BERBUAT BAIK BISA MENDAPATKAN REJEKI (2)
Ditulis oleh CenJing pada tanggal 15-08-2009.
Sekitar ditahun 1987-1989, ada seorang karyawan ditugaskan oleh perusahaannya selama 2 tahun di kota Samarinda, pulau Kalimantan.
Pada suatu hari, ketika sedang mencari barang yang hendak dibeli di suatu tempat, dalam perjalanan dia melihat ada sejumlah anak-anak yang sedang bermain, diantara anak-anak tersebut ada seorang anak kecil yang sedang termenung lesu dan sedih duduk dipinggir jalan, di bagian muka/kepala hingga leher, tangan, terlihat banyak sekali bentol-bentol atau bisul-bisul yang bernanah, sangat parah sekali. Melihat kondisi seperti ini, karyawan tersebut berhenti sejenak, karena kasihan akhirnya dia bertanya kepada anak tersebut : hai, maukah anda jika saya kasi obat untuk menyembuhkan bisul pada tubuhmu. Anak tersebut jadi bingung, diam tidak tahu harus jawab apa, sedangkan temannya yang lain merespon dan berkata saya akan panggilkan ibunya, disini rumahnya.
Sesaat kemudian, ibunya datang ketempat tersebut dan berkata, penyakitnya ini sudah lama tidak bisa sembuh, sudah dibawa berobat (tidak dijelaskan kemana berobat) tapi tidak bisa sembuh juga; 2 tiga 3 hari yang lalu, anak ini demam panas cukup tinggi dan mengatakan dia mau cari papanya, sedangkan papanya sudah lama meninggal.
Mendengar perkataan ibunya, karyawan tersebut bertanya kepada ibunya anak yang menderita sakit bisul : bu, maukah kalau saya beri obat untuk menyembuhkan bisul tersebut ? Mau, langsung dijawab oleh ibunya. Kalau begitu ibu tunggu kurang lebih 1 jam, nanti saya kembali membawa obat, dilanjutkan oleh karyawan tersebut. Lantas dia pulang ke rumah ambil obat koyo dari ramuan obat-obatan yang sudah siap dipakai. Rupanya obat koyo yang dibawa karyawan ini merupakan ramuan tradisional yang diracik dari obat-obatan tionghoa, fungsi koyo tersebut khusus untuk menyembuhkan bisul dan sangat manjur. Pada saat tugas di kota Samarinda, obat koyo tersebut juga dibawa.
Setelah lewat waktu kurang lebih 1 jam, karyawan tersebut datang ke tempat tersebut dan terlihat ibu tersebut bersama anaknya masih menunggu, sedangkan anak-anak yang lain masih terus bermain.
Karyawan tersebut mengeluarkan obat koyo dari dalam sakunya dan berkata kepada ibunya anak tersebut, ini obatnya, saya berikan beberapa buah, begini cara pakainya : pertama-tama obat koyo-nya dipanaskan di atas api lilin hingga agak lembek, kemudian biarkan tunggu sampai dingin, kalau bisulnya belum bernanah langsung tempelkan koyo di atas bisul, cari yang paling besar dulu, kalau bisulnya sudah bernanah dan belum pecah, gunakan jarum pentol/jahit, bakar di atas api kemudian bersihkan dengan kapas dan tusuk 1 lubung kecil diatas bisul, pencet bisul hingga nanahnya keluar dan bersihkan dengan kapas, kemudian ditempelkan koyo diatas bisul. Pada hari berikutnya (besok), periksa tempelan koyo di atas bisul, apakah sudah bernanah atau sudah pecah. Jika sudah pecah maka bersihkan nanah atau darah kental campur nanah dari bisul, sedangkan koyo yang sudah kena nanah atau darah kental campur nanah dibersihkan, kemudian koyo dibakar di atas api lilin hingga sisa-sisa nanah atau darah kental campur nanah terbakar habis dan kondisi koyo kembali jadi lembek, tunggu dingin kemudian tempel kembali di atas bisul yang belum sembuh atau belum kempes. Koyo-koyo tersebut boleh dipakai berulang-ulang dengan syarat harus dibersihkan dari kotoran nanah atau kotoran darah kental campur nanah dan ditempel di atas bisul yang hendak diobati.
Setelah mendengar penjelasan dari karyawan tersebut, ibu itu sambil pegang koyo-koyo yang diberikan dan mengucapkan terima kasih. Selanjutkan karyawan tersebut kembali ke kantor tempat kerjanya, barang yang semula dicari tidak jadi dilakukan.
Setelah lewat beberapa hari, karyawan tersebut kembali lagi membawa beberapa buah koyo yang baru ke tempat anak penderita bisul, dia menjumpai ibu dan anak tersebut, terlihat bisul-bisul dibagian muka anak tersebut sebagiannya sudah sembuh (kempes) ada beberapa bisul sedang ditempel koyo bekas. Ibunya berkata pada karyawan, saya ikuti cara pakai koyo dan bisul-bisulnya sudah banyak yang sembuh/kempes. Karyawan tersebut berkata kepada ibunya anak tersebut, koyo-koyo yang diberikan kemarin setelah dicopot nanti tidak usah dipakai lagi, dibakar dan dibuang. Ini ada beberapa lembar koyo yang baru saya berikan, cara pakainya sama seperti yang saya jelaskan tempo hari. Setelah itu sang karyawan pulang.
Beberapa hari setelah kejadian ini, karyawan tersebut mimpi diperlihatkan satu susunan deretan angka-angka, dalam mimpi tersebut dia diberitahu, susunan angka-angka ini adalah angka-angka yang akan keluar pada penarikan nomor periode-periode berikut, saat ini yang sudah keluar adalah deretan baris ke 6 dari bawah, berarti masih ada 5 baris deretan nomor yang akan keluar, lantas dia terbangun dari tidur yang nyenyak. Pada saat bangun, nomor yang masih diingat karyawan tersebut adalah 2 baris nomor sedangkan 3 baris nomor yang ada berikutnya langsung jadi lupa.
Setelah berpikir cukup lama, karyawan tersebut coba mau percaya dengan mimpinya, ternyata pada saat penarikan nomor, nomor yang diberitahu dalam mimpi tersebut benar-benar keluar. Wah benar-benar manjur dan rejeki, dia coba lagi percaya dengan nomor berikutnya dan memang benar-benar tepat nomornya. Sungguh luar biasa.
Setelah peristiwa ini berlalu karyawan ini berpikir, rupanya biaya pengobatan yang tidak sanggup dibayar oleh anak yang menderita sakit bisul parah dibayar dengan cara lain, yaitu berupa rejeki bagi sang karyawan yang memberi obat koyo kepada anak yang menderita bisul.