CenJing (正清)

正本清源
正其本 則末自正
清其源 則流自清

Links

Subscribe by Email



Email : cenjing@cenjing.com

Dijual sebidang Tanah Pekarangan di Jalan menuju pelabuhan Lembar di Lombok. Disekitar tanah tersebut terdapat banyak rumah walet. Sertifikat : Hak Milik. Bagi yang berminat dapat menghubungi 081.836.2518.

Dijual Tanah Di Senggigi, daerah Wisata di Lombok. Sertifikat Hak Milik, luas tanah : 16.335 m2. Untuk informasi lebih lengkap silahkan visit : www.supermulty.com. Bagi yang berminat, dapat menghubungi : 081.836.2518.

www.supermulty.com
Mon Nov 30

KITAB SUCI THAY SANG LAUW CIN

Dikutip dari Kitab Suci dalam buku SIU TAO Menuju Kesempurnaan.

(1)

  • Sang dewa tertua pertama.
  • Disebut-sebut THAY SANG LAUW CIN namanya.
  • Berkali-kali turun ke dunia.
  • Menciptakan TAO yang jujur menjadi aliran utama.
  • Mula-mula beliau menjadi BAN KU SHE si pembuka dunia.
  • Kemudian menjadi HWANG TEE raja kesatria.
  • Kemudian menjadi Profesor LAUTZE ahli filsafat.
  • Seterusnya makmur dan berkembanglah TAO dimana-mana.
  • TAO adalah TAO yang tertinggi.
  • Agung adalah yang teragung diagungi.
  • Penolong manusia dan penyelamat duniawi.
  • Semua aliran layak menjunjungi tinggi.
  • Setiap manusia memakai TAO (aturan-aturan) sehari-hari.
  • Banyak terdapat ilmu pengetahuan yang tinggi ditengah-tengah.
  • Yang berarti Dewa-dewa dan Budha-budha adalah satu inti.
  • Karena dapat TAO (jasa-jasa) manusia menghormati.
  • Para guru besar mementingkan keberadaban dan kebudian.
  • Budi pekerti dengan TAO erat bergabungan.
  • Asal YING YANG timbul dari WU CIK (out of which) luar bilangan.
  • WU CIK adalah sama dengan THAY CIK (the absolute) tak terbataskan.
  • THAY CIK (the absolute) adalah permulaan langit dan bumi belaka.
  • Abstrak kongkrit saling menjelma-jelma.
  • Tumbuh musnah hanya mengikuti kodrat alam dan spirit yang tak nyata (skillful contrivance).
  • Keseluruhan menjadi tak ada batasnya.

(2)

  • Tombak dan tameng adalah lawan.
  • Semua jenis benda dapat disatukan.
  • Diam mencapai titik terakhir timbul gerakan-gerakan.
  • Gerak diam adalah prinsip YIN YANG.
  • Teori ilmiah sering berselisih berlawanan.
  • Dapatlah dibahas degan teori YIN YANG.
  • Kekuatan (power) TAO tak ada taranya.
  • Sehatkan badan bersandarkan cara kedewaan (divine art).
  • Berkesempatan belajar cara latihan kedewaan (divine art).
  • Anggota badan oleh dewa-dewa digerak-gerakan.
  • Darah mengalir teratur dalam saluran-saluran.
  • Lama berlatih semua lancar tak ada yang tersumbatkan.
  • Tiap manusia dapat mempelajarinya.
  • Kata-kata murni (CEN YEN) daya tarik berguna.
  • Dewa-dewa datang membantu anda.
  • Ide belas kasih harus tetap berada.
  • Para Dewa dan Budha mendapat TAO-nya (tingkatannya).
  • THAY SANG LAUW CIN yang meneliti/menilai jasa-jasa.
  • Kekuatan Dewa-dewa tak ada batasnya.
  • Mohon kepada dewa dapatlah makmur jaya.
  • SIU TAO (bertapa/mendekati dewa) langkah pertama.
  • Belajarlah dulu cara pembukaannya (TAO YING SUK).
  • Daya gaib menguatkan urat-urat di dalam tubuh manusia.
  • Setelah badan sehat baru memuncak ke pernapasannya (breathing exercises).

