PERSAINGAN DALAM HIDUP
Ditulis oleh : CGJ tangal 17 Mei 2009.
Dalam kehidupan ini penuh dengan persaingan, kalau kita renungkan kembali persaingan itu selalu ada disekeliling kita. Sejak kecil saat masih duduk di bangku sekolah, adanya persaingan diantara teman-teman kelas/sekolah, persaingan untuk mendapatkan nilai terbaik, persaingan untuk mendapatkan perhatian dari bapak/ibu guru. Setelah bekerja, terjadi persaingan antara teman-teman dalam kantor, persaingan untuk mendapat prestasi terbaik, persaingan untuk mendapat jabatan tertinggi, persaingan untuk mendapat perhatian dari direktur atau boss.
Di dalam dunia usaha juga terjadi persaingan antar pebisnis yang satu dengan pebisnis yang lain. Bukan itu saja, masih banyak sekali persaingan dalam masyarakat. Persaingan dalam hidup rupanya selalu ada sepanjang hidup manusia. Nah, bagaimana sebenarnya cara pandang dan sikap kita terhadap persaingan ini ?
Kalau persaingan ini selalu kita pikirkan, jangan-jangan nanti malah jadi stress yang nantinya menjadi gangguan dalam diri kita, tapi kalau tidak dipikirkan dan diperhatikan, khawatir nanti pesaing mengungguli kita, mengambil alih dan menggeser posisi kita. Nah, kalau sudah menjadi begini, sebaiknya apa yang harus kita kerjakan ?
Untuk masalah ini, sebenarnya hampir setiap saat kita sudah mengalaminya, toh hasilnya juga begini, menurut pandangan kami, biarkanlah persaingan berjalan secara alami, yang perlu kita lakukan :
Selalu tingkatkan disiplin ilmu dan mutu diri sendiri, tingkatkan pula kemampuan diri sendiri, hari ini harus lebih baik dari kemarin dan besok harus lebih baik lagi. Jangan berhenti di satu titik, karena yang lain akan melampaui diri kita, menggeser posisi kita.
Memiliki cara pandang, dunia ini sebetulnya kepunyaan sesama, artinya saya berhak sukses, yang lain juga berhak sukses. Sukses adalah hak setiap individu, yang penting harus diraih dengan cara-cara yang wajar, sesuai dengan moralitas. Sukses itu harus dicari, bukan datang sendiri, kalau anda tunggu datangnya sukses, khawatir sukses itu tidak datang-datang karena yang lain sudah merebutnya sebelum anda mendapatkannya.
Para pembaca yang budiman, mungkin masih banyak cara pandang yang lain, silahkan anda kemukakan…