CenJing (正清)

正本清源
正其本 則末自正
清其源 則流自清

Links

Subscribe by Email



Email : cenjing@cenjing.com

Dijual sebidang Tanah Pekarangan di Jalan menuju pelabuhan Lembar di Lombok. Disekitar tanah tersebut terdapat banyak rumah walet. Sertifikat : Hak Milik. Bagi yang berminat dapat menghubungi 081.836.2518.

Dijual Tanah Di Senggigi, daerah Wisata di Lombok. Sertifikat Hak Milik, luas tanah : 16.335 m2. Untuk informasi lebih lengkap silahkan visit : www.supermulty.com. Bagi yang berminat, dapat menghubungi : 081.836.2518.

www.supermulty.com
Sun May 24

MENGENAL DIRI SENDIRI

Ditulis Oleh CGJ, Tanggal : 24 Mei 2009.

Dalam ilmu strategi perang Tiongkok kuno, ada seorang ahli strategi perang bernama Sun Tze (Sun Tzu), ilmu strateginya sangat terkenal sepanjang masa bernama Sun Tze Pin Fak.

Ilmu strategi perang Tiongkok kuno Sun Tze Pin Fak ini banyak dipelajari oleh para militer, para pengusaha-pengusaha di manca negara, walaupun kondisi di jaman kuno sudah sangat berbeda dengan kondisi jaman sekarang, setelah disesuaikan dengan kondisi saat ini, ternyata banyak yang telah sukses menggunakan strategi perang tersebut pada bidang bisnis.

Banyak buku-buku yang menulis kembali strategi perang tersebut dalam berbagai macam versi bahasanya, termasuk dalam bahasa Indonesia juga ada.

Di dalam buku strategi perangnya yang paling terkenal adalah bab yang membahas tentang Mengenal Diri Mengenal Musuh, Seratus Kali Bertempur Seratus Kali Menang.

Melalui tulisan ini kami akan coba menguraikan secara sederhana dan singkat, hanya menyangkut mengenal diri dan mengenal pesaing dalam kaitannya dengan tiga kondisi, yaitu kondisi langit, bumi dan manusia, dimana tulisan ini tidak mengutip dari tulisan-tulisan yang lain, kalau ternyata ada kesamaan itu hanya kebetulan saja.

Mengenal diri sendiri dan mengenal pesaing (bisnis) : Untuk mengenal diri sendiri dan mengenal pesaing, maka kita harus menganalisa diri sendiri dan para pesaing, siapa kita, siapa mereka, bagaimana kemampuan dan kelemahan kita, bagaimana juga dengan mereka, analisa ini dikaitkan dengan tiga kondisi yang terdiri dari kondisi langit, strategi bumi dan keadaan manusia-nya yang dalam istilah Tionghoanya adalah Tian Se, Ti Li dan Ren He.

Siapa kita dan siapa mereka (bagaimana kemampuan dan kelemahan kita, bagaimana juga dengan mereka). Siapa kita dan siapa mereka ini menyangkut bisnis apa yang sedang kita kerjakan, dan siapa-siapa saja pesaing yang mengerjakan bisnis yang mirip atau serupa yang bisa merupakan pesaing kita.

Kalau sudah mengetahui mereka coba kita analisa lagi :

Ad 1. Analisa Tian Se (kondisi keadaan), antara lain :

  • Siapa diantara kita atau pesaing yang memiliki kemampuan yang lebih baik dalam hal finansial ?
  • Siapa diantara kita atau pesaing, yang lebih dikenal dalam masyarakat di dalam daerah/wilayah lingkungan bisnis.
  • Siapa diantara kita atau pesaing yang memiliki wilayah yang lebih luas dan banyak penghuninya yang mampu dan mau memilih menggunakan produk yang dijual.
  • Siapa diantara kita atau pesaing yang mendapatkan sumber barang (produk) yang terbanyak dengan harga pokok yang lebih rendah.
  • Bagaimana kemampuan kita juga kemampuan pesaing bisa mendapat kesempatan untuk menerobos pasar dan berhasil mendapat penjualan yang lebih banyak.
  • Siapa diantara kita atau pesaing yang memiliki armada yang lebih banyak untuk memasarkan produk dan menjualnya.
  • Dan mungkin masih ada variabel-variabel lain yang harus dianalisa kalau ingin berhasil dalam strategi “seratus kali bertempur, seratus kali menang”.

Setelah melakukan analisa, jika point-point kita lebih banyak unggulnya dari pesaing, berarti pada analisa Tian Se kita mengungguli pesaing, ada kemungkinan menang “bertempur”.

Ad 2. Analisa Ti Li (tempat yang strategi) Yang ke 2 lakukan analisa terhadap diri sendiri dan terhadap pesaing lain, mengenai lokasi/tempat usaha, tempat siapa yang lebih strategis, ini menyangkut :

  • Lokasi penempatan barang dan tempat usaha yang strategis dan lancar lalu lintasnya serta paling banyak dikunjungi para pengunjung.
  • Bagaimana dengan sistim pengangkutan barang waktu barang datang dan pengangkutan barang waktu terjual.
  • Luasnya tempat usaha.
  • Lokasi yang mudah dikenal dan mudah dicapai oleh para customer.
  • Dan hal-hal lain yang menyangkut Ti Li.

Pada analisa ini, jika point-point penting tersebut kita lebih banyak unggulnya dari pesaing, berarti ada kemungkinan besar kita akan menang “bertempur”

Ad 3. Analisa Ren He (Hubungan antara manusia dengan manusianya).

Yang ke 3, lakukan juga analisa terhadap hubungan antara sales yang menawarkan produk dengan customer yang membeli produk, ini menyangkut :

  • Cara-cara penawaran sales kepada customer, apakah sales yang menawarkan produk tersebut sudah menguasai produk yang dijual ?
  • Bagaimana cara sales meyakinkan customer untuk membeli produk yang ditawarkan ?
  • Bagaimana cara sales menggunakan bahasa pada saat menawarkan produk kepada customer, apakah tutur katanya baik, tidak menyinggung perasaan customer.
  • Dan hal-hal lain yang menyangkut hubungan manusia antara pembeli dan penjual.

Setelah menganalisa, jika point-point tersebut kita lebih banyak unggulnya dari para pesaing, berarti ada kemungkinan juga kita akan menang “bertempur”.

Jika ke 3 analisa di atas yaitu analisa Tian Se, Ti Li dan Ren He kita lebih unggul dari pesaing, berarti kita berada pada posisi menang bersaing. Jika tidak berarti masih tidak pasti.

Tentu saja, untuk menang dalam “pertempuran” bidang bisnis tidak hanya tergantung dari faktor-faktor diatas saja, masih banyak faktor lain, seperti cara pemasaran, kwalitas produk, kepercayaan konsumen terhadap produk, kondisi di lapangan, situasi pasar dan lain-lain.

Ilmu strategi perang Mengenal Diri Mengenal Musuh, Seratus Kali Tempur Seratus Kali Menang dari Sun Tzu dimaksud untuk mengenal diri kita sendiri, mengetahui kelemahan dan kekuatan diri sendiri, kelemahan diri sendiri harus diperkuat dan disempurnakan, mengetahui kelemahan pesaing berarti tempat kelemahan itu menjadi sasaran penyerangan.

Jika semua point kita lebih baik dan lebih unggul dari pesaing, berarti kita berada pada posisi menang “tempur”, jika pesaing lebih unggul dari kita bagaimana kita bisa menang dalam “pertempuran” ?

Comments (View)