CenJing (正清)

正本清源
正其本 則末自正
清其源 則流自清

Links

Subscribe by Email



Email : cenjing@cenjing.com

Dijual sebidang Tanah Pekarangan di Jalan menuju pelabuhan Lembar di Lombok. Disekitar tanah tersebut terdapat banyak rumah walet. Sertifikat : Hak Milik. Bagi yang berminat dapat menghubungi 081.836.2518.

Dijual Tanah Di Senggigi, daerah Wisata di Lombok. Sertifikat Hak Milik, luas tanah : 16.335 m2. Untuk informasi lebih lengkap silahkan visit : www.supermulty.com. Bagi yang berminat, dapat menghubungi : 081.836.2518.

www.supermulty.com
Wed Jun 10

KELENTENG-1

Kelenteng & Jiam Si
Ditulis oleh CGJ, pada tanggal 10 Juni 2009

Dijaman dulu kelenteng-kelenteng hanya ada di atas gunung-gunung, untuk pergi ke kelenteng harus direncanakan terlebih dahulu, karena disamping lokasinya jauh, transportasinya juga tidak lancar, tidak seperti sekarang ini kelenteng banyak terdapat dikota-kota maupun pinggiran kota dan lalu lintasnya juga sudah lancar. Para umat yang datang ke kelenteng yang letaknya di atas gunung pada umumnya dilakukan secara berkelompok, bisa terdiri atas beberapa orang, atau satu-dua keluarga dengan membawa kebutuhan makanan untuk 1-2 hari atau lebih tergantung pada lama perjalanan ke kelenteng p-p.

Di dalam kelenteng umumnya ada petugas kelenteng yang bertugas mengurusi kelenteng dan terdapat juga pendeta TAO, bisa terdiri atas seorang atau beberapa orang Chang Lau atau Tao Chang, bisa juga ada beberapa Tao Se (pendeta TAO laki) atau Tao Ku (pendeta TAO wanita). Para pendeta TAO memiliki pengetahuan-pengetahuan tentang Kedewaan, mereka pada umumnya bisa berkomunikasi dengan para Dewa, juga menguasai ilmu ramal, “membaca” nasib orang, ilmu pengobatan, ramuan obat, tusuk jarum, Chi Kung dan ilmu silat.

Para umat yang datang ke kelenteng sembahyang kebanyakan untuk memohon rejeki dan minta perlindungan dari para Dewa-Dewi, tapi ada juga yang datang untuk minta pertolongan dari para pendeta TAO yang ada di kelenteng, ada yang menanyakan nasib atau peruntungan, ada yang menanyakan nama yang cocok untuk anak/cucu mereka yang akan lahir, ada yang menanyakan hari baik untuk suatu upacara-upacara seperti hari pernikahan, buka usaha, ada yang meminta pengobatan dan sebagainya.

Para pendeta TAO yang bertugas di kelenteng-kelenteng kadang-kadang juga harus berpergian/turun gunung untuk acara-acara tertentu di kota, atau mencari obat-obatan di tengah-tengah hutan di atas gunung. Pada saat mereka berpergian, maka kelenteng dijaga oleh petugas kelenteng yang hanya menguasai pengetahuan umum tentang sembahyang. Jika pada saat ini ada umat yang datang ke kelenteng untuk minta pertolongan pada pendeta TAO, maka mereka harus menunggu beberapa hari/minggu hingga pendeta TAO pulang. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dicarilah akal oleh para pendeta TAO, para pendeta TAO berbincang-bincang dengan para Dewa, mereka mohon kepada para Dewa yang piket di dalam kelenteng agar bisa membantu memberi petunjuk kepada umat yang datang ke kelenteng jika para pendeta TAO sedang berpergian. Maka dibuatlah Jiam Si, sebagai petunjuk yang tertulis di atas kertas yang masing-masing Jiam Si ada nomor urutnya dan ada arti/maksud-nya. Jadi pada saat para pendeta TAO berpergian, para umat yang datang ke kelenteng bisa mohon petunjuk dari para Dewa, dan Jiam Si inilah yang dipakai sebagai petunjuk dari Dewa Piket yang di dalam kelenteng-kelenteng.

Untuk sembahyang para Dewa-Dewi, umat TAO pada umumnya menggunakan 1 batang hio yang melambangkan Selamat dan Jaya. Warna hio yang dipakai adalah yang berwarna merah atau kuning, dengan cara angkat hio sujud di atas kepala (melampaui kepala), kemudian mohon kepada para Dewa.

Comments (View)