MEMPERHATIKAN INFORMASI DARI DIRI SENDIRI
Ditulis oleh CenJing pada tanggal 1 Oktober 2009.
Peristiwa ini terjadi di sekitar antara tahun 1995-1997, begitulah seorang pemuda pengusaha komputer datang ke tempat CenJing mulai menceritakan kisahnya.
Pada suatu hari minggu, tiba-tiba bagian bibir atasnya bergetar agak keras dan sangat mengganggu, dia memperkirakan itu adalah tanda-tanda ada seseorang sedang menceritakan tentang dirinya. Getaran dibibir tersebut ternyata tidak berhenti, tetapi terus terjadi sepanjang hari, dia bertanya-tanya pada diri sendiri, apakah ini yang disebut dengan nama “sin siek lai jau ?”
Keesokan harinya, yaitu pada hari Senin, getaran dibibir atas terus terjadi, pemuda tersebut mulai lebih memperhatikan dengan segala sesuatu yang dia alami, tapi nampaknya hari itu biasa-biasa saja tidak ada sesuatu yang perlu dicurigakan, demikian juga pada hari-hari berikutnya, yaitu hari Selasa, hari Rabu, getaran-getaran dibibir yang cukup keras terus terjadi.
Pada hari Kamis, bibir bagian atas masih bergetar keras, saat dia sedang berada di toko berderinglah telpon dari seorang yang tidak dikenal, penelpon tersebut menjelaskan dia adalah dari salah satu perusahaan CV, dan alamat perusahaanya juga dijelaskan. dia menanyakan harga 1 set komputer lengkap dengan printer yang ukuran besar dan akan dilakukan pembelian sebanyak 4 set. Pemuda tersebut menawarkan harganya sebesar 6 juta 250 ribu rupiah perset, tapi persediaan saat itu hanya ada 2 set. Tanpa tawar menawar, penelpon langsung setuju untuk membeli 2 set komputer dan diharapkan pengusaha komputer langsung mengirim pesanan 2 set komputer ke lokasi CV.
Karena transaksi-nya begitu gampang, dan getaran-getaran dibibir masih saja timbul, pengusaha komputer ada sedikit curiga dengan penelpon yang memesan pembelian 2 set komputer, pengusahaan itu berkata pada pemesan barang, bahwa komputernya bisa dikirim kalau bukan di sore hari, akan dilakukan diesok harinya, tapi saya ingin pembayaran langsung dilakukan secara tunai, apakah bisa ? Penelpon itu menjawab, dia akan melakukan pembayaran dengan BG secara langsung pada saat komputer diterima dan BG-nya akan jatuh tempo dihari Senin (sekitar 4 hari). Pengusaha itu berkata : saya tidak mau menerima BG, saya harus terima tunai. Penelpon tersebut tidak setuju akhirnya pemesanan dibatalkan begitu saja, penelpon melakukan pemesanan komputer pada perusahaan yang lain.
Setelah dilakukan pembatalan atas pesanan komputer, pengusaha komputer jadi berpikir, transaksi ini terjadi begitu gampang dan pembatalannya juga terjadi begitu saja, ada apa ini ? mungkin pembatalan pemesanan ini ada baiknya juga, tapi transaksi ini jadi batal, sayang sekali…
Getaran-getaran dibibir masih saja terjadi dihari-hari berikutnya, hari Jumat, hari Sabtu dan pada hari Minggu, ada sedikit getaran dibibir dan tiba-tiba getaran dibibir berhenti sama sekali dan tidak timbul lagi.
Seperti biasanya, pengusaha komputer itu membuka toko di pagi hari Senin, getaran dibibirnya sudah tidak timbul, di toko dia mendengar berita ada cukup banyak pengusaha mendatangi BANK hendak mencairkan BG yang mereka terima, ternyata tidak ada uangnya. Dilakuan penyelidikan ternyata pembeli yang membayar dengan BG, pada hari Minggu telah melarikan diri ke luar kota. Menurut berita yang diterima pada saat itu, BG yang tidak bisa dicairkan mencapai total nilai ratusan juta rupiah.
Rupanya pemesan komputer sudah sejak lebih dari 1 minggu yang lalu telah melakukan penjejakan untuk mengetahui pengusaha-pengusaha yang menjual barang-barang, dan barang-barang tersebut dipesan, setelah menerima barang dilakukan pembayaran dengan BG, karena jatuh tempo BG hanya beberapa hari, mereka menganggap hal tersebut sama dengan pembayaran tunai, dan sudah lazim terjadi dalam dunia bisnis. Dan dihari minggu sebelum jatuh tempo BG yang hendak dicairkan, pemesan barang sudah menyediakan mobil untuk mengangkut semua barang-barang pesanan dan hanya tersisa kantor CV-nya yang dikontrak dari penduduk setempat dan menurut berita yang diterima, pemilik tempat belum dibayar uang kontrakannya…