(3)

  • Kata-kata dan kelakuan-kelakuan mengikuti kebenaran.
  • Dunia sebetulnya kepunyaan sesama.
  • Hindarkanlah bertengkar serahkanlah segalanya kepada yang kuasa.
  • Dunia sudah lama damai dan makmur jaya.
  • Semua manusia harus belajar TAO (cara mencari dan mendekati Dewa-dewa).
  • Mentaati hukum dan peraturan-peraturan akan timbul dalam sanubari anda.
  • Hemat dan giat bekerja utamakan rumah tangga.
  • Berfoya-foya tidak aturan jasa tidak akan ada.
  • Linglung malas menggunakan pikiran.
  • Bagaimana dapat belas kasih oleh dewa-dewa.
  • Dewa-dewa semuanya adalah agung mulia.
  • Semua bergabung dalam lingkungan THAY CIK (absolut) bermula.
  • Diluar langit ke tiga puluh tiga.
  • Megah perkasa sebagai istana-istana mulia (TAO SWAY KUNG).
  • Maha Dewa THAY SANG LAUW CIN menempatinya.
  • Menunjukkan kekuatan dewa-dewa (power of divine) yang tiada tara.
  • SIU TAO (cari jalan mendekati dewa-dewa) yang utama adalah cara pembukaannya (TAO YING SUK).
  • Latihan-latihan dibagi-bagi jenis dalam dan luar.
  • Bersemedi datangkan ketenteraman dan kecerdasan.
  • Seluruh badan dikeliling kekuatan yang tak terbayang (constitution).
  • Spirituil dan materiil.
  • Dua-duanya sama dipentingkan.
  • Mengerti diri juga lainnya dimengertikan.
  • Hingga menginjak taraf yang tinggi puncak lapisan.

(4)

  • SIU TAO (menemukan jalan yang benar) harus mengerti apa yang baik dan dijalani.
  • Ketemu jalan berarti peraturan-peraturan dan hukum-hukum yang berlaku sudah dimengerti.
  • Mengerti itulah pedoman semula TAO.
  • Belajar TAO barulah tak sesat lagi.
  • Abstrak sebetulnya adalah kongkrit yang merupakan abstrak saja.
  • Kehidupan sehari-hari harus mengikuti yang lazim dan biasa.
  • Abstrak-abstrak menjelma-jelma akan menjadi kongkrit juga.
  • Tidak berbuat berarti tidak-tidak berbuat artinya.
  • TAO menguasai kongkrit dan abstrak.
  • Kaum cerdas dipandang seperti kebodoh-bodohan.
  • Kekuatan (power) TAO tidak terbataskan.
  • TAO yang jujur mengandung kebenaran-kebenaran.
  • Roh-roh jahat tak akan berani terhadap kejujuran.
  • Menghadap TAO yang tinggi roh-roh jahat jadi berantakan.
  • TAO yang jujur diumpamakan lautan-lautan.
  • Semua aliran mengalir ke laut akhir tujuan.
  • Sedikit sajalah persoalkan nama dan benda.
  • Yang penting adalah keuletan dan keyakinan.
  • Menyendiri akan banyak derita dan sengsara.
  • Hidup begitu terang tak normal juga.
  • Mengerti ajaran TAO keluarlah dari kebungungan.
  • Betul tetap betul jangan disalah-salahkan.
  • Belajar TAO tak ada simpang jalannya.
  • Kemantapan hatilah yang menjadi pegangan.

