CenJing (正清)

正本清源
正其本 則末自正
清其源 則流自清

Links

Subscribe by Email



Email : cenjing@cenjing.com

Dijual sebidang Tanah Pekarangan di Jalan menuju pelabuhan Lembar di Lombok. Disekitar tanah tersebut terdapat banyak rumah walet. Sertifikat : Hak Milik. Bagi yang berminat dapat menghubungi 081.836.2518.

Dijual Tanah Di Senggigi, daerah Wisata di Lombok. Sertifikat Hak Milik, luas tanah : 16.335 m2. Untuk informasi lebih lengkap silahkan visit : www.supermulty.com. Bagi yang berminat, dapat menghubungi : 081.836.2518.

www.supermulty.com
Sun Jun 7

KITAB SUCI DEWA ERL LANG SEN

Dikutip dari Kitab Suci dalam buku SIU TAO Menuju Kesempurnaan.

TAO timbul dari arus kejujuran yang agung dan mulia. Dari alamiah, asal alamiah, menuntun seluruh manusia ke jalan yang benar di dunia.

Cahaya kedewaan menyilaukan mata menyinari ujung kepala kita. Ucapan dan perbuatan haruslah benar, sopan, hingga tak bersalah.

Jalan ada yang simpang tiga. Pedang ada yang berujung tiga pula. Belajar TAO, Memuja TAO, dilindungi, disayangi. Setan Jin dan Iblis diusir, disingkirkan. Membela TAO, menjunjung tinggi TAO, tak gembor-gemborkan jasa, jasanya sudah dicatat TUHAN (THIAN).

Kebenaran atau kejahatan, Dewa-dewa mengetahuinya. Membawa pedang di atas awan, meninjau tiga alam itu; tak lain ialah melihat sejauh mungkin, meneliti hati nurani manusia. Ini cara memupuk TAO, memupuk TAO yang tak tertera, menolong manusia yang tak terjumlah.

Di dunia, siapa yang menyebarluaskan TAO, disayangi, dikaruniai, sudah logis nyata. Memfitnah TAO, merusak TAO, meskipun hendak diampuni, sukar juga. Ini boleh dikatakan hukum karma! Sempurnakan diri, siapakah yang tak senang hati ? Mengerti diri dan mengertikan lainya saya kagumi; Menindas dan berbuat jahat saya larang keras.

Aneka cara di tunggal ika kan, tak lain ialah THAY CIK; WU CIK. Dapat TAO (kesempurnaan) adalah dewa-dewa. Fitnah TAO adalah iblis.

Dapat mengerti demikian, tentu tak terjerumus ke simpang jalan yang salah dan tak tersesat lagi.

Matahari dan rembulan ada “penuh”, “sabit” nya. Nasib manusia ada pasang surut juga. Meskipun ini adalah takdir, tetapi yang berbudi, yang baik hati, yang belajar TAO, yang mengerti TAO, ketika nasib malang, sialnya dikurangi setengah. Ketika nasib jaya, rejeki ditambah empat sampai lima bagian.

Sembahyanglah dengan HIO sujud di atas kepala, serta beramal dan berbudi cukup sudah.

Dewa piket mencatat jasa dan dosa, satu balas satu silih berganti. Seperti ada; seperti tidak ada; merupakan nyata, merupakan gelap gulita. Sayang! Banyak manusianya, tapi jarang yang bisa sadar (WU), hingga terperosok kedalam rawa-rawa bahaya, dengan jeritan belaka. Jika dapat mengerti diri, mawas diri, dan WU TAO (tinggi kesadarannya). Lepas dari laut sengsara, keluar dari kebingunan; jalan lapang sudah terlihat di depan mata.

MEMUPUK TAO DAPATKAN PAHALA. MENJUJUNG TINGGI TAO DIKARUNIAI DEWA-DEWA.

Comments (View)