Hua Ren Lombok Merayakan Tahun Baru Imlek Dan Cap Go Mek
Ditulis oleh CenJing pada tanggal 12 Maret 2010.
Hari Tahun Baru Imlek sering disembut dengan nama Sin Cia merupakan hari yang sangat penting bagi hua ren diseluruh dunia, merupakan tradisi dan budaya yang turun temurun sejak ribuan tahun yang lampau. Juga merupakan hari baik dan sangat penting bagi umat Tao. Kegiatan perayaan penyambutan tahun baru Imlek kebanyakan dilakukan di Tao Kwan atau Kelenteng dan umumnya berlangsung hingga hari Cap Go Mek.
Katakanlah di kota kecamatan Ampenan-Lombok, para pengurus Kelenteng Pao Hoa Kong telah mulai mempersiapkan penyambutan Tahun Baru Imlek sejak beberapa hari sebelum Imlek. Mereka membersihkan altar Dewa-Dewa, meja, langit-langit kelenteng dan juga lantainya. Pada saat malam hari sebelum imlek, hari ini lazim disebut dengan nama “Ju Si”, mereka bersama-sama dengan para umat Kelenteng menantikan kedatangan Tahun Baru Imlek di Kelenteng. Saat waktu tiba, mereka melaksanakan upacara sembahyang kepada Tuhan Yang Maha Esa dan juga pada Dewa-Dewi. Setelah upacara sembahyang selesai, mereka saling mengucapkan : Selamat Tahun Baru Imlek, Semoga Sukses Di Tahun Ini, Usaha Lancar dan lain sebagainya, setelah selesai dengan hati yang gembira mereka pulang ke rumah masing-masing.
Selain ini, umat Tao Lombok (juga umat Tao di seluruh Indonsia), pada malam tahun baru Imlek, mereka masing-masing telah menyiapkan sepasang lilin, satu dupa besar, dua belas dupa kecil, kemudian menaruh meja dihalaman terbuka, menghadap ke timur, dan menyiapkan 5 gelas (mangkok) kecil teh dan beberapa macam buah-buahan. 5 gelas teh diletakan setengah lingkaran membentuk tapal kuda mengelilingi tempat dupa, pada saat waktu tiba, mereka menyalakan lilin, membakar dupa besar sembah sujud 3 kali ke arah Timur (sembahyang Tuhan), kemudian membakar lagi 12 dupa kecil sembah sujud 3 kali, upacara ini disebut dengan nama “Ying Sen Ciek Fuk” atau “Ying Jun Ciek Fuk”
Dini hari (hari tahun baru Imlek), dari pagi hari hingga malam hari umat yang datang ke Kelenteng Pao Hoa Kong sangat banyak, mohon perlindungan dan hoki pada Dewa-Dewi adalah suatu hal yang lumrah, karena ini adalah suatu hal yang baik dan pada saat hari baik pada umumnya doa yang dipanjatkan akan lebih mudah dikabulkan, inilah yang dimaksud dengan hari baik para Dewa-Dewi memberikan berkah khusus. Ada yang datang mohon perlindungan dan keselamatan keluarga, berbadan sehat, ada yang datang mohon agar bisnisnya bisa ramai dan mendapat keuntungan yang banyak, ada yang mohon semua persoalan bisa lancar dan sebagainya.
Setelah lewat 8 hari, yaitu pada tanggal 8 malam dari kalender Imlek, para pengurus dan umat kelenteng kembali sembah sujud kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para Dewa-Dewi, semoga semuanya bisa lancar dan sukses bisnisnya.
Lewat 1 minggu kemudian, yaitu pada tanggal 15 dari kalender Imlek, hari ini disebut dengan nama Yen Siau Cek, lebih dikenal dengan sebutan Cap Go Mek. Kelenteng Pao Hoa Kong dari pagi hingga malam hari kembali dikunjungi umat yang sangat banyak, mereka mohon perlindungan dan rejeki dari para Dewa-Dewi. Pada jam 5 sore, para pengurus kelenteng bersama dengan umat melakukan upacara sembah sujud kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para Dewa-Dewi. Upacara ini dipimpin oleh seorang pendeta yang bernama Cok Gay Jien. Setelah selesai, mereka melaksanakan tugas yang telah diberikan, ada yang ditugaskan untuk mengatur acara panggung, ada yang ditugas untuk membagi mie panjang umur kepada umat, ada yang ditugaskan meminjamkan angpao untuk usaha dagang. Pada malam ini, umat yang datang ke Kelenteng sangat banyak, mereka bergembira melewati hari Cap Go Mek…