(5)

  • Derita sakit disertai sengsara.
  • Harus cari dokter dan mohon kepada dewa-dewa.
  • Kebodohan hingga menelan abu YU SUA (SIANG HWE).
  • Tak luput jadi tawaan belaka.
  • Mohon kepada Maha Dewa untuk mengusir roh-roh jahat.
  • Derita sakit haruslah memakai obat.
  • Takdir itu ternyata memang ada.
  • Budi hati dapat sedikit merubah.
  • Menurut jasa-jasa anda dapat merubah rejeki.
  • Timbul karena hati wajah berseri-seri.
  • Asalnya bukan turun-temurun kedudukan atau pangkat tinggi.
  • Pikiran jujur dan baik budi selalu terpendam dalam hati.
  • Tak satupun benda yang tak mengandung YIN YANG (dualisme).
  • SIAN LI (abstruse principles/arti mendalam) adalah PHILOSOPHY.
  • Maksud kedewaan dan manusiannya menjadi satu.
  • Kedewaan (theology) merangkap ilmu pengetahuan (science).
  • Kera besar (Antropoid apes) kuno kebetulan ada yang pandai luar biasa.
  • Lama mencari jalan dapat petunjuk dewa-dewa.
  • Muncullah manusia pertama menjalani TAO sesama.
  • Ber-evolusi terus hingga jaman terakhir mengikuti langkah-langkah.
  • Pelihara badan tak ada rahasianya.
  • Penghidupan harus maju terus bergairah.
  • SIU TAO bahagia laksana dewa-dewa.
  • Kembalilah cepat-cepat yang tersesat di jalan-jalan bahaya.

(6)

  • TAO itu adalah sesuatu yang nyata (kongkrit).
  • Dikatakan abstrak sukar untuk menerimanya.
  • Tiap manusia menghendaki kaya raya.
  • SIU TAO akan lepas dari jurang sengsara.
  • SIU TAO tak mengerti apa sebanarnya TAO.
  • Seumur hiduppun akan nihil belaka.
  • Dimanakah Dewa-dewa berada ?
  • Antara jarak tiga meter di atas kepala.
  • Anda dapat memohon datangnya dewa-dewa.
  • Dapat mengupas kesulitan-kesulitan yang ada.
  • Rejeki-rejeki Maha Kuasa yang memberikannya.
  • Mengapa harus bersembunyi di dalam gua-gua.
  • SIU TAO tidak memelihara badannya.
  • Dewa-dewa pun melihat jadi kecewa.
  • Di dalam gua-gua tidak bersembunyi dewa-dewa.
  • Selalu berbudi akan tinggi jasa.
  • SIU TAO mencapai tingkat tinggi dapat kegaiban.
  • Sesuatu keanehan atau keunggulan akan luar biasa.
  • Mencari harta benda tempuhlah jalan kebenaran.
  • Belajar TAO utamakan kebaktian.
  • Tingkatkanlah kesehatan jasmani dan rohani.
  • Dua-duanya prihain panjang usia terjadi.
  • Mohon (sembahyang) kepada Maha Dewa maju selangkah lagi.
  • SIU TAO patuh ada kejodohan (affinity) mendekat lebih-lebih.

(7)

  • Dewa-dewa dan Budha-budha rupawan semua.
  • Haruslah diteliti keagungan dan kemuliaannya.
  • Menggambar-melukis menjadikan jelek rupa tak sedap dipandang mata.
  • Berarti menodai tentu akan berdosa.
  • Anak cucu berbuat kebajikan dan berjasa.
  • Nenek moyang selalu bergembira.
  • Foya-foya membakar “rumah-rumah kertas” (LING WUK)
  • Karena bodoh dan tidak ada pengertian belaka.
  • Kesabaran dan kelakuan baik merupakan kebajikan (amal bakti).
  • Telitilah segala secermat-cermatnya.
  • Tunduk kepada orang tua haruslah di masa muda.
  • Bibit baik adalah sumber baik pula.
  • Belajar TAO dibagi dalam tahap ke tahap.
  • Carilah guru mempelajari cara pembukaannya (TAO YING SUK).
  • Tak mendapatkan guru menempuh jalan ke dua.
  • Cara semedi dipakai terpaksa.
  • Rohani, jasmani dan pikiran tiga bersatu.
  • Pendidik penggerak berpadu.
  • Sukma asli mendapatkan tenaga gaib gayu.
  • Roh jahat tak dapat menembus selubung baju.
  • Hidup itu adalah bersaingan.
  • Ketentuan-ketentuan yang kuasa (destiny) tiap hari membaru.
  • Tidaklah negatif bila SIU TAO (belajar ilmu TAO).
  • Negatif akan menyesatkan rakyat seluruh.

