CenJing (正清)

正本清源
正其本 則末自正
清其源 則流自清

Links

Subscribe by Email



Email : cenjing@cenjing.com

Dijual sebidang Tanah Pekarangan di Jalan menuju pelabuhan Lembar di Lombok. Disekitar tanah tersebut terdapat banyak rumah walet. Sertifikat : Hak Milik. Bagi yang berminat dapat menghubungi 081.836.2518.

Dijual Tanah Di Senggigi, daerah Wisata di Lombok. Sertifikat Hak Milik, luas tanah : 16.335 m2. Untuk informasi lebih lengkap silahkan visit : www.supermulty.com. Bagi yang berminat, dapat menghubungi : 081.836.2518.

www.supermulty.com
Mon Aug 24

BERBUAT BAIK SECARA ALAMI

Sub Judul : Membantu Orang Secara Alami

Ditulis oleh CenJing pada tanggal 24-08-2009.

Di tahun 80-an ada seorang pemuda yang belum memiliki pekerjaan yang tetap, setiap hari selain membantu saudaranya jaga toko, dia sering jalan-jalan ke tempat usaha teman-tamannya, ngobrol-ngobrol tentang apa saja hingga meliwati waktu-waktu dengan begitu saja.

Salah seorang teman yang sering dikunjunginya adalah seorang pedagang kios yang berjualan konfeksi di dalam pasar. Pemuda tersebut sendiri heran, kenapa dia selalu ingin ke tempat tersebut, selalu ingin berbincang-bincang dengan pemilik kios konfeksi ini, kadang-kadang mereka berbicara sampai beberapa jam. Yang aneh, dia merasa senang kalau berbicara dengan pedagang tersebut, mungkin ada kecocokan pembicaraan, sehingga bicara seribu katapun masih terasa kurang.

Pada suatu hari, dia datang lagi ke tempat kios konfeksi tersebut, kali ini mereka berbicara dipintu masuk, duduk berdua sambil berbincang-bincang. Sesaat kemudian ada seorang ibu yang memakai setargen mengikat perutnya, sehingga perutnya terlihat agak besar sedikit, seperti hamil, mungkin juga tidak. Diatas kepala ibu tersebut ada bakul yang diisi penuh dengan kertas semen yang sudah dilem jadi kantongan, mungkin hendak dijual dipasar. Saat sampai tempat duduk pemuda yang bercakap-cakap dengan temannya itu, sepintas terlintas dan muncul gambaran dalam pikiran pemuda itu, tumpukan-tumpukan kertas tersebut akan mengenai atap kayu yang ada dipasang di bagian atas tengah jalan antara ke dua kios yang berhadapan beberapa meter dari tempat duduknya. Dan dalam bayangan pikiran pemuda itu terlihat jelas sekali, setelah tumpukan kertas semen mengenai atap kayu, dia terdorong kebelakang dan mundur beberapa langkah dan jatuh, gambaran ini mungkin adalah lingkam yang timbul. Pemuda itu langsung melihat tumpukan-tumpukan kertas semen dalam bakul di atas kepala ibu tersebut dan juga langsung melihat kayu di atas atap antara ke dua kios beberapa meter dari tempat duduknya.

Saat ibu itu meliwati tempat duduk pemuda bersama temannya, pemuda itu memperhatikan langkah-langkahnya, seperti yang timbul dalam bayangan pikiran pemuda itu, tumpukan-tumpukan kertas semen dalam bakul di atas kepala ibu itu betul-betul mengenai kayu atap diantara kedua kios yang berhadapan, dan dia terdorong kebelangkang mundur beberapa langkah hendak jatuh.

Melihat kejadian ini yang sudah “dilihat” beberapa detik sebelumnya, pemuda tersebut sudah langsung berdiri dan menunggu di belakang ibu yang hendak jatuh mundur ke belakang, dia menggunakan ke dua tangannya memegang bakul diatas kepala ibu yang berangsur-angsur jatuh, sedangkan kaki kanan pemuda itu diangkat menahan bagian pantat ibu tersebut, sehingga saat ibu itu jatuh ke lantai, kondisinya berbeda, yaitu secara perlahan-lahan dia jatuh terduduk di atas kaki kanan pemuda itu. Dan pegangan kedua tangan pemuda pada bakul yang berisi penuh dengan kertas semen, meringankan bebannya saat jatuh, setelah ibu itu duduk diatas kaki pemuda itu kertas-kertas dalam bakul perlahan-lahan diturunkan dari kepala ibu, kemudian ditaruh diatas lantai. Kejadian ini terjadi begitu cepat dan begitu singkat dan reflek, tanpa direncanakan bagaimana harus menggunakan kedua tangan memegang bakul dan mengangkat kaki kanan menahan beban jatuh ibu tersebut, betul-betul terjadi begitu saja.

Pada saat kejadian ibu itu terdorong ke belakang dan hendak jatuh, ada beberapa orang yang jualan dalam kios-kios melihat dan ada yang sudah berteriak. Tapi setelah melihat ibu itu dibantu oleh pemuda tersebut dan tidak jatuh sakit, mereka diam sejenak dan  terheran-heran dengan pemuda itu yang begitu cepat dan sudah siap di belakang ibu tersebut sehingga ibu itu tidak jatuh sakit.

Sesaat kemudian, sudah banyak orang yang datang berkumpul lihat memberi komentar ini-itu, pemuda itu tidak memberi komentar apapun dia langsung pulang dari tempat kejadian dan yang menjadi pikiran pemuda itu, setelah kejadian itu dia tidak seperti sebelumnya yang selalu ingin datang ke kios penjual konfeksi tersebut. Entah kenapa ?

Comments (View)