CenJing (正清)

正本清源
正其本 則末自正
清其源 則流自清

Links

Subscribe by Email



Email : cenjing@cenjing.com

Dijual sebidang Tanah Pekarangan di Jalan menuju pelabuhan Lembar di Lombok. Disekitar tanah tersebut terdapat banyak rumah walet. Sertifikat : Hak Milik. Bagi yang berminat dapat menghubungi 081.836.2518.

Dijual Tanah Di Senggigi, daerah Wisata di Lombok. Sertifikat Hak Milik, luas tanah : 16.335 m2. Untuk informasi lebih lengkap silahkan visit : www.supermulty.com. Bagi yang berminat, dapat menghubungi : 081.836.2518.

www.supermulty.com
Thu Jun 11

KELENTENG-2

Kelenteng, Jiam Si & Komunikasi Dengan Dewa (Lingkam).

Ditulis oleh CGJ, pada tanggal 11 Juni 2009

Kurang lebih sepuluh tahun yang lalu, saya menumui seorang yang mempunyai pengetahuan yang luas tentang Dewa-Dewi, orang tersebut bisa berkomunikasi dengan para Dewa-Dewi melalui penglihatan dan pendengaran. Dia berkata kepada saya, suatu hari ada seorang umat kelenteng setelah bersembahyang dan minta petunjuk para Dewa. . Saat umat kelenteng tersebut sedang melaksanakan cara-cara permintaan Jiam Si, dia melihat ada satu Dewa mengambil satu Jiam Si dikeluarkan dari tempat Jiam Si sebagai petunjuk dari Dewa tanpa diketahui oleh umat kelenteng tersebut karena Dewa-nya tidak menampakan diri pada saat itu.

Setelah mendengar cerita tersebut saya mulai berpikir hal-hal yang ada hubungannya dengan Jiam Si yang ada di dalam kelenteng-kelenteng yang dipakai sebagai petunjuk dari para Dewa-Dewi bagi umat kelenteng yang datang minta petunjuk. Dari Jiam Si-Jiam Si yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu, setiap Jiam Si ada maksudnya sendiri-sendiri dan petunjuk dari Jiam Si juga sangat tergantung pada pertanyaan atau pemohonan yang diajukan oleh umat kelenteng yang minta petunjuk.

Hal mengenai Jiam Si, saya ingat lebih dari tiga puluh tahun yang lalu, ada seorang bercerita kepada saya, pada saat itu dia dan saudara-saudaranya hidup sangat sederhana, tinggal di sebuah rumah yang tidak besar sedangkan jumlah saudaranya cukup banyak, rumah yang mereka tinggal dirasakan sudah tidak cukup lagi, itu sebabnya mereka mempunyai maksud untuk membeli sebidang tanah dan membangun rumah sederhana yang lebih besar. Setelah dipikir-pikir dan dihitung-hitung, simpanan uang yang mereka miliki cukup untuk membeli sebidang tanah dan membangun rumah yang diinginkan, ada lebih tapi sedikit. Jika uang simpanan tersebut dipakai untuk beli sebidang tanah saja tidak akan mempengaruhi usaha yang mereka kerjakan, tapi kalau dilanjutkan dengan bangun rumah maka mungkin akan mempengaruhi perputaran uang dalam usaha mereka. Tapi kalau tidak bangun rumah, sangat tidak nyaman lagi tinggal dirumah yang sempit dengan jumlah saudara yang cukup banyak.

Setelah berpikir akhirnya diambil keputusan untuk beli sebidang tanah terlebih dahulu, setelah tanah dibeli, mereka merasa ragu untuk mulai membangun rumah karena khawatir uang simpanan jadi habis dan perputaran uang jadi terganggu dalam usahanya. Masalah ini dipikirkan siang dan malam, akhirnya mereka coba minta bantuan dari para Dewa dan juga minta petunjuk. Apakah mereka boleh dan bisa berhasil membangun rumah dan bisa mempertahankan usaha yang sedang dikerjakan ? Permohonan bantuan dan petunjuk dilakukan di salah satu kelenteng. Jiam Si yang didapat sebagai petunjuk memberi tanda “lampu hijau” kepada mereka untuk mulai membangun rumah dan tidak akan ada persoalan dalam hal keuangan usaha. Walaupun Jiam Si sebagai petunjuk sudah bagus, mereka masih khawatir akan hal itu. Mereka datang lagi ke kelenteng yang ada di kota lain dan minta bantuan sekaligus petunjuk dari para Dewa yang piket di kelenteng tersebut. Jiam Si yang didapat juga hampir sama, membangun rumah bisa diselesaikan dengan tanpa ada masalah keuangan untuk usaha. Setelah mendapat petunjuk ke 2 kalinya, mereka memberanikan diri untuk membangun rumah. Dan akhirnya rumah berhasil didirikan. Uang simpanan terpakai sudah banyak. Lantas apa yang terjadi ? Ternyata usaha mereka tidak terganggu, bahkan mereka mendapat rejeki, mendapatkan kembali uang sebanyak yang dikeluarkan untuk membangun rumah tersebut. Sungguh luar biasa atas bantuan dan petunjuk dari para Dewa. Terima Kasih Dewa, Syek Sen En.

Bagi umat TAO yang telah cukup lama belajar TAO mungkin sudah sampai tahap berkomunikasi dengan para Dewa pakai Lingkam, maka mereka bisa minta bantuan dan minta petunjuk dari Dewa-Dewi dengan cara komunikasi langsung pakai Lingkam. Tapi kalau mereka ingin tetap menggunakan Jiam Si untuk minta petunjuk dari para Dewa juga tidak masalah, karena itu adalah hak mereka…

Catatan : Jika para Dewa-Dewi membantu manusia, maka : Hal yang sulit bisa berubah jadi mudah. Hal yang tak mungkin tercapai bisa berubah jadi mungkin tercapai.

Comments (View)