(8)

  • SIU TAO mempelajari kekuatan gaib (divine art).
  • Menolong manusia keluar dari kesesatan.
  • Menghina merusak mendatangkan malapetaka.
  • Sembarang bicara adalah setengah gila.
  • Kekuatan gaib (divine art) diumpamakan kekuatan listrik.
  • Mata biasa tak dapat memandang wujudnya.
  • Membuktikan cukup dengan cara pembukaannya (TAO YING SUK).
  • Semua manusia mempunyai hasrat belajar ilmu kedewaan (divine art TAO).
  • Dapat mengetahui kejadian-kejadian di dunia.
  • Dewa-dewa tak perlu memperlihatkan bentuk kongkrit dirinya.
  • SIU TAO belajar kekuatan TAO FAK (divine power).
  • Rejeki akan mengungguli sesama.
  • Di sorga ada peraturan-peraturan sorga.
  • Manusia ada takdirnya.
  • Ketemu cara mendekati dewa-dewa (TAO).
  • Nasib yang keruh dapat jernih juga.
  • Kaya raya seperti sekuntum bunga.
  • Angin salju tak mengerti apa-apa.
  • Bunga mekar ada waktu-waktunya.
  • Belajar TAO mohon kepada dewa-dewa barulah akan selamat selamanya.
  • Kehidupan seperti biasa saja.
  • Giatlah jadi manusia yang berguna.
  • Rumah susun tinggi mula-mula dari dataran juga.
  • SIU TAO dapat menenangkan pikiran anda.

(9)

  • Klenteng-klenteng adalah pos jalannya dewa-dewa.
  • Harus singkat dan hikmat upacara-upacara.
  • Memohon berdasarkan kemantapan hati anda.
  • Sedikit barang sembahyangannya juga berfaedah.
  • Adu kaya memakai HIO dan lilin-lilin besar segajah.
  • Lebih baik berbuatlah amal kepada yang menderita.
  • Sembahyang menyajikan ikan dan daging di atas meja.
  • Tanda tidak mengerti apa kehendak para Dewa dan Budha.
  • Si penjaga kelenteng harus mengerti TAO (aturan-aturan/pengertidan tentang dewa-dewa).
  • Jangan sembarang bicara menyesatkan tamu-tamunya.
  • Apa lagi memakai nama dewa-dewa.
  • Berbicara tanpa pikir adalah ngawut belaka.
  • Ide budi beramal selalu dalam hati.
  • Para Dewa dan Budha tentu menyenangi.
  • Manusia mengejar kedudukan, umur panjang dan rejeki.
  • Maha Dewa lah yang paling welas asih.
  • SIU TAO mengikuti peraturan-peraturan yang layak sehari-hari.
  • Rintangan akan berkurang untuk semua pekerjaan diri sendiri.
  • Dapat mengetahui tiga kehidupan lampau, sekarang dan kemudian hari.
  • Merubah nasibpun jalannya akan diberi.
  • Diatas landasan yang kongkrit TAO berdiri.
  • Ide kosong jauh dari arti inti sari.
  • Arti yang mendalam bukannya sukar dimengerti.
  • Salah menerima (salah tangkap) adalah kurang rendah hari.

