KELENTENG-6
Dewa-Dewi Agama TAO
Ditulis oleh CGJ, pada tanggal 07 September 2009.
Seperti yang diuraikan pada artikel dengan judul “KELENTENG-5”, bahwa patung-patung Dewa yang ada di Kelenteng ada yang kita pernah membaca riwayat kehidupan mereka di dunia yang tercatat dalam sejarah. Kalau kita pikirkan kembali mereka bisa merevisi diri sendiri hingga mencapai tingkatan Dewa adalah suatu hal yang tidak mudah. Pertama-tama mereka harus memiliki hati dan pikiran yang bersih dan lurus, harus belajar TAO yang asli (Siu TAO), harus mengerti TAO, menghayati TAO dan menjalankan TAO, hingga mereka mendapatkan buah TAO-nya, disamping itu mereka juga menolong sesama manusia untuk memupuk jasa-jasanya.
Pat Sian (Delapan Dewa) termasuk juga Dewa-Dewi dari agama TAO, nama mereka sangat tersohor, mereka terdiri dari 8 orang Dewa, yaitu :
- LIE THAIAT KWAI.
- CUNG LI CHIAN
- LIE TUNG PING
- HAN SIANG CE
- LAN CHAY HOO
- CHAW KWOK CHIU
- HOO SIAN KU
- CANG KWO LAUW
Cerita mengenai Pat Sian yang paling populer adalah cerita Delapan Dewa Menyebrang Lautan. Di dalam cerita Dewa “Tung Yu Ci”, pada saat Delapan Dewa hendak menyebrang lautan, Lie Tung Ping mengusulkan agar semuanya tidak mengendarai awan untuk menyebrang lautan, tapi menggunakan kemampuan dan pusaka yang dimiliki mereka masing-masing. Maka Lie Tahiat Kwai melempar tongkat besi pusaka nya ke atas air, kemudian melompat keatas tongkat besi dan menyebrang laut.
Demikian juga Hang Siang Ce menggunakan keranjang kembang-nya untuk menyebrang laut.
Lie Tung Ping berdiri diatas seruling pusakanya menyebrang lautan.
Lan Chay Hoo menggunakan papan pusakanya menyebrang lautan.
Cang Kwo Lauw mengendarai keledai yang terbuat dari kertas untuk menyebrang lautan.
Chaw Kwok Chiu menggunakan giok pusakanya menyebrang lautan.
Cung Li Chian menggunakan kipas pusakanya menyebrang lautan.
Hoo Sian Ku menggunakan bambu pusakanya menyebrang lautan.