KELENTENG-5
Kelenteng (Tao Kwan, Miao, Kong) Adalah Tempat Ibadah Umat TAO
Ditulis oleh CGJ, pada tanggal 07 September 2009.
Saat ini Kelenteng-kelenteng, baik itu Tao Kwan, Miao maupun Kong yang merupakan tempat ibadah Umat TAO sudah banyak terdapat di dalam kota-kota maupun pinggiran kota. Untuk datang ke Kelenteng sudah tidak sulit karena lalu lintasnya saat ini sudah lancar.
Umat Tao memuja banyak Dewa-Dewi dan Thian Kong (Yi Huang Ta Tee) adalah Dewa yang tertinggi, itu sebabnya di dalam Kelenteng pada umumnya terdapat banyak altar Dewa-Dewi dan juga ada altar Thian Kong.
Para umat yang datang ke Kelenteng sembahyang umumnya 1 bulan 2 kali yaitu pada saat tanggal 1 imlek dan tanggal 15 imlek, ini sudah menjadi suatu tradisi yang turun-temurun yang sebenarnya mereka setiap saat boleh datang sembahyang ke Kelenteng asalkan saja pintu Kelenteng masih terbuka.
Selain tanggal tersebut diatas, umat Kelenteng juga datang sembahyang ke Kelenteng pada hari-hari kebesaran para Dewa-Dewi. Sembahyang para Dewa-Dewi di hari Kebesaran akan lebih mudah dapat berkah, karena dihari Kebesaran tersebut merupakan hari Special (Istimewa) dan para Dewa-Dewi akan memberikan berkah secara special juga.
Kalau kita perhatikan, patung Dewa-Dewi yang ada di dalam Kelenteng, ada yang kita pernah membaca catatan sejarahNya pada saat mereka hidup sebagai manusia di masa yang lampau, seperti misalnya Dewa Kwan Kong atau Kwan Sen Tee Cin, Dewi Mak Co atau Thian Sang Sen Mu, Cu Sen Niang Niang atau Ling Sui Fu Ren, Pat Sian (Delapan Dewa), demikian juga dengan Dewa-Dewi yang lain.
Menurut catatan sejarah, Kwan Kong bermarga Kwan, namanya Yi, juga bernama Yin Chang alias Chang Sen, hidup di jaman Sam Kok (tiga kerajaan) di Tiongkok. Dia bersama Liu Pe dan Chang Fe tiga orang menjadi saudara angkat di taman Dao, dalam sejarah dikenal dengan nama “Dao Yuan San Ciek Yi”.
Kwan Kong adalah seorang yang jujur, bersih dan penuh setia. Setia pada kawan dan juga pada negara, Jasa-jasanya sangat besar, dia menolong rakyat banyak dan sangat berwibawa.
Imlek tanggal 24 bulan 6 adalah hari kebesaran-Nya.
Dewi MakCo atau Thian Sang Sen Mu juga disebut Thian Hou Sen Mu lahir dengan nama Lim Mek Niang pada tanggal imlek 22-03-960 di Mei Cou, Pu Tien, Fuk Cien (Hok Kian). Semasa hidupnya dia belajar TAO yang Asli. Sesudah dapat Tao dia jadi Dewi, ia sering keliling pantai lautan dan sering menolong umatnya dengan mendadak, ia selalu menjelma Fak Sen seperti umur tiga puluhan untuk dilihat oleh penganut-penganutnya. Yang memujanya sangat banyak, Kelenteng-kelentengnya tersebar dimana-mana. Jien Li Yen (yang bisa melihat jarak jauh) dan Sun Fung Erl (yang bisa mendengar jarak jauh) adalah jendral-jendral yang selalu mengikutinya.
Imlek tanggal 23 bulan 3 adalah hari kebesaran-Nya.
Cu Sen Niang Niang disebut juga Ling Sui Fu Ren, nama asalnya Ceng Ching Ku, lahir di Ling Sui, Hok Kian. Dia sering menjelma jadi manusia biasa untuk menolong kelahiran, maka juga banyak penganutnya, terutama yang ingin mempunyai keturunan sering memohon dan bersujud dihadapannya.
Imlek tanggal 20 bulan 3 adalah hari kebesar-Nya.
Bersambung…