CenJing (正清)

正本清源
正其本 則末自正
清其源 則流自清

Links

Subscribe by Email



Email : cenjing@cenjing.com

Dijual sebidang Tanah Pekarangan di Jalan menuju pelabuhan Lembar di Lombok. Disekitar tanah tersebut terdapat banyak rumah walet. Sertifikat : Hak Milik. Bagi yang berminat dapat menghubungi 081.836.2518.

Dijual Tanah Di Senggigi, daerah Wisata di Lombok. Sertifikat Hak Milik, luas tanah : 16.335 m2. Untuk informasi lebih lengkap silahkan visit : www.supermulty.com. Bagi yang berminat, dapat menghubungi : 081.836.2518.
Sun Nov 1

KELENTENG-7

Dewa-Dewi Agama TAO

Ditulis oleh CGJ, pada tanggal 01 Nopember 2009.

Sebagai manusia yang hidup di dalam dunia, kita mempunyai kesempatan untuk menentukan jalan hidup diri kita sendiri, sesuatu yang kita kerjakan dalam kehidupan sehari-hari akan menentukan arah kehidupan kita, maksudnya : kita bisa jadi “begini” saat ini karena jalan kehidupan kita pada saat yang sudah lalu mengarah jadi “begini” dan kita akan jadi “begitu” disaat yang akan datang karena tingkah laku atau perbuatan-perbuatan diri kita sendiri pada saat ini yang mengarah jadi “begitu”. Semua peristiwa yang terjadi kalau diperhatikan dengan teliti pasti ada sebab-sebabnya.

Kalau kita membaca riwayat kehidupan para Dewa-Dewi yang altarnya ada di dalam kelenteng-kelenteng, maka kita akan ketahui semasa hidup di dunia mereka pasti telah merevisi dirinya sendiri, mereka belajar TAO yang asli, mereka telah menentukan arah kehidupan mereka menjadi diri pribadi yang sempurna, mereka telah berjuang berusaha untuk mencapai keindahan yang sejati dan mereka pasti telah memberikan kontribusi yang sangat luar biasa pada TAO juga pada dunia ini.

TAO adalah alamiah, TAO adalah jalan untuk menuju tercapainya kesempurnaan. Dalam kehidupan ini umat TAO memandang bahwa fisik (tubuh) ini adalah satu-satunya “kapal ferry” untuk menyeberang menuju kesempurnaan, ini adalah cara pandang yang paling mendasar; tidak ada “kapal ferry” lain yang bisa menggantikan “kapal ferry” anda dalam belajar TAO, SIU TAO harus dilakoni sendiri. Jadi yang telah sukses menjadi Dewa-Dewi, mereka telah memanfaatkan kehidupan di dunia ini yang sangat singkat untuk mencapai kesempurnaan yang sejati, mereka telah memanfaatkan “kapal ferrynya”  mengarah, menyeberang menuju kesempurnaan, keindahan yang sejati.

Waktu terus berjalan, detik demi detik dilalui, demikian juga menit demi menit, hari demi hari akan berlalu, yang telah lewat tidak mungkin dapat kembali lagi. Kalau kita tidak perhatikan dengan baik apa akan kita kerjakan dan tidak renung kembali apa yang sudah kita kerjakan, berarti kita tidak memperhatikan arah kehidupan diri kita sendiri.

Jika anda mempunyai keinginan agar arah kehidupan ini menuju kesempurnaan yang sejati, maka belajarlah TAO yang asli atau SIU TAO yang asli, pahamilah TAO yang asli, pikirkan dengan baik apa yang akan anda kerjakan, perhatikan dengan baik apa yang sedang anda kerjakan, renungkan kembali apa yang sudah anda kerjakan, apakah semuanya sudah cocok dengan TAO. Sebagai patokan apakah sudah cocok dengan TAO atau tidak, anda bisa membaca kitab suci dari para Dewa-Dewi. Ada kitab suci Thay Sang Law Cin, kitab suci Dewa Erl Lang Sen, kitab suci Dewa Fuk Tek Cen Sen, kitab suci Kwan Sen Tee Cin dan kitab suci Dewa-Dewi Lainnya.

Belajar TAO (SIU TAO) bukan hanya bicara TAO atau bicara kebajikan di atas panggung untuk didengar oleh umatnya atau didengar oleh sesama umat yang belajar, SIU TAO bukan hanya mendengar penjelasan-penjelasan TAO atau kebajikan yang diutarakan oleh sipembicara. SIU TAO juga bukan sekedar memasang papan nama “saya sedang SIU TAO” untuk diketahui oleh orang lain. Belajar TAO memang harus sering mendengar penjelasan-penjelasan TAO, penjelasan-penjelasan kebajikan, cara-cara SIU TAO dan hal-hal lain yang berhubungan dengan TAO dari sipembicara yang lebih mengerti sehingga kita juga jadi mengerti. Dan setelah mengerti lakukanlah praktek (latihan) TAO, praktek kebajikan pada diri sendiri. Dan yang paling penting SIU TAO itu harus dari lubuk hati yang paling dalam untuk melakukan revisi terhadap dirinya sendiri. Merevisi diri sendiri berarti harus memperbaiki apa yang asalnya kurang baik dijadikan lebih baik, bisa berupa sifat, pekerjaan, kehidupan rumah tangga, tindakan, pikiran dan lain-lain, semuanya perlu direvisi, jika sudah jadi baik direvisi lagi hingga menjadi lebih baik lagi, merevisi diri juga dilakukan terhadap jiwa dan raga…

DEWA SIAN THIAN SANG TEE.

SIAN THIAN SANG TEE juga disebut SIAN WU TA TEE dan SANG TEE KUNG/ SIONG TEE KONG, sebagai dewa pelindung terutama bagi anak-anak.

Menurut catatan, beliau belajar yang TAO asli di gunug Wu Tang. Setelah mendapat TAO Dia menyebarkan TAO yang asli, menolong umat manusia dan tidak pamrih jasa-jasaNya.

Tanggal 3 bulan 3 Imlek adalah hari kebesaran-Nya.

Berikut ini lagu TAO dengan judul SYEN DIAN SANG TI

GUNUNG WU TANG NAN INDAH, SYEN DIAN SANG TI SEMPURNA.

PEDANG AMPUH PUSAKA, IBLIS MUSNAH BINASA.

Reff :

TAO YANG ASLI DISEBAR, TIDAK PAMRIH JASANYA.

ATAS AWAN JALANNYA, UMAT SAMA BAHAGIA.

TRIMA KASIH BERKAHNYA, YA ABADILAH NAMANYA.

(kembali ke reff 1x.)

Comments (View)