CenJing (正清)

正本清源
正其本 則末自正
清其源 則流自清

Links

Subscribe by Email



Email : cenjing@cenjing.com

Dijual sebidang Tanah Pekarangan di Jalan menuju pelabuhan Lembar di Lombok. Disekitar tanah tersebut terdapat banyak rumah walet. Sertifikat : Hak Milik. Bagi yang berminat dapat menghubungi 081.836.2518.

Dijual Tanah Di Senggigi, daerah Wisata di Lombok. Sertifikat Hak Milik, luas tanah : 16.335 m2. Untuk informasi lebih lengkap silahkan visit : www.supermulty.com. Bagi yang berminat, dapat menghubungi : 081.836.2518.

www.supermulty.com
Sat Aug 15

BERBUAT BAIK BISA MENDAPATKAN REJEKI (1)

Ditulis oleh CenJing pada tanggal 15-08-2009.

Suatu pagi hari sekitar jam 07.00 di bulan Agustus tahun 80-an, ada seorang pemuda yang berumur 20-an sedang berjalan-jalan di jalan AA Gde Ngurah-Cakranegara. Tiba-tiba di salah satu depan toko terlihat banyak orang berkumpul menyaksikan sesuatu.

Pemuda tersebut mendekati kerumunan (kumpulan) orang, terlihat ada seorang gelandangan sedang menangis keras, setelah mendapat informasi, diketahuilah bahwa gelandangan tersebut dibagian punggungnya terbakar api yang dilakukan oleh teman-nya sendiri. Ceritanya begini : pada saat menjelang pagi, beberapa gelandangan yang tidur di depan toko-toko di jalan AA Gde Ngurah-Cakranegara ada yang bangun lebih awal, dia ingin bergurau dengan temannya, dilihat dibagian langit-langit depan toko ada kertas kerep untuk hiasan toko ditarik turun dan ditaruh dibagian punggung temannya, kemudian dibakar dengan api.

Teman yang melakukan pembakaran kertas kerep tidak menyadari, bahwa kertas kerep setelah dibakar akan menempel pada kulit bagian punggung dan api akan segera menjadi besar, sehingga hampir semua punggungnya terbakar dan melepuh.

Pada saat pemuda tersebut sampai ditempat kejadian, gelandangan yang terbakar punggunya nangis keras karena kesakitan, dia menangis terus-menerus. Dalam hati pemuda tersebut menjadi tidak tenang, dia berpikir bagaimana caranya membantu orang yang kena musibah itu ? tapi itu hanya dipikirkan saja, tidak dilakukan suatu tindakan apa-apa.

Setelah makan pagi, rupanya kejadian tersebut terus muncul dibenak pikiran pemuda tersebut, beberapa kali pikir bagaimana cara membantu, tapi tidak tahu caranya.

Pada siang harinya, pemuda tersebut mendatangi tempat kejadian, dia melihat gelendangan tersebut telah diberi obat merah oleh salah seorang ibu pemilik toko sebelah. Melihat hal tersebut, hati pemuda tersebut menjadi lebih tenang karena gelandangan tersebut sudah ada yang membantu.

Dua hari kemudian, luka bakar gelandangan tambah parah, semua permukaan punggungnya melepuh, kulit punggung mulai terlepas, tidak bisa pakai baju. Dia menangis terus-menerus sambil jalan sambil nangis kesakitan. Pemuda itu berpikir, rupanya obat merah yang diberikan ibu tersebut tidak bisa membantu, ini bagaimana ? Tiba-tiba terpikir akan dibelikan obat, tapi obat apa yang harus dibeli ? Coba tanyakan toko obat yang ada paling dekat dari lokasi, mungkin bisa mendapat jawaban, begitulah kira-kira yang timbul dalam pikiran pemuda itu. Ada satu toko obat di Jalan Hasanuddin diseberang jalan, sambil merogoh-rogoh saku celana, ada uang beberapa puluh ribu rupiah. Pemuda tersebut ambil sepeda menuju ke toko obat di jalan Hasanuddin-Cakranegara. Ditanyalah pada pemilik toko pedagang obat, obat apa yang bisa dipakai untuk mengobati luka bakar yang sudah melepuh. Dari informasi yang diperoleh obat yang bisa untuk luka bakar adalah “BIO PLACENTON”, harganya pada saat itu sekitar Rp. 5.000,- untuk yang 5 gram dan Rp. 10.000,- untuk yang 10 gram. Setelah berpikir sejenak, pemuda tersebut mengeluarkan duitnya dari saku celana, dibelilah satu buah “Bio Placenton” dan satu bungkus kapas. Cepat-cepat dia kembali ke jalan AA Gde Ngurah memberikan obat tersebut kepada gelandangan yang terbakar punggungnya. Sambil menjelaskan cara-cara mengoles obat dan memesan kepadanya untuk minta bantuan temannya untuk mengoles obat tersebut di bagian punggungnya yang luka terbakar.

Hari-hari berikutnya, pemuda tersebut kembali lagi ke jalan AA Gde Ngurah untuk melihat perkembangan dari obat yang telah diberikan kepada gelandangan tersebut, terlihat luka bakar yang telah melepuh berangsur-angsur baik. Setelah beberapa hari, gelandangan tersebut sudah bisa memakai bajunya. Dan dia sudah bisa tertawa, dia berkata kepada pemuda tersebut, punggunya sudah lebih baik. Dan hati pemuda tersebut jadi lega dan senang, karena sudah melakukan suatu pekerjaan yang benar dan baik.

Setelah kejadian ini, tiba-tiba suatu pagi saat bangun tidur, saat pemuda tersebut mengaca di depan cermin, terlihat ada sesuatu menyerupai jerawat di bagian hidung, ukuran garis tengahnya kira-kira 5 mili meter, dengan tebal sekitar 0.5 mm, warnanya merah dan bercahaya. Melihat sesuatu menyerupai jerawat, dia lantas berpikir, ini apa ? apakah jerawat ? tapi warnanya enak dipandang dan bercahaya. Tempatnya di hitung,  apa ya ? Tiba-tiba pemuda teringat akan suatu hal, dalam terori meramal, hidung adalah bagian harta dalam ramalan, ada sesuatu yang berwarna merah dan bercahaya di permukaan hidung menandakan sesuatu yang baik, mungkin dia akan dapat rejeki yang berupa uang.

Dugaan pemuda tersebut mungkin tidak meleset, hari berikutnya dia mendapat mimpi bahwa penarikan periode berikutnya akan keluar nomor dengan 3 angka. Pemuda tersebut mempercayai mimpi tersebut, dan dia tersenyum-senyum setelah nomor yang keluar persis 3 angka seperti di dalam mimpinya.

Setelah peristiwa ini terjadi, pemuda tersebut berpikir, kalau kita berbuat baik maka ada kemungkinan besar kita akan dapat rejeki. Apakah memang demikian ?

Comments (View)