(10)

  • Belajar TAO berguna untuk semua manusia.
  • Sukma-sukma asli akan naik ke sorga.
  • Dewa-dewa yang menilai dosa dan jasa.
  • Jasanya yang tinggi ditingkatkan jadi dewa juga.
  • Tak berarti lagi berbuat aneh-aneh (to release souls from sufferring) untuk para almarhum dan almarhumah.
  • Jasa-jasa semuanya dilihat masa hidupnya.
  • Nenek moyang yang pernah SIU TAO ada yang jadi dewa.
  • Anak cucu akan banyak rejekinya.
  • Anak cucu berbuat budi dan amal.
  • Jasa-jasa melebihi bertobat-tobat dan menyesal-nyesal.
  • Nenek moyang dapat meringankan kesalahan-kesalahan.
  • Jasanya bertambah akan dapat meningkat menjadi dewa berawal.
  • Yang menentukan tingkat dewa-dewa adalah YI HWANG TA TEE (THIAN KUNG) dewa agung.
  • Dewa tetaplah dewa, agung tetaplah agung.
  • Ada lagi Budha-budha dan Busak-busak.
  • Mendapat TAO (tingkatan) juga dapat duduk di istana Sorga yang bergabung.
  • Menyebar luaskan ajaran-ajaran TAO (klenteng).
  • Sekeluarga akan selamat dan banyak rejeki.
  • Soal panjang pendek usia yang dikehendaki.
  • SIU TAO lah dapat mengubah menurut kondisi.
  • Usia pajang Dewa Usia (SOU SIAN KUNG) yang memberi.
  • Semua karena sehat rohani dan jasmani.
  • Menjalani TAO rejeki dan kedudukan menyertai.
  • Sukma asli akan hidup abadi (eternal life).

(11)

  • Sandang pangan dengan pondokan dan jalan.
  • Tak dapat dihindari dalam keduniaan.
  • Rajin dan hemat pokok penghidupan.
  • Beranak pinak-anak cucu baik-baik seluruh turunan.
  • Akan subur sabar keluarga.
  • Jahat dan kejam sukar bekerja.
  • Menolong orang dahulukan menolong diri kita.
  • Menyebar TAO (ajaran klenteng) adalah taman bahagia.
  • TAO bukan memandang matahari atau rembulan.
  • Matahari dan rembulan hanya benda alam saja.
  • Dalam semua tubuh manusia bersembunyi sukma-sukma.
  • Bagaikan manusia menghuni rumah-rumah.
  • Badan diumpamakan rumah.
  • Sedikit demi sedikit tambal dan jagalah supaya tetep kuat.
  • Tiap hari latihan gerak badan TAO (divine art).
  • Mencapai usia lanjut bukan apa-apa.
  • Pembawaan dapat mendengar suara dewa-dewa.
  • Lingkaran kecil melingkar menjadi besar.
  • Pembawaan mata gaib penglihatan.
  • Ribuan kilo meter tak ada halangan.
  • Semua pekerjaan diayomi dewa-dewa.
  • Penghidupan tak akan sengsara.
  • Hidup manusia ada jalan yang lapang juga.
  • SIU TAO dapat memperpanjang usia.

(12)

