka menghasut Raja agar Kongco disingkirkan dengan alasan bahwa nantinya Kongco dapat membahayakan kedudukan Raja karena kepandaiannya.
Raja termakan oleh hasutan para pejabatnya, dicari alasan untuk menyingkirkan Kongco, maka diutuslah 2 orang patih untuk membunuh Kongco.
Tapi ternyata ke 2 orang patih ini tidak membunuh Kongco, karena selain Kongco sangat ramah terhadap setiap orang, mereka juga tahu bahwa Kongco tidak bersalah, malah ke 2 orang patih tersebut membatu Kongco untuk melarikan diri. Karena ke 2 orang utusan tersebut lama tidak pulang, maka Raja mengutus laskarnya untuk mencari Kongco dan ke 2 patih yang diutus. Dalam pencarian tersebut, salah seorang patih terbunuh dan yang satunya dapat meloloskan diri bersama Kongco, akhirnya mereka sampai di pulau Jawa, tempat mendaratnya Kongco di pulau Jawa ini disebut Watu Dodol. Dan selanjutnya kemana perginya Kongco bersama patih tersebut tidak diketahui orang dengan jelas.