RIWAYAT LIE PAI - 1
Ditulis oleh CGJ, pada tanggal 31 Mei 2009.
Zhe Yao Kung Fu Sen, Diek Ju Mok Jen Cen artinya kalau kita bertekad melakukan suatu pekerjaan dengan sepenuh hati, batang besipun akan bisa diasah menjadi jarum. Istilah ini sering kita baca dibuku pelajaran, buku nasehat maupun buku motivasi.
Konon pada jaman dinasty Tang (Dang) di Tiongkok, ada seorang bernama Li Pai, waktu masih kecil dia senang bermain. Suatu hari disaat pergi bermain, dia meliwati salah satu rumah tetangga, melihat ada seorang nenek tua yang sedang mengasah sebatang besi diatas batu. Dia terheran-heran dan bertanya dalam hati, untuk apa nenek tua ini mengasah batang besi ? Setelah berpikir sejenak, lalu dia bertanya kepada si nenek tua. Nek, untuk apa nenek mengasah sebatang besi ? Saya mengasah batang besi ini untuk dijadikan jarum yang halus, jawab si nenek tadi. Oh,… Untuk dijadikan jarum yang halus ? dan kapan jadinya ? Tanya Li Pai terheran-heran. Ya, saya akan mengasah batang besi ini jadi jarum halus, mengenai kapan jadinya saya belum tahu, yang jelas kalau hari ini belum jadi, besok saya akan lanjutkan mengasahnya, besok belum jadi hari berikutnya saya akan mengasahnya lagi, sampai suatu hari pasti batang besi ini akan jadi jarum yang halus. Jawab si nenek tua. Setelah mendengar jawaban si nenek tua, Li Pai meninggalkan si nenek tua dan terus memikirkan peristiwa yang dilihat dan jawaban si nenek tua tadi. Akhirnya apa yang dikatakan oleh si nenek tua tersebut membuka pikirannya, dia menjadi mengerti akan suatu makna yang sangat mendalam. Dia berpendapat, kalau kita bertekad melakukan suatu pekerjaan walaupun pekerjaan itu sangat sulit, niscaya pada suatu hari kita akan berhasil. Setelah mengerti akan makna tersebut, sifat suka bermainnya berubah menjadi suka belajar dan membaca. Akhirnya setelah dewasa dia menjadi seorang penyair yang sangat tekenal di jaman dinasty Tang saat itu. Dan hasil karyanya berupa syair-syair, sangat terkenal hingga jaman modern saat ini.
Mengenai riwayat tentang Lie Pai, tidak banyak buku yang bereder menceritakannya, konon menurut legenda dia adalah titisan dari “Thay Pai Cin Sin” yang turun ke dunia. Pada saat Lie Pai lahir ke dunia di keluarga yang bernama Lie Fang, dia dikunjugi oleh seorang pendeta TAO yang bernama Chang Kou Lau (Chang Kou Lau kita kenal di dalam cerita delapan Dewa yang menunggang keledai terbalik/menghadap belakang). Saat dewasa, Lie Pai memberi nama dirinya dengan Jing Lian Ci Se atau Lie Jing Lian. Pada saat usia 28 tahun Lie Pai pergi ke kota Chang An, di kota Chang An dia bertemu dengan seorang pendeta TAO, saat bertemu, pendeta TAO bertanya padanya : andakah yang bernama Lie Jing Lian, Lie Pai terheran-heran bertanya : anda kenal saya ? Pendeta TAO sambil tertawa-tawa menjawab : kita pernah ketemu pada 30 tahun yang lalu. Lie Pai terheran-heran lagi, dalam hati dia berpikir : saya baru berusia 28 tahun, dia mengatakan pernah jumpa saya pada 30 tahun yang lalu, sungguh aneh.
Selanjutnya pendeta TAO itu mengatakan dia bernama Chang Kou Lau, adalah pendeta TAO dari “Chung Nan San” (gunung Chung Nan), Lie Pai berkata : anda adalah tuan Dung Sian? Ya, jawab Pendeta TAO itu. Pada pertemuan tersebut, banyak hal yang dibicarakan antara Chang Kou Lau dengan Li Pai. Chang Kou Lau memberi buku kepada Lie Pai yang tertulis kata : “Dung Thian Mik Cik”, terdiri atas 3 bab, yaitu : Thian, Te, Ren. Buku ini harap dibaca dan dipelajari siang dan malam, nanti pasti akan berguna, pesan Pendeta TAO. Setelah itu pendeta TAO Dung Sian meninggalkannya sambil berkata : “sampai jumpa”.
Ternyata dalam buku yang diberikan oleh Pendeta TAO Dung Sian itu adalah buku yang sebagiannya menguraikan kondisi kekaisaran Tang saat itu, buku itu juga menjelaskan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi diwaktu dekat yang akan datang, antara lain : dalam waktu dekat dari negara tetangga akan membawa 4 pusaka ke istana, jika orang-orang yang ada dalam kekaisaran dinasti Tang tidak mengenal 4 pusaka tersebut, maka kerajaannya boleh merdeka dan tidak berada dalam wilayah kekuasaan dinasty Tang, dan dia juga harus menolong seorang satria yang bernama Kuok Ce Yi dari hukuman.
Bagaimana kelanjutan ceritanya, apa 4 pusaka yang dibawa oleh kerajaan tetangga ke istana kekaisaran Tang dan siapa itu Kuok Ce Yi, silahkan menunggu artikel berikut dengan judul : RIWAYAT LIE PAI – 2.