CenJing (正清)

正本清源
正其本 則末自正
清其源 則流自清

Links

Subscribe by Email



Email : cenjing@cenjing.com

Dijual sebidang Tanah Pekarangan di Jalan menuju pelabuhan Lembar di Lombok. Disekitar tanah tersebut terdapat banyak rumah walet. Sertifikat : Hak Milik. Bagi yang berminat dapat menghubungi 081.836.2518.

Dijual Tanah Di Senggigi, daerah Wisata di Lombok. Sertifikat Hak Milik, luas tanah : 16.335 m2. Untuk informasi lebih lengkap silahkan visit : www.supermulty.com. Bagi yang berminat, dapat menghubungi : 081.836.2518.
Mon Nov 30

Melalui Pendidikan Seni dan Budaya Dalam TITD dan VIHARA, Kita Tingkatkan Kwalitas Kepribadian dan Moralitas Umat Tri Dharma.

THEMA ACARA :

TITD dan VIHARA dengan fungsi utama sebagai tempat ibadah

juga merupakan wadah pendidikan seni dan budaya.

Judul Makalah :

Melalui Pendidikan Seni dan Budaya Dalam TITD dan VIHARA (KELENTENG), Kita Tingkatkan Kwalitas Kepribadian dan Moralitas Umat Tri Dharma.

Ditulis oleh : Hendra Wijaya, Badan Pengawas PSBM Lombok.

Dalam Acara Putaran Ke 2 Pertemuan Ke IV Paguyuban TITD dan VIHARA dengan Pujaan Utama Y.M Kongco TAN HU CIN JIN, dari tanggal 27-29 Nopember 2009 di Tabanan-Bali, yang dihadiri oleh sekitar 125 orang peserta.

Seperti yang kita ketahui, bahwa keberadaan suatu TITD dan VIHARA (KELENTENG merupakan tempat ibadah bagi umat Tri Dharma. Umat Tri Dharma dalam menjalankan ritual keagamaan datang ke TITD dan VIHARA untuk mohon berkah dari para Dewa-Dewi dan juga mohon perlindugan, terutama perlindungan terhadap jiwa dan raga.

TITD dan VIHARA selain sebagai tempat ibadah juga berfungsi sebagai tempat untuk meningkatkan kemajuan para umatnya, kemajuan tersebut menyangkut kemajuan spiritual, kepribadian, moralitas dan bidang-bidang lainnya yang bisa diperoleh dengan cara mempelajari pendidikan-pendidikan yang terkandung di dalam suatu TITD dan VIHARA. Pada dasarnya pendidikan-pendidikan tersebut dapat dipetik dari pelajaran para Dewa-Dewi yang altarnya ada di dalam suatu TITD dan VIHARA, bisa berupa riwayat para Dewa-Dewi pada saat mereka hidup di dunia, cara-cara mereka menjalani dan mengarahkan kehidupan ini menuju kesempurnan yang sejati maupun dari kitab suci dari para Dewa-Dewi itu sendiri.

Kitab Suci para Dewa-Dewi sudah ada banyak tersedia di dalam TITD dan VIHARA maupun telah beredar di masyarakat, termasuk juga di Internet. Ada kitab suci Maha Dewa Thay Sang Law Cin, kitab suci Dewa Erl Lang Sen, kitab suci Dewa Kwan Sen Tee Cin, Kitab Suci Dewa Fuk Tek Cen Sen dan kitab suci-kitab suci Dewa-Dewi lainnya.

Disamping itu, kemajuan umat TITD dan VIHARA juga bisa diperoleh dari pendidikan-pendidikan yang lain, misalnya dari pendidikan agama, pendidikan kepribadian, pendidikan kesenian dan budaya, serta pendidikan-pendidikan bidang yang lain yang diberikan secara khusus oleh para senior atau yang membidangi pendidikan tersebut dalam TITD dan VIHARA.

TITD dan VIHARA bisa juga mendatangkan pembina/guru/pelatih secara khusus untuk memberikan pendidikan kesenian dan budaya secara profesional baik untuk para umatnya sendiri maupun untuk masyarakat umum yang menginginkan pendidikan tersebut. Dalam hal ini yang paling penting harus diketahui dengan jelas dan pasti, jenis pendidikan kesenian dan budaya yang layak dan yang paling cocok untuk diberikan dalam suatu TITD dan VIHARA.

Menurut pandangan kami, pendidikan kesenian dan kebudaya yang paling cocok diberikan dalam suatu TITD dan VIHARA adalah yang memiliki nilai-nilai yang dapat memberi nilai tambah yang bermanfaat untuk perkembangan kepribadian dan moralitas umatnya, sehingga setelah mempelajari pendidikan tersebut secara terus menerus, maka akan terbentuk umat Tri Dharma yang kepribadian dan moralitas-nya berkwalitas, ini adalah wujud dari perubahan kwantitas menjadi kwalitas, mereka juga bisa ada kemajuan yang berarti dalam kehidupan ini. Dan kalau bisa pendidikan kesenian dan budaya yang diberikan nanti juga bernuansa agama, mengandung unsur didikan dan berdaya cipta baru yang positif (mampu menciptakan sesuatu yang baru dan positif). Misalnya pendidikan kesenian dan budaya yang mengandung nilai untuk menjadi manusia yang berkepribadian baik, menghormati nenek moyang-nya masing-masing, menghormati tata tertib, hidup mandiri dan semangat berjuang untuk mencapai kesuksesan dan lain sebagainya.

Melalui kesempatan ini, kami memberikan sebuah contoh, ada sebuah drama singkat dengan judul : “Mengubah Batu Jadi Emas”, drama ini pernah dipentaskan di aula persahabatan Bhakti Mulia-Pao Hoa Kong, pada tanggal 15 bulan ke 5 kalender Imlek yaitu pada hari Sabtu, tanggal 14 Juni 2003, jam 20.00 Wita. Drama ini bernuansa agama dan mengandung nilai moralitas.

Comments (View)