  • Jaga kesehatan badan bagian dalam diutamakan.
  • Kelebihan gizi dan lemak mudah menimbulkan penyakit jadi siksaan.
  • Hari ulang tahun masing-masing tak makan daging-dagingan.
  • Tahun ke tahun dilalui dengan gampang.
  • Makan minum secara sederhana.
  • Lebih baik dari pada banyak daging ikan dan lemaknya.
  • Perhatikan vitamin-vitamin dan mineral-mineral secukupnya.
  • Tahan uji tahan lama daya bekerja.
  • Perumahan harus dalam keadaan bersih.
  • Sinar matahari dan hawa sejuk harus mencukupi.
  • Tidur malam hanya beberapa meter persegi.
  • Kerja dan istirahat janganlah melampaui batas aturlah sendiri.
  • Hati-hatilah bicara dan cerdaslah berpikir.
  • Tiap-tiap pekerjaan sudah dibagi mendetil.
  • Kesalahan sedikitpun akan luas akibatnya tak berakhir.
  • Bersainglah cepat-cepat jangan terlambat dan terkucil.
  • Sopan santun (gentle) tak bergara-gara.
  • Dengan sungguh-sungguh giatlah bekerja saja.
  • Hati mantap mendapatkan lindungan dewa-dewa.
  • Tak terletak paa banyaknya HIO atau lilin-lilinnya.
  • SIU TAO (semedi) menenangkan hati sanubari anda.
  • Gerak diam jangan terlalu kelewat batasnya.
  • Mengerti TAO (peraturan-peraturan) digemari sesama.
  • Cepat-cepat jangan ragu-ragu hingga lewat saatnya.

(13)

  • Ajaib sungguh cara latih badan THAY SANG LAUW CIN Maha Dewa.
  • Menyehatkan badan sungguh gaib hasil-hasilnya.
  • Luar biasa mengherankan dunia.
  • Badan sehat menambah sehat pikiran pula.
  • Keuletan dapat mengalahan kekerasan.
  • Ulet dan keras harus diseimbangkan.
  • Keras barulah memakai kekerasan.
  • Menghadapi segala haruslah memakai akal pikiran.
  • Betul adalah tetap betul.
  • Salah adalah tetap salah.
  • Bandel dimusuhkan bandel pula.
  • Aturan dihadapi aturan saja.
  • Membanggakan diri sering datangkan rugi.
  • Merendahkan diri tak hilang apapun sejari.
  • Kalau pandai jangan menonjol-nonjolkan diri.
  • Yang pandai ilmu tinggi biasanya seperti terendah tak kuat berdiri.
  • Seperti roda berputar-putar semuanya dalam dunia ini.
  • Penuh-penuh, kosong-kosong, teratur sendiri-sendiri.
  • Yang tak beraturan lebih rendah dari pada yang tinggi.
  • Yang ngawur akan layu lenyap tak tahan uji.
  • Kekerasan adalah tetap kekerasan (kekuasaan).
  • Peraturan adalah tetap peraturan.
  • Peraturan didampingi kekuasaan.
  • Cerdaslah yang paling ampuh menguasai peranan.

(14)

  • Harus duduk bersila waktu berlatihnya.
  • Belajar TAO mumpung masih muda belia.
  • Tiap hari latihan divine art dewa-dewa (THAY SANG SEN KUNG).
  • Tak berpenyakit ringan badan anda.
  • Hidup selalu banyak rintangannya.
  • Dapat berpikir adalah bawaan manusia.
  • Bebas duniawi berarti sudah habis nyawanya.
  • Mengerti TAO buah pikiran terbuka.
  • Banyak rintangan usaha-usaha.
  • Buanglah kecemasan dan nyanyilah lagu-lagu TAO saja.
  • Belajar hingga dapat berdialog dengan dewa-dewa.
  • Dewa-dewa tentu lebih perhatian padanya.
  • Hidup dikarenakan bernyawa.
  • Latihan TAO (divine art) untuk lindungi anda.
  • Sehatkanlah badan dan sayangilah nyawa.
  • Manusia harus memperhatikan rohaniah dan jasmaniah.
  • Sehari tiga kali santap hanya karena ingin kenyang saja.
  • Pesiar melihat-lihat tambah pengetahuan baru yang berguna.
  • Mode baju karena jaman dapat dirombak ubah.
  • Asal masuk diakal boleh saja diperbaharui.
  • Sebatang HIO lambang selamat jaya.
  • Menghadap dewa sujudlah di atas kepala.
  • Menghadap lainnya di depan dahi dan depan dada.
  • Dua tangan sungkem di depan atau satu saja terang cara-caranya.
Comments (View)